Inspiring Words

"Sebagian Orang Hanya Bermimpi Sukses Sementara Yang Lainnya Bangun dan Bekerja Keras Untuk Sukses"

Kamis, 23 September 2010

Berhenti


Berhenti Sebentar Untuk Berlari Lebih Kencang

Dalam kehidupan bisnis kita, sering semuanya bejalan dengan normal. Tenang, damai sejahtera. Tapi kadang-kadang bergejolak, naik dengan cepat dan sebaliknya turun secara drastis.

Kalau terjadi dua hal yang berbeda dari keseharian kita, entah itu naik atau pun turun, saatnya untuk menjernihkan pikiran dan diri kita. Berhentilah dari mengerjakan hal-hal rutinitas kita sehari-hari. Kita pinggirkan persoalan rutin sehari-hari dan tak melakukan kerjaan apapun kecuali merenung atau berpikir.

Berpikir dengan jernih ini menjadi penting saat kita mengalami gejolak positif yang luar biasa. Seperti tingkan penjualan yang melonjak dengan luar biasa, bertambahnya klien kita, jumlah pekerjaan yang menumpuk tinggi, sehingga kita menjadi sibuk dan menjadi lupa menganalisa kenapa kita bisa menjadi sukses sedemikian. Dengan menganalisa apa yang penting kita lakukan dalam kesuksesan kita. Sebaliknya saat kita mengalami gerakan yang turun atau negatif, selalu kalah dalam tender atau penawaran, selalu saja ada permasalahan, maka kita juga harus melakukan hal-hal yang sama.

Nah, pada saat kita naik atau pun turun, kita harus menganalisa kesuksesan kita,dan kegagalan kita. Kekalahan kita itu karena apa? Itu hal yang pertama yang harus kita lakukan pada saat kita merenung dan berpikir.

Yang berikut, menganalisa apa yang terjadi akhir-akhir ini dalam kehidupan kita. Apakah itu omzet yang naik karena adanya 1-2 klien besar atau karena ada sesuatu yang lain, kebetulan misalnya. Lalu dianalisa mengapa itu bisa terjadi. Mungkin karena system yang baru, bagian yang lain ada yang salah, kebijakan pemerintah yang tak terduga, tren yang berbeda dan yang lainnya.

Kemudian adalah kita temukan apa yang harus dapat dilakukan untuk keadaan seperti ini. Cari alternatif-alternatif yang bisa dilakukan, dan tentukan yang terbaik yang harus dijalankan.

Jadi sewaktu melakukan konsolidasi internal itu kita harus mengetahui dulu apa yang terjadi, mengapa hal itu bisa terjadi dan bagai mana cara menghadapi hal itu. Reaksi kita terhadap ha-hal yang terjadi pada kejadian yang terakhir itu menjadi kunci sukses dimasa yang akan datang atau untuk menghindari kegagalan.

Kita tidak boleh hanya melakukan yang rutin saja, kerja seperti apa adanya. Kadang-kadang kita harus menjernihkan pikiran untuk memfokuskan pada satu hal saja dalam satu hari. Jangan mengerjakan hal apapun. Berpikir apa yang penting yang bisa dilakukan untuk bisnis kita sekarang. Apa yang kita lakukan harapannya kemudian menjadi lebih baik untuk mencapai sukses yang lebih besar.

Team Tangguh 3n. klik, http://abangherrys.blogspot.com

Jumat, 17 September 2010

Hamba (Christian)


Hamba Adalah Pemberi


Salah satu cara yang paling nyata untuk membantu orang lain ialah dengan mencukupkan  kebutuhan keuangan dan materi mereka.
YAHWEH mengetahui bahwa jika Anda rela memberikan sesuatu yang nyata, maka pasti Anda lebih mudah memberikan apa yang tidak kelihatan, seperti waktu, pengalaman, kasih, bahkan hidup Anda. Memberi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari hidup seorang hamba.

Prinsip yang menjadi dasar dari hal memberi dalam perjanjian baru yaitu pada :                                                                                   II Kor. 8:9 “karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia,  yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya. Baca juga II Kor. 9;8.

Dan janji YAHWEH bagi mereka yang memberi:
“Berikanlah dan kamu akan diberi: Suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncangkan dan yang tumpah keluar akan diberikan kedalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai akan diukurkan kepada mu.” (Luk. 6:38)

“YAHWEH akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliyaan-Nya dalam Kristus Yesus.” (Filpi 4:19)

Dalam firman-Nya pada bagian lain dikatakan bahwa  Anda tidak hidup dari roti saja, artinya roti itu juga memang harus ada..

Banyak orang menganggap menjadi Pendeta, Epangelis, Guru Agama sajalah lahan menjadi hamba Tuhan. Ya …..itu bagian dari “FIRMN”, lantas bagai mana dengan yang bagian dari“ROTI”NYA?. Memang setiap orang akan mencari rotinya masing-masing, tapi bukankan lebih baik kalau kita juga bisa memberi roti?.

Anda bisa. Siapa pun bisa, bahkan sekalipun anda sudah berada pada bahagian “FIRMAN” anda bisa masuk dibagian “ROTI”nya sekaligus.

Telusuri dalam tulisan saya tentang berbagi yang berjudul “Spiritual Motivation (Christian)” dan “Membantu Berapa Banyak?” di http://abangherrys.blogspot.com/,

Mari kita menjadi “hamba hamba yang lebih perduli lagi”
Tuhan Yesus memberkati hamba-hamba-Nya.

Salam Tangguh

Team Tangguh 3n

Rabu, 15 September 2010

E + R = O


E + R = O
                                                                                                                                                                                 Ada sebuah kata yang sangat menarik bagi saya, ‘RESPONSIBILITY’ atau tanggung jawab, yang berasal dari kata Respons  dan Ability. Ini berarti bagai mana kemampuan anda untuk merespon atau bereaksi terhadap setiap kejadian yang terjadi da dalam kehidupan anda.

Dalam dunia bisnis dan kehidupan sehari-hari banyak terjadi bebagai hal baik yang sesuai dan yang tidak sesuai dengan keinginan lita. Maka, hasil yang kita dapatkan adalah kumulasi dari Event atau kejadian yang terjadi, ditambah dengan Respons anda atau reaksu yang anda berikan.

Rumusnya adalah:

E + R = O   (EVENT + RESPONSE = OUTCOME)

Inilah yang ditulis oleh Jack Canfield dalam bukunya The Success Principle. Dimana hasil yang kita dapatkan adalah buah dari lemampuan kita bereaksi terhadap segala kejadian yang terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari.

Misalnya saja terjadi suatu kejadian dalam hidup kita. Anda bisa memilih reaksi anda, apakah anda berusaha melihat pelajaran atau kesempatan apa yang bisa anda ambil dari kejadian tersebut, dari pada anda menyalahkan mengapa hal itu terjadi pada anda.
Misalnya dalam suatu perjalanan udara, saya berangkat lebih awal ke airport agar tidak terlambat naik ke pesawat. Tak disangka, pesawat justru delay 3jam! Beberapa penumpang mulai marah-marah dan komplain terhadap maskapai penerbangan yang delay tersebut. Setelah merasa gelisah selama 10 menit, saya pun menyadari bahwa tidak ada yang bisa saya lakukan untuk mengubah jadwal penerbangan yang delay tersebut. Maka saya pun mulai membaca sebuah majalah yang belun saya sempat membacanya.

Usai membaca, ternyata pesawat saya delay lagi selama du jam! Maka segera saja saya mengeluarkan Laptop saya dan mencoba memanfaatkan waktu untuk menyelesaikan  sebuah presentasi seminar yang belum sempurna. Ketika saya sedang menyelesaikan presentasi tersebut, seorang bapak menyapa saya.
Beliau menanyakan presentasi apa yang sedang saya kerjakan dan apa pekerjaan saya. Maka saya pun bercerita tentang bisnis saya dan kegiatan saya sehar-hari. Tak disangka, ternyata bapak terebut sangat tertarik dengan bisis saya. Demikianlah rekan-rekan sekalian, suatu delay pesawat yang menyebalkan, bisa berubah menjadi suatu kesempatan bisnis yang menguntungkan.

Dari sini kita bisa melihat, kita bisa memilih reaksi apa yang akan kita munculkan. Bisa saja anda terus mengomel, marah, dan melakukan blaming terhadap kejadian itu, maka tidak ada juga yang anda peroleh. Tetapi bila kita bisa merubah reaksi kita, memanfaatkan celah dan kesempatan yang ada dari suatu kejadian betapapun buruknya kejadian itu, kita pasti akan memperoleh hasil yang baik dari kejadian itu.

Maka rekan-rekan semua, pandai-pandailah memilih reaksi apa yang akan anda munculkan dalam menghadapi sauatu kejadian. Anda bisa saja hanya bertindak pasif dan menerima kejadian itu apa adanya, tapi reakasi anda lah yang menentukan hasil yang akan anda peroleh.

Selamat Bereaksi,

Salam Tangguh,

Team Tanggug 3n
Klik, http://abangherrys.blogspot.com

Selasa, 14 September 2010

NARSIS


Narsisme New Generation

Ada sebuah hasil riset baru yang mengatakan, dalam zaman anak-anak masih kecil tidak pernah lagi dimarahi, malahan selalu dipuji, bahkan untuk suatu yang paling kecil sekalipun, ternyata melahirkan generasi yang haus akan pujian.
Di rumah, di sekolah, di kampus, di mana saja selalu mengharapkan pujian.

Ketika mereka menghadapi dunia nyata, dan melihat dunia kerja dan pergumulan yang keras, dan mereka tidak lagi mendapatkan pujian dari orang-orang disekeilingnya,  maka terasa sebuah ketidak nyamanan yang mendalam. Ada kekecewaan dan rasa rendah diri, mereka menganggap dirinya tidak mampu dan tidak dihargai, dan merasa gagal didalam hidupnya. Padahal sebenarnya itu hanya biasa-biasa saja, sebuah perjalanan kehidupan yang umum kok. Apa lagi kalau kena teguran dan dimarahi, langsung putus asa.

Pujian yang berlebihann ini juga menimbulkan sifat ‘NARSISME’. Narsisme adalah kekaguman akan diri sendiri yang berlebihan, tanpa empati dan keperdulian terhadap orang lain.

Facebook,twitter bersama dengan teknologi lainnya, membuat hal ini menjadi berkembang dan semakin subur saja. Ucapan selamat ulang tahun dari 100 orang, yang memudahkan orang tau tanggal lahir kita, mulai membuat kita merasa menjadi orang penting. Seperti ketika ada orang yang lewat didepn kita dan tersenyum, kita merasa menjadi selebriti, merasa orang itu menghormati kita.

Teknologi membuat orang-orang semakin individualistik dan narsis. Kita menjauhi orang yang tidak sesuai dengan keinginan dan pandangan kita, dan hanya berkumpul dengan orang-orang yang mau memuji kita saja. Jaman dulu kalau anda tidak suka dengan seorang teman anda, susah menggantinya, karena hanya dia yang hidup dekat dengan anda. Tapi sekarang, tinggal klik klik klik, selesai dapat 100 teman baru.

Kenaikan taraf hidup masyarakat secara umumpun, juga melahirkan pemanjaan, anak minta apa saja dituruti, terutama dengan kesibukan para orang tua zaman modern ini, menimbulkan rasa bersalah terhadap anak, yang mengakibatkan apa saja yang diminta sang anak selalu berusaha utuk diberikan. Generasi Narsispun menjadi tambah Egois, tidak perduli lagi dengan kepentingan orang lain. Dunia ini dianggap berputar hanya untuk dirinya sendiri saja, yang berporos pada jiwa kerdilnya.

Pelajaran apa yang anda dapat, apa yang bisa kita lakukan?

  1. Mendidik anak: Keseimbangan dalam mendidik anak menjadi penting, teknologi
Harus dibarengi dengan kearifan dan pembelajaran akan hidup dan kehidupan.
  1. Koreksi Diri: Menyadari hal ini, baik untuk menyadarkan diri kita kembali; Kembali ke dunia nyata yang lebih realistic, lebih menginjak bumi.
  2. Marketing: Jaman baru yang penuh dengan Egoisme dan Narsisme, perlu personifikasi target market, harga bukan hal yang utama, pemuasan ego pelanggan akan menjadi kunci sukses marketing.

Sabtu, 11 September 2010

7 LANGKAH SUKSES


7 Langkah Sukses

Saran ini pas untuk mereka yang baru memulai karier, tujuh langkah sukses.

Pertama, ambilah langkah sukses dari mulai langkah yang kecil. Buatlah sukses menjadi sebuah kebiasaan. Bila anda seorang salesman, sukseslah menjual dulu. Lalu sukses untuk menjual yang lebih besar lagi dan lebih besar lagi. Karena sukses yang besar dimulai dari sukses yang lebih kecil. Dan ini semua akan membentuk pribadi yang sukses.
Kedua, tulislah semua keinginan anda dalam target 1 atau 2 tahun mendatang. Dalam tahun itu anda mau mencapai atau mau memperoleh apa?, tulis 1,2,3,4,5. dengan menuliskannya, dan kalau bisa tempelkan ditempat yang gampang terlihat oleh anda, maka anda bisa lebih focus untuk mengejar semua keinginan anda itu. Semua yang ingin anda lakukan semua menuju kearah keinginan itu.
Ketiga, punyailah sebuah figure pahlawan yang anda anggap hebat. Seseorang yang mempunyai prestasi, kesuksesan atau mempunyai sebuah kehebatan. Cobalah pelajari kehidupannya. Entah itu kebiasaannnya, kesukaannya, kegiatannya dan lainya. Dengan mempunyai figure pahlawan itu, anda secara tidak sadar akan meniru apa yang dilakukan oleh para pahlawan-pahlawan itu.
Keempat, realistiklah! Walau kita mempunyai mimpi besar, tetaplah untuk labih realistic.
Kadang kita mengalami sandungan atau hambatan dan kesulitan. Namun dengan realistic ini, kita tidak akan putus asa dan tetap konsisten dalam mengejar impian itu.
Kelima, temukanlah guru-guru atau mentor bagi anda. Temukanlah mereka dalam pergaulan, dirumah, dipekerjaan atau dimana saja. Entah itu senior anda, boss anda atau orang yang anda kenal disebuah pertemuan. Mintalah pelajaran darinya. Kalau kita memintanya secara baik, pasti dia akan menolong  anda dan akan menjadi mentor yang baik, secara langsung ataupun tidak langsung.
Keenam, berpikirlah secara positif. Jangan terlalau mudah untuk berpikir negative dan berkata, “Wah, ini sulit. Pasti saya tidak bisa”. Berpikir positif membawa dampak yang selalu jauh lebih baik dalam kehidupan dan kesuksesan bisnis anda dari pada berpikir ngatif.
Ketujuh, ini yang terakhir. Lakukanlah “benchmarking”. Cobalah untuk membandingkan diri anda dengan orang lain. Kalau anda punya teman dalam jenis pekerjaan yang sama, cobalah untuk salaing membandingkan. Misal: Berapa lama dia membutuhkan waktu untuk mendapatkan klien yang besar. Berapa sering anda mengikuti pelatihan dalam sebulan dan yang lainnya.

Bila sudah memulai 7 hal di atas, anda baru memulai menapaki jalan kesuksesan anda.

Salam Tangguh,  Team Tangguh 3n, kunjungi; http://abangherrys.blogspot.com

SMS


SMS kepada teman

Kita sering melupakan jaringan atau teman-teman kita, terutama dengan teman-teman lama yang jarang bertegur sapa karena dipisahkan jarak dan waktu yang sangat jauh. Kesibukan telah melarutkan kita pada perjalanan hidup dengan menghadapi apa saja yang datang dihadapan kita. Jarang sekali kita memikirkan hal-hal yang diluar rutinitas kita.

Jaringan teman kita kebanyakan dari teman lama kita yang sudah jarang bertegur sapa lagi. Teman yang hanya kita temui sekali atau dua kali dalam setahun ini. Yang mungkin kita ingin ajak berdiskusi tapi tidak pernah ada waktu yang cukup untuk menjangkaunya.

Nah, sebuah strategi yang dapat kita lakukan adalah dengan mengirim SMS secara massal kepada semua kontak kita yang ada di handphone kita.

Coba biasakan meminta nomor handphone teman baru kita dengan langsung memasukkan nomornya ke handphone kita.

Pada hari Lebaran, Natalan, Tahun Baru, kirimkanlah SMS kepada mereka semuanya. Buatlah SMS yang menarik sebisa anda, jangan memakai tulisan umum atau mem forward dari SMS teman. Ada sebuah originalitas “suara” anda di SMS itu dan itu akan mengingatkan orang akan anda.

Kirimkanlah ke semua kontak anda, 100 SMS minimal, lebih tentu lebih baik, saya mengirim lebih 300 SMS pada lebaran ini, dan menghabiskan seharian untuk kontak-kontak SMS dengan teman-teman lama dan teman-teman baru saya yang membalas SMS saya.

Bisa ada balasan dari orang yang tidak pernah anda kontak selama 5 bulan bahkan sudah setahun belakangan ini, kirimkan lagi sebuah atau dua buah SMS untuk menceritrakan diri anda atau menanyakan keadaannya. Kita kan membutuhkan network itu dimasa yang akan datang, dan network harus anda jaga dan pelihara. SMS dalah salah satu cara dan strategi mudah dan murah yang dapat anda lakukan.

Kirimkan kepada teman sekerja, pada supplier, customers, sanak family, sahabat jauh, orang yang baru anda kenal di perjalanan minggu lalau, ataupun kawan SMA anda dulu yang masih anda ketahui nomornya.

Kontak-kontak yang jarang anda lakukan ini akan menjadi sangat berguna untukkesuksesan anda.
Dan sukses adalah sebuah hasil dari sebuah kebiasaan yang baik dalam menjalankan kehidupan dan bisnis anda.

Selamat berbisnis dan Sukses untuk Anda.

Salam Tangguah, Team Tangguh 3n   kunjungi http://abangherrys.blogspot.com

Jumat, 10 September 2010

Posisi Anda Dimana?

Dimanakah Posisi Anda  
                                                                                                                                                         Didalam bukunya “ The Cashflow Quadrant” pengusaha kaya dan penulis terkenal Robert T. Kiyosaki telah membagi empat bidang bagai mana cara orang dlam memperoleh uang.

Adapun ke empat bidang itu digambarkan oleh Robert T. Kiyosaki seperti ini:
 
                                                                                                                                                                The Cashflow Quadran ditulis oleh Robert T. Kiyosaki bagi anda yang sudah sampai pada persimpangan financial. Jika anda ingin memegang kendali atas apa yang anda lakukan hari ini untuk mengubah masa depan financial anda, sebaiknya anda menetapkan langkah anda.

Anda berada di Quadran mana?. Apakah Quadran itu sudah tepat untuk anda?.
Huruf  dalam masing-masing Quadran mewakili:

E = untuk employee (pegawai) kategori untuk semua orang yang menerima upah/gaji.

S = untuk self-employed (pekerja Lepas) kategori orang yang menjalankan usaha sendiri,
      Tapi bersekala kecil, misalnya: peraktek dokter, konsultan hukum, toko, supir  dll.

B = untuk Business Owner (Pemilik Usaha) kategori orang yang memiliki usaha besar;
       Contohnya: MC. Donald, Kentucky Fried Chicken, Ciputra dll.

I = investor (penanam Modal) kategori orang yang menanamkan uangya untuk kelompok
      Usaha besar. Kelompok orang ini tidak banyak tapi mereka menguasai 75% uang
      yang beredar.

Dari ke empat kategori yang berada diatas tersebut, dimanakah posisi anda saat ini?

Bila posisi anda adalah di :

‘E’ = Employee
         Employee adalah sebutan untuk orang-orang yang cara mendapatkan unang ialah dengan bekerja kepada orang lain atau badan usaha dan dia menerima upah atau gaji dari hasil kerjanya. Orang yang termasuk dalam kelompok ini adalah mulai mereka yang berkedudukan dari Presiden Direktur sampai office boy. Baik itu diperusahaan swasta termasuk juga PNS, TNI, POLISI dan BUMN.

Orang-orang yang berada pada posisi ini sagat sulit bahkan tidak bisa memegang kendali atas finansialnya, karena financial mereka tergantung pada yang membayarnya.
Dikalangan swasta misalnya, akan lebih sulit lagi dan mereka juga sangat rentan dengan ketidak pastian financial, tidak adanya jaminan pension. Karena upah yang lambat kenaikannya, serta tunjangan yang minim belum lagi ancaman PHK yang selalu menghantui.

Mereka juga tidak bisa menentukan sendiri besaran income yang mereka inginkan, mereka juga tidak bisa bebas, harus selalu mengikuti aturan yang telah ditetapkan majikannya. Jadi semua sudah diatur sesuai keinginn dari pihak yang membayar mereka.
Mereka sudah tidak bisa bebas menentukan sendiri hidupnya.

‘S’ = Self-Employed
         Self-employed adalah sebutan untuk orang-orang yang memperoleh uang dengan usaha sendiri. Mereka tidak menerima gaji ataupun bayaran. Tetapi mereka mendapatkan uang atas profesinya seperti: dokter, pengacara, artis, pemilik toko, restaurant, bengkel dll.

Walaupun pada umumnya pendapatan mereka jauh lebih besar dari pada seorang pegawai (employee), tetapi mereka selalu dibayang-bayangi oleh  keterbatasan dan kemampun diri mereka sendiri.
Seorang dokter, pengacara, pemilik toko misalnya, apa bila mereka tidak membuka peraktek mereka pada hari ini, maka pasti hari ini mereka tidak akan memperoleh uang. Mereka kehilangan pendapatan mereka pada hari ini.
Demikian juga dengan para artis, tidak manggung berarti no money. Apa lagi ada masanya mereka sudah tidak laku lagi.

‘B’ = Business Owner
         Business owner adalah orang-orang yang memiliki perusahaan besar yang dengan system yang sudah ada dan dapat berjalan tanpa kehadiran orang-orang tersebut. Dengan membayar orang lain (employer) untuk menjalankan systemnya. Sekalipun mereka bepergian dalam jangka waktu yang lama, perusahaannya akan tetap berjalan berkat system dan orang-orang yang bekerja diperusahaannya, dan bahkan bertambah maju.

Orang-orang yang berada di kelompok ini bisa dikatakan telah mengendalikan waktu dan financial mereka. Mereka tidak ditentukan oleh orang lain bahkan mereka yang mengatur banyak orang melalui system yang ada.

‘I’ = Invstor
        Investor adalah sebutan untuk sedikit sekali orang. Sekelompok orang ini tidak lagi bekerja untuk mendapatkan uang, akan tetapi uang yang mereka milikilah yang bekerja untuk mereka. Dengan kata lain uang mereka yang telah menjadi sumber income mereka.

Orang-orang ini benar-benar 100% meguasai waktu dan keuangan atau financial mereka.
Mereka tidaklah banyak jumlahnya, tapi mereka menguasai 75% uang dunia. Padahal mereka cuma 5% dari penduduk bumi ini.

Sebenarnya di Quadran manapun anda berada, anda bisa ‘sukses’. Tapi kalau anda pada saat ini masih berada pada Quadran ‘E’ dan ‘S’, maka kesuksesan anda itu relative kecil baik jumlah dan kesmpatan anda untuk memperolehnya pun sangat kecil.

Oleh sebab itulah saya menganjak anda untuk berpindah Quadran dari Quadran ‘E’ dan ‘S’ ke Quadran ‘B’ dan kemudian baru ke ‘I’. itupun kalau anda mau.

Tetntu setiap orang mendambakan kebabasan dalam hidupnya baik dalam kebebasan waktu, keuangan, kebebasan mengatur diri sendiri. Kalau anda tetap bertahan di Quadran E dan S tentu itu tidak mungkin akan anda peroleh. Itulah mengapa banyak para pekerja bahkan PNS pun sering berdemo. Karena mereka tidak bisa menerima apa yang mereka inginkan. Demo bukanlah jalan keluarnya, semakin keras anda berdemo maka semakin dekat anda dengan PHK.

Untuk meraih keamanan financial, mau enggak mau anda harus pindah dari seorang pegawai (employeer) menjadi pengusaha (entrepreneur).
Entrepreneur itu tentu berada pada posisi kanan atas dari Quadran (B).
Ini bukanlah jalan yang mudah, tetapi imbalan yang anda dapatkan pada akhir perjalanan akan sangat setimpal dengan usaha yang anda lakukan. Ini adalah perjalanan menuju kebebasan financial anda.
Inginkah anda merebut  peluang itu? Jika anda mau dan itupun kalau anda mau, maka ini yang akan anda peroleh:

-         Punya banyak waktu untuk anda pribadi dan keluarga anda.
-         Punya banyak uang yang bisa anda gunakan pribadi dan keluarga. Disumbangkan kebadan social dan proyek yang anda dukung.
-         Menciptakan banyak laangan kerja dan menolong mereka untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.
-         Bisa keliling dunia dengan keluarga.
Secara umum orang ‘E’, kalau menyangkut masalah uang, sering sangat menghargai rasa aman. Bagi orang ‘S’ Profesinalisme adalah segala-galanya karena keprosionalismenyalah dia dibayar. Itulah kekuatan mereka dan itu jugalah yang menjadi kelemahan mereka.
Perbedaan antara ‘E’, ‘S’ dan ‘B’ adalah; yang satu (E dan S) menginginkan lebih banyak bayaran, sedangkan (B) lebih menginginkan pengembangan usaha.

Cara menjadi ‘B’ yang sukses:

  1. Ambil langkah kecil

Sebagian besar dari kita, termasuk anda pasti sudah pernah mendengar perumpamaan “ perjalanan seratus kilo meter, pasti diawali dengan sebuah langkah kecil”
Saya menekankan hal ini krena terlalu banyak orang yang berusaha melakukan lompatan yang jauh kedepan, bukannya mengambil satu langkah kecil. Inginnya serba instant dan langsung jadi kaya dalam waktu yang singkat.

Keberhasilan financial jangka panjang, tidak ditentukan oleh berapa besar langkah anda didepan, itu sangat ditetukan oleh jumlah langkah yang and ambil, arah yang anda tuju.
Berusaha dengan terlalu banyak bertindak, terlalu sedikit pengetahuan akan membuat anda jatuh dan terbakar dalam kekecewaan.

“Kota Roma tidak dibangun dalam satu malam” dan “Tahukah anda cara memakan seekor gajah ?”. jawabannya adalah sedikit demi sedikit. Itulah yang saya sarankan untuk anda lakukan saat mengalami kesulitan dalam menghadapi begitu banyak hal yang harus anda pelajari dalam upaya melakukan perpindahan dari ‘E’, ‘S’ ke ‘B’ dan nantinya ke ‘I’.

  1. Bersikap baiklah terhadap diri anda sendiri dan sadarilah perpindahan ini tidak hanya melibatkan unsur mental tapi juga sangat melibatkan unsur emosi anda.
Setelah anda mengambil langkah kecil anda selama enam bulan sampai satu tahun, maka anda sudah siap dengan kata pepatah yang berikutnya, “kau harus bisa berjalan sebelum berdiri”, dengan kata lain anda sudah mulai berjalan dan sudah siap untuk berlari.

Itulah jalur yang saya sarankan. Kalau anda tidak menyukai jalur ini, maka anda bisa memilih jalur by pass, yaitu membeli karcis lotre atau togel, lantas anda bersemedi, siapa tahu hari ini anda beruntung.


Selamat berpindah Quadran,

Salam Tangguh;

Team Tangguh 3n

ACTION

ACTION

Sudah berapakah usia anda sekarang? Kita anggap saja sudah 25 tahun. Dan itu adalah masa lalu anda. Masa lalu sudah tidak bisa kita utak-atik lagi.
Jadi mari kita ucapkan selamat tinggal masa lalu.

Pertanyaan saya yang berikutnya adalah; pada usia berapa ada ingin pension? Rata-rata orang yang menjadi pegawai adalah pada usia 60an sudah mulai dipensionkan oleh tempat atau instansi mereka bekerja. Kalau begitu masa produktif anda adalah 60-25=35. Masa berjuang untuk menikmati sisa hidup kita adalah 35 tahun.

Pertanyaan yang ketiga adalah; setelah pension pada usia 60 tahun, mau berapa lama lagi anda hidup? Nah..lho..??
Susahya untuk menjawabnya? Tetapi yang jelas setelah pension itu, kalau kita masih hidup, maka pertanyaan yang berikutnya adalah bagai mana saya menikmati masa pension saya itu bukan?. Mau hidup bahagia, tanpa menyusahkan orang lain? Atau mau menikmati hidup dengan mati-matian supaya tetap hidup?

Kalau mau mati-matian untuk tetap hidup atau menjadi parasit bagi anak/menantu dan cucu, ya, duduk manis saja dari sekarang. Tapi kalau anda tidak memilih yang tertulis diatas, dan ingin menikmati dengan senang tanpa menyusahkan orang lain, mari kita bayar harganya dari sekarang.

Seperti pepatah lama mengatakan “berakit-rakit ke hulu, berenag-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian”. Mumpung masih usia produktif, masih muda, masih sehat dan kuat, yok kita bayar sekarang dengan KECE, ya itu dengan kerja KEras dan CErdas.

Dengan kerja KEras kita mendapatkan hasil yang maksimal. Sedangkan dengan kerja CErdas akan melipat gandakan hasil yang bisa kita peroleh dan mempersingkat waktu yang dibutuhkan.

Kerja KEras terdiri dari “PAKU BESI”. Yang dimaksud dengan “PAKU BESI” adalah:

- P erjuangan. Dibituhkan jiwa yang mau berjuang.
- A ntusias. Harus ada semangat ingin maju dan merubah kehidupan ini
- K onsisten. Bersikap pantang menyerah
- U let. Selalu teguh pendirian, tidak gampang terpengaruh orang lain
- B erani. Selama itu tidak merugikan orang lain. Lakukan.
- E nergik. Tetap tangguh menghadapi semua rintangan. Jangan mau kalah.
- S igap. Selalu cepat mengambil tindakan. Jangan menunda-nunda.
- I nisiatip. Jangan menunggu disuruh orang lain, lakukan sekarang.




Sedangkan keja CErdas terdiri dari “PERKAKAS”:

- P erencanaan. Bekerja dengan terencana tidak asal-asalan saja
- E valuasi. Evaluasilah semua hasil kerjaan kita baik harian,mingguan dan bulanan
- R ingkas. Jangan bertele-tele sehingga tidak memboroskan waktu dan tenaga
- K erja sama. Bekerjalah denga team
- A lat. Persiapkanlah semua perlengkapan keja anda.
- K elenturan. Harus bisa menerima semua sikap rekan-rekan dan orang lain
- A man. Bekerjalah dengan aman. Jangan menyerempet-nyerempet bahaya
- S trategi. Agar semuanya berjalan sesaui dengan keinginan, aturlah strateginya

Dengan cara kerja KECE, luas bidang sukses kita akan lebih cepat berkembang. Tapi sebelum bekerja dengan konsep KECE tersebut, mari kita “PAKSA” dulu diri kita. Bukan kerja RODI maksud saya. Tapi “PAKSA” yang saya maksud disini adalah:

- P ray.( do’a) Berdoalah untuk kemajuan diri anda dalam berbisnis
- A ttitude (sikap). Beriskaplah sebagai seorang pengusaha
- K knowledge (pengetahuan) Belajar dan belajarlah terus
- S kill (kemampun) asah terus keterampilan anda
- A ction (tindakan) bertindaklah sesegera mungkin. Siapa cepat dia dapat

Dengan melakukan konsep dan strategi ini (PAKU BESI, PERKAKAS dan PAKSA) maka anda sudah siap untuk mengambil suatu aksi dalam mewujudkan masa kini dan masa nanti anda yang jauh lebih baik. Jadi mari kita maksimalkan usia produktif kita dengan semaksimal mungkin. Anda harus bijak mengaturnya. Jangan sampai pada saat dimana seharusnya kita bekerja malah kita bersantai saja. Dan ketika umur kita sudah meminta untuk bersantai eh malah kita masih harus bekerja keras.

Take Action Now…..!

Salam Tangguh,

Team Tangguh 3n                         Kunjungi http://abangherrys.blogspot.com

FEAR

FEAR

Hambatan terbesar bagi kita untuk meraih kesuksesan kita adalah KETAKUTN atau FEAR. Fatacies Emphasizing Appearing Real. Suatu khayalan yang berlebihan sehingga nampak nyata. Inilah yang ada dibalik setiap ketakutan kita, sehingga menghalangi kita untuk bertindak, dan membuat kita tidak pernah maju.

Mau minta ini, takut dimarahi. Mau minta kenaikan gaji, takut jangan-jangan malah di PHK. Mau ngajak teman wanita makan malam takut ditolak. Mau memulai bisnis baru, takut gagal dan merugi. Mau apa-apa, sudah takut terjadi hal-hal yang buruk, kalah sebelum berperang. Rasa ketakutan inilah yang menjadi hambatan terbesar kita untuk mencoba memulai hal yang baru dan lebih maju lagi.

Setiap ketakutan ini begitu terasa nyata dalam imajenasi kita dan membuat kita tidak berani meneruskan langkah yang sudah kita pilih. Pada hal, semua itu hanya ada didalam imajenasi kita sendiri. Kita sendirilah yang membuatnya seolah-olah ketakutan kita itu hidup, seolah-olah terjadi. Padahal jika seandainya anda lakukan, seandainya kita teruskan langkah yang sudah kita ambil dan sudah kita mulai, hasil yang kita dapatkan justru sebaliknya.

Kadang kala kita perlu sedikit bertindak TIDAK PERDULI. Masa bodoh apa kata orang, masa bodoh orang mau bilang apa. Biarkan saja orang mau bicara apa, sepanjang saya yakin saya tidak merugikan orang lain kenapa saya harus takut melakukannya?. Selama tidak DOSA, lakukan saja !.

Misalnya saja saya ingin mengajak teman saya untuk berpartner dalam suatu bisnis. Tapi saya takut ditolak. Bagai mana malunya saya nanti kalau dai tidak mau menjadi rekan saya dalam bisnis ini? Kemudian saya pikirkan lagi, sebenarnya seberapa besar arti kata ‘malu’ itu bila dibandingkan dengan hasil yang bisa saya raih apa bila ternyata teman saya itu mau menjadi rekan saya dalam bisnis ini?. Apakah kata malu itu bisa menyaingi keuntungan yang bisa saya peroleh dari bisnis ini? Alangkah bodohnya saya jika tetap berpegang pada kata ‘malu’ dan rasa takut itu.

Ketakutan dalam bentuk apapun merupakan hambatan terbesar bagi kesuksesan anda. Bila anda tidak berani melangkah melampaui ketakutan anda, bagai mana anda akan bisa meraih sukses anda? Ketakutan anda telah mengurung anda sehingga anda tidak pernah melakukan apapun. Ketakutan anda terasa begitu nyata sehingga anda membatalkan semua niatan anda untuk memulai sesuatu yang baru, memulai langkah anda menuju kesuksesan yang lain. Bagai mana hal ini bisa terjadi?
Boleh saja anda merasa takut, boleh saja anda merasa ragu. Tapi setidaknya hal ini janganlah menjadi penghalang bagi anda untuk memulai langkah baru.

Selamat menjadi pemberani.
Salam Tangguh,

Team Tangguh 3n Kunjungi http://abangherrys.blogspot.com

5 Langkah Networking


5 Langkah Networking

Banyak orang yang selalau mencoba untuk memperluas atau menambah networknya.  Yakni dengan cara bersahabat dengan orang baru, membuat koneksi baru atau mencari networks baru, dengan ini dia dapat memperluas networknya. Itu sangat baik. Namun seharusnya kita juga memperhatikan aturan-aturan dasar dalam networking.

Yang pertama, kenalilah network anda. Ketika baru kenal seseorang, cobalah untuk benar-benar mengenalinya. Misal: apa sebenarnya bisnisnya, apa kesenangannya, kepribadiannya seperti apa dan sebagainya. Caranya dengan lebih melihat dan mengamati secara seksama.

Yang kedua, coba lihat apa sebenarnya yang dia iginkan dari anda kalau dia bersahabat dengan anda. Kalau memang itu ada pada anda, silahkan beri apa yang dia inginkan.

Yang ketiga, coba cek kesamaannya dengan anda. Bila dia suka mancing, dan anda hoby mancing juga atau sama-sama menyukai membaca buku. Nah dari sini,  dapatlah berbincang serukan dengan dia?. Perbincangan jadi menarik dan dia menjadi lebih cocok dengan anda.

Yang keempat, ‘keep contact’.  Selalau anda jaga hubungan itu. Tentu anada harus menghargai waktunya. Jangan menghabiskan waktu nya berjam-jam tanpa sesuatu yang membawa hasil.
Anda harus tau tidak semua orang menyediakan waktunya untuk berbicara dengan anda. Jadi anda harus dapat memberikan sesuatu kepada orang itu, tidak harus berupa material, bisa saja berupa inforfasi ataupun pengertian ataupun nasehat.

Dan yang kelima, anda juga sebetulnya harus bisa menginformasikan sebetulnya apa yang anda inginkan dalam hubungan anda dengan mereka. Asalkan itu sesuatu yang wajar,  saya yakin network anda, kalau dia mampu dan ada, akan mau memberikan apa yang anda inginkan.. entah itu informasi, referensi atau apapun. Dimana dia juga mendapatkan value yang sama besarnya atau bahkan lebih besar lagi dari persahabatan dengan anda.

Kita memang bukan bersahabat utnuk selalu berbisnis. Tetapi sering bahwa kalau kita bisa saling mengisi, maka akan saling mengintungkan. Bila demikian maka hubungan itu akan menjadi lebih baik, lebih membawa kesuksesan kepada kedua belah pihak.

Selamat berNetworking ria, kembangkan terus jaringan anda.

Salam Tangguh,

Team Tangguh 3n

10 Karakter unik

10 Karakter Unik Konsumen Indonesia

Kunci sukses sebuah marketing adalah memahami dengan benar ilmu prilaku konsumen.
Dan inilah 10 karakter/prilaku unik konsumen Indonesia yang harus kita pahami dan contoh implementasinya pada High-Desert, agar kita tidak terpeleset dalam menyusun strategi pemasaran kita.

Karakter # 1: Berfikir jangka pendek
Karakter # 2: Tidak terencana
Karakter # 3: Suka berkumpul
Karakter # 4: Gaptek
Karakter # 5 : Orientasi kepada konteks
Karakter # 6 : Suka merek luar negeri
Karakter # 7 : Religius
Karakter # 8 :Gengsi
Karakter # 9 : Kuat di sub-culture
Karakter #10: Kurang perduli lingkungan

# 01 : BERFIKIR JANGKA PENDEK

Kalau kita menganggap kosumen Indonesia punya pikiran jangka panjang, adalah suatu kesalahan besar. Sebagian besar konsumen Indonesia hanya berfikir jangka pendek.
Contoh: Produk-produk minuman instant semacam minuman penambah tenaga, keperkasaan dll selalu sukses dipasaran, padahal hasil surpei menunjukkan beberapa dari produk minuman tersebut masuk kategori minuman tidak sehat. Contoh lain didunia pendidikan pun banyak bermunculan kursus D1- D3, karena ramai peminatnya dan tentu saja jangka pendek pendidikannya.

Hal ini boleh jadi karena keterbatasan dana yang mereka miliki, rasa santai yang senantiasa menghinggapi bangsa kita. Suka menunda, suka bekerja mendekati dead line. Atau masih suka dengan sistem SKS.
Dari aspek marketing, kita harus sadar dan terus menerus mendidik pasar/masyarakat. Dengan melakukan edukasi bahwa sukses dibidang MLM adalah jangka panjang, bukannya jangka pendek. Untuk itu persiapan, belajar lebih dini diawal memulai bisnis High-Desert akan memberikan kesuksesan dan keberhasilan yang lebih baik dari pada kita melakukan program pendek menjelang presentasi.










# 02 : TIDAK TERENCANA

Konsumen kita termasuk orang-orang yang tidak terbiasa merencanakan sesuatu. Andaipun sudah direncanakan, tetapi secara umum keputusan justru diambil pada saat-saat terakhir. Karenanya sebagai marketer haruslah FLEKSIBEL dan terus-menerus dalam menorehkan kemanfa’atan produk kita dibenak mereka.

Untuk itu kegiatan perencanaan pemasaran haruslah terencana dengan baik, terstruktur dengan tema-tema bulana atau event-event tertentu, misalnya saat bulan puasa ya pakailah program puasa, bulan haji, ya program Haji dsb.

# 03 : SUKA BERKUMPUL

Kebiasan berkumpul sudah melekat dalam budaya bangsa kita. Arisan, reuni, kangen-kangenan dan sebagainya. Efeknya adalah metode WORT OF MOUTH (mulut-kemulut) budaya ranting menjadi sangat efektif menjadi kunci pemasaran Indonesia. Makanya mobil-mobil keluarga laris di Indonesia bila dibandingkan dengan sedan misalnya. Untuk itu memainkan kegiatan sponsorship pada event-event kumpul tersebut dapat menjadi pilihan marketing kita.

# 04 : GAPTEK

Salah satu keunikan konsumen Indonesia. Mau gengsi, tapi susah untuk diajak belajar menguasai teknologi. Banyak yang beli HP yang berfasilitas bagus tapi hanya digunakan bertelepon dan SMSsan saja, padahal HP tersebut dapat digunakan untuk internet, urusan perbankkan dan sebagainya. Penyebabnya satu yaitu tidak bisa menggunakan dan malas untuk belajar.

# 05 : ORIENTASI PADA KONTEKS

Konsumen kita cenderung menilai dan memilih sesuatu dari tampilan luarnya saja. Kecenderungan lain konsumen kita cenderung memilih yang ringan-ringan saja. Pemasaran yang dapat kita lakukan ialah dengan melakukan packaging terhadap suatu produk dalam hal ini High-Desert telah melakukannya dengan sangat baik. Sehebat apapun suatu produk tanpa kemasan yang baik maka hasilnya tidak akan maksimal.

# 06 : SUKA MEREK LUAR NEGERI

Sampai saat ini suka merek luar negeri merupakan salah satu sifat konsumen Indonesia. Hampir semua produk luar negeri atau yang dilabeli merek luar negeri laris manis dinegeri ini.
Hal ini kita pandang secara positifnya saja. Jadi apa lagi ?Produknya bagus, merek luar negeri lagi, HIGH-DESERT…..



# 07 : RELIGIUS

Konsumen Indonesia sampai pada saat ini sangat perduli dengan isu-isu agama. Khususnya dikota-kota tertentu. Untuk itu dalam memainkan marketing dibenak konsumen, maka isu-isu agama harus dikemas dengan baik sebagai bagian dari marketing kita.
Kegiatan ramadhan, Maulid Nabi, Natal, Puasa, Lebaran, Haji dan sebagainya dapat kita jadikan sebagai pijakan marketing kita.

# 08 : GENGSI

Konsumen Indonesia sangat getol dengan gengsi. Banyak yang ingin cepat naik “status” walaupun belum waktunya. Satu kosep pemasaran yang jitu berkaitan denga gengsi ini. Yaitu produk yang menjual gengsi adalah produk yang mampu menawarkan EMOTIONAL VALUE.
Para konsumen harus kita buat bangga denga High-Dsert. Bahwa produk dan bisnis High-Desert harus mampu menimbulkan kesan keren, terpelajar, pebisnis dan sehat.

# 09 : KUAT DI SUB-KULTURE

Pengaruh budaya lokal dan kekuatan etnis di Indonesia masih cukup besar. Untuk itu penggarapannya harus hati-hati, karena ada nilai local yang harus kita jaga. Yang ini untuk tiap wilayah tentunya berbeda. Kita tidak boleh berbenturan dengan budaya lokal tersebut. Aktifitas BELOW THE LINE pun harus dapat menyesuaikan langsung dengan budaya local setempat, karena ini akan mempertajam pemasaran dan akan menyebabkan produk-produk kita dapat diterima dengan baik oleh masyarakat setempat.

# 10 : KURANG PERDULI LINGKUNGAN

Ini juga penyakit yang harus diedukasi, sudah bukan rahasia lagi kalau orang Indonesia kurang perduli masalah lingkungan.
Konsumen kita belum menjadikan lingkungan sebagai gaya hidup. Lihatlah sampah yang bertebaran dijalan, yang ini dihasilkan oleh industri-industri yang juga tidak perduli lingkungan, tetapi lebih peka dengan perhitungan angka-angka saja. Tugas kita harus mengedukasi masyarakat, agar kepekaan terhadap lingkungan menjadi bagian dari gaya hidup.

Sang Keledai dan Kakek Tua

Sang Keledai dan Kakek Tua


Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh kedalam sumur. Hewan itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam sementara si petani memikirkan apa yang harus dilakukan.

Akhirnya, ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun (ditutup karena berbahaya); jadi tidak untuk menolong si keledai. Dan ia mengajak tetangga-tetangganya untuk datang membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah kedalam sumur.

Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang terjadi, ia hampir menagis penuh kengerian. Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena si keledai menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat kedalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya.

Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang-guncangkan badanya agar tanah yang menimpa punggungnya turun kebawah dan menaiki tanah itu.

Sementara tetangga-tetangga si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus juga mengguncang badannya dan melangkah naik. Segera saja,semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tepi sumur dan melarikan diri.

Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepadamu, segala macam tanah dan kotoran. Cara untuk keluar dari ‘sumur’ (kesedihan, masalah dsb) adalah dengan mengguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran dan hati kita) dan melangkah naik dari ‘sumur’ dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan.

Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah. Kita dapat keluar dari ‘sumur’ yang dalam dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah.
Ingatlah aturan sederhana tentang kebahagiaan:
1. Bebaskan diri dari kebencian
2. Bebaskanlah pikiranmu dari kecemasan
3. Hiduplah dengan bersahaja
4. Berilah lebih banyak
5. Tersenyumlah
6. Miliki teman yang membuat engkau tersenyum
“Entah ini adalah waktu kita yang terbaik atau waktu kita yang terburuk, inilah satu-satunya waktu yang kita miliki saat ini!”
Created by: Herry Edison
Team Tangguh-3N

Anak Manusia

Siklus Kehidupan Seorang Anak Manusia

Dalam perjalanan hidup ini ada fase fase yang harus kita lalui semenjak kita dilahirkan. Adapun fase awal hidup kita adalah dimulai ketika kita berumur satu hari sampai kita berusia kurang lebih dua puluh lima tahun yang sering juga kita sebut sebgai fase atau masa bahagia. Karena pada masa ini pada umumnya kita masih berada pada asuhan atau tanggung jawab orang tua kita.

Kemudin pada usia dua puluh lima tahun sampai pada usia kurang lebih enam puluh tahun adalah masa pertanggung jawaban hidup, pada masa-masa ini setiap orang umumnya sudah harus mempertanggung jawabkan dirinya sendiri dan keluarga yang dia miliki misalnya; istri/suami dan anak-anakmereka.

Setelah usia enam puluh tahun ke atas, adalah masa-masa “keritis” karena pada masa ini pada umumnya kita kembali menjadi tanggungan ‘orang lain’. Karena pada masa ini kita telah tiba pada masa PENSION kita.
Pada masa usia ini kita sudah dianggap tidak produktif lagi.

Lantas bagai mana kita menjalani sisa hidup kita nanti?

Ada tiga jawaban yang pasti terjadi dan hanya itu yang bisa kita pilih:

1. Menikmati sisa hidup kita denga sangat menyenangkan karena kita masih punya asset.

2. Menyusahkan orang lain (anak/menantu dan cucu kita). Kalau anak-anak kita kaya, ya mending. Gimana kalau miskin juga?.


3. Mati matiam mempertahankan hidup dengan bekerja keras lagi.

Tentunya kita semua engga ada yang ingin menjadi yang terjadi pada nomer 2 dan 3 bukan?
Saya percaya itu, dan sama percayanya juga bahwa pernyataan nomer satu adalah pilihan kita semua.. Pertanyaannya tentu bagai mana pada usia pension itu nanti saya benar-benar bisa menikmatinya dan saya tidak menjadi beban bagi siapapun?

Ya tentu ada hal-hal yang harus kita lakukan dari sekarang.

- Pertama: Menabung. Menabunglah dari sekarang. Masalahnya untuk menjadi benar-benar kaya maka anda harus menabung minimal 15% dari penghasilan anda sekarang ini setiap bulannya. Celakanya lagi kebanyakan dari kita jangankan untuk menabung, gaji yang diterima setiap bulannya saja kok kayaknya cuma numpang lewat ya.

- Kedua: kita haruslah memiliki usaha sendiri yang bisa membuat tabungan kita itu. Oh..ya, saya seorang pengusah sekarang ini. Ya, selama usaha anda itu masih anda usahakan sendiri dan usaha anda itu bersifat tunggal maka anda tetap menghadapi pension yang masih perlu dipertanyakan juga kualitasnya nanti.
Nah bagi anda yang sudah jadi pegawai negeri pada saat ini jangan dulu merasa sudah aman ya? Mari kita lihat orang-orang tua kita yang sudah pension, gimana taraf kehidupannya? Memprihatinkan bukan? Kebanyakan tidak cukup. Ini karena semakin lanjut usia kita semakin rentan kita terhadap penyakit dan ini membuat biaya hidup kita semakin besar.

Ada sebuah buku yang sangat menarik perhatian saya yang berjudul menjadi pengusaha setelah PENSION. Pertanyaan yang timbul dibenak saya kenapa setelah pension?. Mengapa tidak dari sekarang?.

Sudah jelas kita itu pension karena sudah dianggap tidak produktif lagi. Kalau setelah diPENSIONkan baru anda jadi PENGUSAHA, pertanyaan saya berikutnya, kapan anda pensionnya?. Kapan anda bisa menikmati hidup?. Itu baerarti anda memasuki poin yang nomer tiga kan?. Anda harus bekerja keras lagi,dan mati-matian lagi untuk hidup.

Jadi mulailah dari sekarang!! Mumpung masih usia produktif, mumpung anda masih sehat dan kuat. Kalau anda memulainya dari sekarang, bisa-bisa nada malah pension muda. Jadi rentang waktu anda untuk menikmati hidup jadi lebih panjang bukan?.

Terserah anda bagaimana caranya anda mau menilmati hidup anda setelah pension muda. Mau jalan-jalan keliling dunia?, mau berkecimpung dalam pelayanan agama anda atau badan social kemanusiaan lainnya? Kendalikan keputusan anda sendiri.

Jangan menunda-nunda, mulailah dari sekarang. Jangan mencari-cari alasan untuk tidak melakukan. Alasan untuk menunda itu tidak perlu dicari juga sudah banyak, satu contohnya kemalasan. Tetapi buatlah alasan anda untuk segera melakukan, take action.
Alasan anda haruslah begini “ Ya..Saya ingin segera menikmati hidup yang senang”. Maka anda akan melakukannya dengan senang hati dan tanpa beban. Karena anda memang ingin dan menginginkannya.. percayalah bahwa anda tidak sendirian. Bahkan semua orang meginginkannya termasuk saya.

Oleh karena itu saya mengajak anda untuk memulainya dari sekarang, apa lagi kalau anda belum mempunyai usaha. Bagi anda yang sudah jadi pegawaei swasta maupunPNS.TNI.POLISI dan BUMN atau yang lainnya, mulailah juga dari sekarang. Mungkin anda mengatakan saya tidak punya waktu.
Pertanyaan saya, sudah benar-benarkah anda kehabisan waktu?, sudah efektif dan makximalkah penggunaan waktu anda?.





Waktu kita semua sama yaitu 24 jam sehari semalam. Jadi jangan buang-buang waktu kita yang sama-sama sedikit itu. Jangan sia-siakan hidup anda dengan alasan-alsan.
Kalau kita semu punya waktu yang sama,kenapa ya taraf kehidupan kita tidak sama?
Itu semua terletak bagai mana cara dan strategi kita dalam memanfaatkan dan menggunakan waktu kita.

Tuhan maha adil dengan segala yang Dia ciptakan. Masalahnya kita tidak mensyukurinya dengan bekerja keras,, untuk menggunakan waktu yang diberikan kepada kita.
Jadikan hidup kita menjadi berarti dan bermakna bagi banyak orang.

Salam Tangguh,

Team Tangguh 3n.

Rabu, 08 September 2010

ANTUSIAS

ANTUSIAS

Antusias atau Antosias berasal dari kata AN-TEOS yang berarti di dalam Tuhan.

Antusias atau semangat yang menggelora adalah DASAR dari Semua Kemajuan.
Dengan ANTUSIASME akan ada:

- KEPANDAIAN
- KECAKAPAN dan
- PRESTASI

Tanpa ANTUSIAS yang ada hanya alasan-alasan saja.

Siapa diantara kita yang tidak beragama ?

- Jadi kalau kita semuanya adalah orang yang beragama, percaya sama Tuhan kenapa kita selalu kehilangan semangat? Kehilangan ANTUSIASME kita?. Itu sama saja dengan kita tidak percaya sama Tuhan, alias agama pelengkap KTP saja.

- Kepandaian: Kenapa kita selalau merasa tidak bisa?. Karena kita tidak punya Antusias untuk belajar. Padahal kebanyakan dari orang-orang sukses tidaklah berasal dari orang-orang yang berpendidikan tinggi, bahkan banyak dari mereka malahan gagal dalan bidang study atau sekolah seperti: Thomas Alva Edison,   Bill Gates, Honda dan masih banyak yang lain. Tapi ada satuhal yaitu mereka tidak pernah berhenti untuk mencoba dan mencoba lagi. Itu sama dengan belajar dan belajar terus.

- Dengan Antusias maka ada yang namanya KEPANDAIAN, dengan kepandaian maka akan ada KECAKAPAN. Karena pandai maka seseorang itu menjadi cakap dalam menyelesaikan segala persoalan, permasalahan yang dihadapinya dalam pekerjaannya sehari-hari. Apapun bidang pekerjaan yang dia lakukan.

- Dengan KECAKAPAN yang sudah dimiliki maka seseorang itu tidak akan gampang untuk berputus asa, tidak gampang menyerah, tidak menyia-nyiakan waktu dan talenta yang ada adanya.

Dengan cakap dia akan mengerjakan semua yang menjadi tanggung jawabnya, baik itu tanggung jawab terhadap diri sendiri, terhadap orang-orang yang dicintai, keluarga dan terhadap Tuhannya tentu. Dengan demikian maka orang-orang seperti ini pastilah memiliki prestasi karena setiap apa yang dia kerjakan pasti dilakukan dengan penuh rasa tanggung jawab. Karena didalam dia ada yang namanya ANTUSIASME atau semangat yang BESAR untuk selalu berprestasi.
Karena dia pintar dan cakap untuk melakukan tugas-tugasnya.

Ada beberapahal yang membuat kita selalu kehilangan yang namanya ANTUSIASME ini. Misalnya:

- Kebiasaan hidup kita, adat istiadat;kebiasaan-kebiasaan untuk menunda dan tidak mau belajar.
- Kebiasaan atau celah dari hati kita sendiri, yang mana hati kita dipengaruhi oleh dua hal yaitu; sifat dasar kita; contoh; karakter suku-suku yang takut merantau misalnya. Yang ke dua ialah pola asuh, dimana selama masih hidup diketiak orang tua selalau dimanja misalnya, over protection dari orang-orang sekitar. Jadi, itu jangan, ini jangan. Maka muncul sifat takut salah dan pengen dilayani terus.

Biasanya orang-orang seperti ini selalu kalah dalam persaingan atau perlombaan dalam dunia nyata, diluar lingkungan dimana dia hidup selama ini. Akan selalu menjadi pecundang dan terus dipecundangi oleh orang-orang disekitarnya.

Inilah yang menyebabkan banyak orang menjadi mandek dalam usahanya dan tidak berani melakukan trobosan-trobosan dalam hidupnya. Celakanya lagi banyak yang salah mengartikan sifat GANA’AH dengan menerima apa adanya kemiskinan sebagai takdir Tuhan.
Ini artinya kita menyalahkan Tuhan. Padahal Tuhan itu maha adil dengan hukum karma-Nya, yang berarti kamu menanam, kamu menuai., kalau kamu tanam ilalang jangan berharap menuia gandum. Kamu tanam kemalasan alais tidak punya Antusias maka jangan berharap menjadi kaya atau sukses.. karena kemalasan adalah sumber dari kemiskinan. Miskin tentu identik dengan orang-orang gagal.
Jadi jangan pernah menyalahkan Tuhan, terhadap apa yang kita punyai sekarang ini.
Mari kita instrospeksi apakah kita ini sudah benar-benar orang yang beragama dalam arti yang sebenarnya?.

Kalau ANTUSIAS itu sudah tidak ada lagi pada diri kita itu berarti kita sudah setengah mati, jadi agar kita tidak menjadi mati suri mari kita bangkit dan miliki kembali ANTUSIASME didalam diri kita. Miliki iman yang benar-benar kepada Tuhan yang kita percaya menurut agama kita masing-masing. Dengan Antusiasme kita dapat menjadi orang –orang pintar, dengan kepintaran kita menjadi orang-orang ang cakap. Dengan Antusiasme kita akan berprestasi dalam usaha-usaha kita, apapun itu.

Akhirnya: ANTUSIASME TIDAK HANYA MENOLONG KITA UNTUK MERAIH IMPIAN, NAMUN JUGA MEMBUAT PERJALANAN KITA MENJADI LEBIH MENYENANGKAN.

Semoga bermanfa’at bagi kita semua, jadikan kata ANTUSIAS itu menjadi pengingat bahwa kita ada di dalam Tuhan, karena kata ANTUSIAS itu berarti DIDALAM TUHAN, yang percaya kepada Tuhan, katakana AMIN.

Salam Tangguh

Team Tanggu 3n

Minggu, 05 September 2010

Spiritual Motivasion (Christian)#


Spiritual Mitivation ( Christian)

Aku berkata kepadamu: Sesunggunya jika biji gandum  tidak jatuh kedalam tanah dan mati, ia tetap biji saja; tetapi jika ia mati ia akan menghasilkan banyak buah.       (Yohanes 12:24) dan
Lima butir roti tambah dua ekor ikan.

Pelayanan = Permuridan. Tapi permuridan  adalah bentuk pelayanan yang khusus. Orang-orang yang melakukan permuridan adalah diibratkan seperti yang tertulis di dalam kitab Yohanes 12:24 tersebut.

Tujuan akhir dari sebuah permuridan adalah menghasilkan  banyak murid (buah) atau yang dimaksud untuk menghasilkan orang-orang yang mampu mengajar/melakukan apa yang dilakukan oleh sang orang yang mengambil inisiatif untuk memuridkan (Guru).
Tujuan sang guru dalam melakukan pemuridan ini tidak sekedar melahirkan murid-murid yang cakap, tapi lebih dari itu, melahirkan murid-murid yang kelak akan menjadi      guru-guru yang cakap pula untuk melakukan tugas-tugas permuridan lagi.

Lantas apa hubungannya dengan Lima roti dan Dua ikan?

Ketika Tuhan Yesus berkhotbah dipinggir pantai dan dihadiri lebih dari 5000 orang dan ketika tiba saatnya untuk makan, maka tuhan Yesus memerintahkan para muridnya untuk mengumpulkan makanan yang ada di antara para hadirin dan yang terkumpul hanya Lima butir roti dan Dua ekor ikan. Lalu Tuhan Yesus melakukan sebuah Mugjizat.

Dan bagian lain firman Tuhan mengatakan “manusia tidak hidup dari roti saja” jadi jelas dikatakan bahwa roti juga harus ada supaya manusia itu hidup.

Jelaslah bahwa melayani atau pelayanan tidaklah cukup dengan firman saja, dan juga tidak harus menjadi seorang Pendeta atau Guru agama. Semua orang harus ambil bagian sesuai talenta dan beban yang Tuhan berikan.

Sering kali saya melihat/mendapatkan banyak orang yang kecewa dengan pelayanan Gereja, ketika orang bermasalah dengan “ROTI”, tapi yang diberikan hanya “FIRMAN”. Dan tidak sedikit dari mereka yang akhirnya menyerah dan jatuh.

Melihat kejadian-kejadian tersebut terbukti bahwa firman YAHWEH adalah benar tidak ada batasnya. Selalau up to date, selalu baru dan pas dipandang dari sudut manapun kita melihatnya.
Saya melihatnya dari sudut pandang yang berbeda mungkin dari orang lain.                Saya memandang permuridan itu tidak dari sisi FIRMAN saja tapi saya memandangnya daru sisi ROTI juga. Ya sisi ROTI yang berarti berusaha atau berbisnis supaya setiap anak Tuhan mampu mengasilkan dan menjadi penghasi roti-roti.


Pola firman Tuhan Yesus pada Yoh 12:24 dan tentang Lima roti dan Dua ikan serta kejadiannya ketika Yesus sedang berkhotbah menyampaikan firmanNya, maka sangat jelas bahwa Firman dan Roti itu harus ada dan seimbang, bahkan kalau kita lihat lebih jauh maka dikatakan roti itu bersisa duabelas keranjang.

Disini saya terjemahkan Permuridan/sell group/kelompok PA dan lain-lain adalah merupakan sebuah jaringan yang bersifat pelayanan permuridan Firman. Tujuannya jelas untuk menlahirkan kader-kader pemberita firman dan akan berkembang seperti seel ataupun jaringan yang meluas.

Multi level Marketing atau Network Marketing mempunyai pola atau karakter yang sama , yaitu pelipat gandaan atau yang lebih dikenal dengan istilah Power of Duplications.
Dan dari nama atau istilahnya Network = jaringan = jala.
Ingatkan perintah Tuhan Yesus kepada murid-muridnya untuk pindah dari penjaring ikan menjadi penjaring atau penjala manusia.
Kenapa jala?, kenapa penjala?. Ya karena jala/jaring itu tidak pandang bulu. Mau ikan besar atau ikan kecil, dari jenis tongkol atau cumi-cumi, mau yang merah maupun yang hitam semua dijaringnya.

Demikian kalau kita melihat dan memperhatikan jaring laba-laba juga punya pola yang sama. Semua serangga yang lewat apakah itu nyamuk, lalat, kupu-kupu atau capung pasti nyangkut dijaring sang laba-laba. Tapi mari kita lihat apa yang lebih dahulu dilakukan sang laba-laba? Sebelum mendapatkan mangsa yang tersangkut dijaringnya maka sang laba-laba tersebut harus membangun atau membentangkan terlebih dahulu jaringnya. Dia dengan bersusah payah memanjat dari satu pohon kepohon lain dari satu cabang kecabang lain dari satu ranting kerantang yang lain barulah jalanya selesai.

Setelah selesai membangun jalanya/jaringnya maka sang laba-laba berdiam ditengah-tengah jaringnya dan menunggu serangga yang nyangkut. Begitu ada serangga yang nyangkut lantas silaba-laba menhampiri dan memakan serangga tersebut. Serangga tersebut kita ibaratkan dengan roti yang kita bicarakan di atas.

Demikian juga dengan bisnis MLM.jika ingin memperoleh roti, maka kita harus membangun jaringan bisnis kita terlebih dahulu. Kalau perlu kita harus “MATI” dulu seperti FirmanNya. Artinya kita harus mau berkorban, berkorban habis-habisan untuk menolong orang-orang menjadi maju dan berhasil, ingat hukum tabur dan tuai, apa yang kamu tabur itulah yang kamu akan tuai. Kalau kamu menabur ilalang manalah mungkin kamu menui gandum. Ajari dan muridkan sampai menjadi murid-murid yang cakap dan kamu akan melihat hasinya.

Di MLM kita bisa  menjaring siapa saja. Mau yang kaya atau yang miskin, suku yang berbeda, bangsa yang berbeda dan juga dari Gereja yang berbeda bahkan dari agama yang berbeda juga mungkin orang yang tidak beragama. Bisakan ini menjadi ladang kesaksinmu juga?. Laki,perempuan semuanya bisa.

Dan di MLM anda juga bisa mengajari mereka untuk menjadi orang-orang yang bisa menjadi penghasil roti dan tidak itu saja mereka bisa sekalian bertindak menjadi guru-guru yang mengajari orang lain manjadi guru-guru pembuat roti.
Dan mengapa sisa duabelas keranjang dari lima roti dan dua ikan setelah dibagikan kepada lima ribu orang?

Itu adalah perlambang dari kemakmuran. Lebih dapat kita artikan tidak kekurangan. Tidak kekurangan dapat dikatakan kaya bukan?
Kalau roti berlimpah bahkan bersisa berarti tidak ada yang kelaparan. Dan tidak ada yang kelaparan berarti semuanya cukup yang berarti juga makmur.
Coba kita simak doa Bapa Kami “berikanlah kami pada hari ini makan kami yang secukupnya” Makanan berarti Roti yang berarti juga kebutuhan kita yang lainnya misalnya; rumah, sandang, mobil dll. Cukup berarti tidak kurang.

Kalau makmur atau kaya, yang sama dengan diberkati dengan berkelimpahan, bukankah begitu seharusnya anak-anak Tuhan dimuka bumi ini??

Berkelimpahan, itukan janji-Nya….???

Tuhan Yesus tidak pernah menjanjikan sengsara ataupun kemiskinan bagi umat-Nya, bagi anak-anak-Nya. Bahkan sengsara itu telah ditanggungnya dikayu salib.

Tapi, pertanyaannya, mengapa begitu banyak anak-anak Tuhan yang miskin, sengsara dan terlunta-lunta? Dengan kata lain bermasalah dengan “ROTI”.

Itulah yang menjdi beban dalam pemikiran penulis, Mengapa………..?
Ada banyak cara untuk menjawab pertanyaan itu dan salah satunya adalah dengan berbisnis di MLM seperti yang penulis lakukan.
Kenapa MLM..? ya… karena disana kita bisa terapkan pola “PERMURIDAN” dan karena dibisnis ini semua orang bisa melakukannya karena tidak diperlukan modal yang besar, yang tentunya bisa diikuti oleh orang-orang yang bermasalah dengan “R O T I” tadi.

Selamat melakukan permuridan dan menebar jaring anda.

Salam Tangguh,


Team Tangguh 3n

Take Time


Take Time

Take time to think;
it is source of power.

Take time to read;
it is foundation of wisdom.

Take time to play;
it is the secret of staying young.

Take time to be quiet;
it is the opportunity to seek God.

Take time to be aware;
it is opportunity to help others.

Take time to love and be loved;
it is God’s greatest gift.

Take time to laugh;
it is the music of the soul.

Take time to be friendly;
it is the road of happiness.

Take time to dreamed
it is what the future is made of.

Take time to pray;;
it is the greatest power on earth.

Kamis, 02 September 2010

K A K A P

K A K A P

Ya…Kakap adalah nama sejenis ikan laut yang sangat lejat dan cocok sekali sebagai salah satu makanan kesukaan saya (kepala kakap ala rumah makan Padang).
Kakap sering kali diidentikkan dengan sesuatu yang berkelas. Sering kita mendengar istilah kelas kakap untuk sesuatu yang besar seperti; Pengusaha kelas kakap, perusahaan kelas kakap dan juga engga ketinggalan Bandit/Penjahat kelas kakap.

Sementara yang berlawanan dengan kelas kakap maka akan dekategorikan sebagai kelas Teri. Padahal di pasar harga kedua jenis ikan tersebut sama-sama kelas kakap (teri Medan), alias sama-sama mahal.

Mengapa segala sesuatu yang besar selalu dikatakan kelas Kakap? Padahal ikan kakap bukanlah ikan yang terbesar dilaut. Masih banyak jenis ikan yang bahkan jauh lebih besar dari ukuran ikan Kakap. Hiu, Paus misalnya.

Ya…bukan mau berceritera tentang masakan ikan Kakap kita disini.

Saya ingin mengajak rekan-rekan untuk memancing, tetapi bukanlah ikan kakap yang mau kita pancing, saya ingin mengajak memancing ikan Hiu atau ikan Paus ,rekan-rekan.
Memancing Hiu atau Paus..??. jangan diselokan ataupun kolam..tidak ada. Memancing hiu atau paus ..ya.ke laut..! !.

Maksud saya begini, sering kali kita menginginkan yang besar atau waaah.
Kita menginginkan rumah yang besar, mobil mewah, berlibur keluar negeri dan menyekolahkan anak di sekolah yang terbaik.
Saya katakana itu bukanlah sesuatu yang mustahil untuk anda raih.

“IMPOSIBLE IS NOTHING”

Tapi yang menjadi pertanyaan, kenapa kok banyak orang yang tidak dapat meraih atau mendapatkan keinginan yang besar itu ? ya kita anggap saja keinginan yang besar itu sebagai ikan Hiu atau ikan Paus.

Hal itu dikarenakan seperti seorang yang mau memancing hiu/paus, tetapi dia tidak pernah kelaut memancing, dia hanya pergi keselokan, kesungaipun tidak.
Kalau begini, ya tidak muangkinlah dapat hiu/paus.

Bila kita menginginkan dapat hiu/paus maka memancinglah ke laut. Engga cukup di laut saja, tetapi ke tengah laut, ke laut lepas.
Tentu anda engga bisa begitu saja pergi ketengah lautan lepas, bisa mati tenggelam anda. Apalagi anda engga bisa berenag, sudah pasti itu. Atau jangan-jangan anda yang didapatkan sang hiu/paus dan anda yang menjadi korbannya. Ha ha ha ha……


Untuk mendapatkan sang hiu/paus tersebut maka kita harus melakukan persiapan, peralatan penunjang, kapal/perahu, pancing/jala/jaring atau tombak seperti yang dilakukan beberapa suku di Indonesia Timur misalnya. Dan jangan lupa orang-orang yang mendukung kita.

Kita harus melakukan dan memiliki sarana tersebut diatas kalau kita mau berhasil dan sukses dalam memperoleh apa yang ingin kita pancing (hiu/paus).
Kalau anda pada saat ini adalah pegawai atau karyawan swasta ataupun pegawai negeri golongan menengah maka anda adalah termasuk orang-orang yang memancing di selokan atau sungai saja. Seberapa keraspun usaha anda untuk memancing, engga akan pernah anda mendapatkan hiu/paus, karena memang engga ada disana. Seberapa besarpun usaha anda memancing disana hanya ukuran kilogram yang bisa anda bawa pulang, Lantas..?
ya ke lautlah memancingnya.

Dibutuhkan keberanian memang, keberanian untuk berpindah dari selokan/sungai ke laut. Dibutuhkan keberanian untuk berpindah profesi dari pegawai/employee ke Pengusaha/Entrepreneur.

Tapi…..? Jangan takut dulu saudaraku…
Saya tidak bermaksud menjebak anda kok, ya diperlukan suatu persiapan yang matang agar kita tidak terjebak dan kecewa nantinya.
Banyak jalan atau cara berpindah dari employee menjadi seorang Etrepreneur.

Kenapa harus jadi Entrepreneur ?. ya… karena Entrepreneur itu ibaratnya lautan luas. Dimana disana anda bisa berenang tanpa ada yang membatasi anda, satu-satunya yang bisa membatasi anda adalah diri anda sendiri. Itulah mengapa saya katakana tadi harus ada orang-orang yang bisa menolong kita dan sekaligus menolong diri mereka sendiri yang juga tanpa batas. Dengan demikian anda bisa mendapatkan/memperoleh sebanyak apa yang anda maui. Kalau anda tetap bertahan sebagai employee maka anda seperti berenag disebuah kolam renang. Tembok-tembok sekeliling kolam telah membatasi anda. Sekalipun anda mempunyai kemampuan dan tenaga yang lebih, anda sudah dibatasi sedalam dan seluas bidang kolam renang tersebut saja, tidak bisa lebih.
Ya income/gaji/upah anda telah dibatasi sebesar apa yang anda terima sekarang. Memang akan anda kenaikan, tapi berapa % pertahun? Lebih tinggi mana bila kita bandingkan dengan kenaikan inflasi?.

Dan berapa besarkah keinginan anda?, berapa yang bisa anda tabung ? setelah dipotong dengan kebutuhan anda dan keluarga?. Lantas berapa lama anda harus menabung untuk sebuah keingnan anda yang terbesar misalnya, sebuah rumah?.
Stelah tiba jangka waktunya anda menabung (5) tahun misalnya, masih samakah nilai tabungan Rupiah anda dengan nilai keinginan anda?





Maka yang anda temukan adalah; nilai uang anda menyusut, sementara nilai keinginan anda telah naik berbanding terbalik < >. Infasi penyebabnya.

Orang yang apa dia inginkan dan ia mendapatkannya adalah seorang pengusaha atau Entrepreneur. Selalau ada waktu dan peluang untuk dia mengusahakan. Makanya disebut pengusaha.

Ada tiga cara kita untuk berpindah menjadi Pengusaha/Entrepreneur:

1. Cara yang berat (dengan modal yang sangat besar)
2. Cara yang sedang (dengan modal Rp 100 juta keataslah)
3. Cara yang sangat ringan (bisa dikatakan tidak membutuhkan modal meski tidak bisa dikatakan nol modal sama sekali) tapi bisa dan sangat bisa memperoleh hasil yang tidak kalah dengan kedua jenis yang diatas dan telah terbukti banyak yang melampauinya.

Contoh yang:

1. Berat adalah; Membangun system sendiri, misalnya; Honda, Toyota (banyak perusahan Jepang yang melakukan system ini , yaitu mereka membangun paberik mereka di seluruh dunia.
2. Sedang adalah; Bisnis waralaba seperty; super market, rumah makan, bengkel, mini market dan lain-lain,
3. Ringan adalah: Pemasaran Jaringan atau Network Marketing atau di Indonesia lebih dekenal denga istilah MLM.

Mari kita perhatikan hasil surpey ini dan surpey membuktikan:

- 5% orang terkaya didunia mencari dan membangaun jaringan
- 20% orang kaya karena factor keturunan dan konglomerasi
- 75% adalah orang-orang yang bekerja/employee atau orang-orang yang mencari pekerjaan untuk mendapatkan upah atau bayaran.
Siapakah yang membayar upah mereka?. Tentunya adalah sang pengusaha.

Nah yang 5% orang yang terkaya didunia itu adalah orang-orang yang berhasil dengan membangun jaringan bisnisnya.
Network Marketing atau pemasaran jaringan adalah kapal atau perahu yang dapat anda gunakan untuk berlayar kesamudera luas agar anda bisa memancing bahkan menjala hiu-hiu ataupun paus-paus yang anda inginkan

Jadi kalau kita ingin memperoleh ikan hiu/paus jangan kekali/sungai/kolam memancingnya. Memancinglah kesamudera lepas. Disana anda tidak hanya bisa memancing, tapi anda bisa menjaring/menjala sebanyak apa yang anda mau, anda sendiri yang menentukan.


Sebarkan jaring/jala anda seluas mungkin dan bukan hanya hiu yang anda dapat kan.
Banyak jenis ikan lain juga akan terjaring. Sekalipun anda mungkin tidak mendapatkan hiu atau paus, tetapi ikan yang anda peroleh tidak lagi KILOGRAM ukurannya, tapi TON. Jadi …ya nilainya hiu/paus juga kan..??

Dengan mengunakan system MLM, anda engga usah langsung kelaut atau pindah profesi. Anda bisa menjadikan bisnis MLM itu menjadi bisnis sampingan terlebih dahulu.
Tapi anda harus memiliki komitmen/tekat yang kuat untuk belajar dan menjalankanya minimal satu tahu (Learning by doing).
Cari perusahan MLM yang baik dan benar. Temukan Mentor atau guru yang hebat disana.

Setelah satu tahun anda kan bisa menilai perahu anda. Apabila nilainya sudah sama atau hampir sama dengan nilai yang anda peroleh saat ini (gaji/upah) anda, maka anda sudah punya pilihan tentunya.

Saran saya ..anda sudah boleh secara pelan-pelan meninggalkan dunia anda yang lama, lantas langsung tancap gas di dunia anda yang baru ini.

MAU YANG KELAS KAKAP..??
Tinggalkan yang kelas TERI…! !

Selamat berburu paus/hiu anda…

Salam Tangguh

Team Tangguh 3n