Inspiring Words
"Sebagian Orang Hanya Bermimpi Sukses Sementara Yang Lainnya Bangun dan Bekerja Keras Untuk Sukses"
Kamis, 09 Agustus 2012
Karo Siadi: Kampoeng Boekoem
Karo Siadi: Kampoeng Boekoem: Perkampungan Boekoem Het Karo Batak dorp Boekoem date : ca. 1870 Author : K. Feilberg (Fotograaf/photographer) Source Tropenmuseum
Minggu, 01 Juli 2012
HADAPI KETAKUTAN ANDA!
Ingatkah saat Anda masih kecil dan ketakutan sendiri saat membayangkan ada monster yang bersembunyi di bawah tempat tidur Anda? Bagaimana Anda bisa mengalahkan ketakutan itu? Kebanyakan ada orang lain yang menyalakan lampu dan menunjuk ke bawah tempat tidur untuk meyakinkan Anda bahwa moster Anda tidak lebih dari sehelai sweater yang menggantung di kursi. Sekali terang itu datang, monster itu tidak lagi menakutkan. Prinsip yang sama dapat diaplikasikan untuk mengatasi ketakutan kita akan kegagalan. Saat kita melihat ketakutan kita dalam terang siang hari, kita menemukan bahwa ternyata apa yang kita takuti itu tidak terasa begitu menakutkan lagi.
Anda dapat mengingat langkah-langkah berikut ini untuk membawa terang kepada hal-hal yang paling kita takuti.
Temukan Sudut Pandang Yang Berbeda
Kita sering mengaku kalah hanya karena kita gagal mencapai hasil akhir yang kita harapkan. Tapi belum tentu semua hasil-hasil yang sudah kita dapatkan itu adalah kegagalan. Spencer Silver, seorang ahli kimia di 3M Research Laboratories, berusaha menemukan bahan perekat yang lebih kuat pada tahun 1970. Hasil-hasil yang dia dapatkan malah semuanya berkebalikan dari yang dia maksudkan. Bahan perekat itu memang menempel pada benda-benda tapi dapat dengan mudah dilepaskan kembali. Itu adalah bahan perekat yang sangat lemah, bukan yang sangat kuat.
4 tahun kemudian, ilmuwan 3M yang lain bernama Arthur Fry mengoleskan sedikit bahan perekat Spencer Silver ke selembar kertas untuk menandai halaman-halaman di buku yang berisi teks lagu yang akan dia nyanyikan dalam paduan suara di gereja. Dari "kegagalan" Spencer Silver, Post-It Notes dikembangkan di tahun 1980 dan telah menjadi salah satu dari produk kantor terkenal di pasaran. Lihatlah kegagalan Anda dari sudut pandang yang berbeda. Anda mungkin akan menemukan bahwa, dari sudut pandang lain, mereka malah membuka pintu kesempatan yang sama sekali baru untuk Anda.
Kembangkan Kemampuan Anda untuk Mengatasi Masalah
Sir Arthur Conan Doyle, pencipta tokoh fiksi terkenal detektif Sherlock Holmes, menceritakan pengalamannya saat suatu kali dia naik ke salah satu taksi di Paris. Sebelum dia mengatakan sesuatu, sopir taksi itu bertanya kepadanya, "Anda mau pergi ke mana, tuan Doyle?" Doyle sangat kaget. Dia bertanya apakah sopir itu pernah bertemu dengannya sebelumnya. "Tidak tuan, tapi koran pagi ini memuat cerita tentang anda sedang berlibur di Marseilles. Di sinilah tempat pangkalan taksi yang pasti didatangi oleh orang-orang yang baru kembali dari Marseilles. Warna kulit Anda menunjukkan bahwa Anda baru pulang dari berlibur, noda tinta di jari kanan Anda membuat saya menebak Anda adalah seorang penulis. Pakaian Anda bergaya Inggris, bukan Perancis. Dan dari semua informasi itu saya menyimpulkan Anda adalah Sir Arthur Conan Doyle".
"Ini menakjubkan!" kata Doyle. "Anda benar-benar seperti versi nyata dari tokoh fiksi ciptaan saya, Sherlock Holmes!" "Ada satu petunjuk lagi," kata sopir itu. "Apa itu?" "Nama yang ada di depan kopor Anda..." Kalau saja semua petunjuk sejelas itu! Saya menemukan bahwa mereka yang tidak dapat mengatasi ketakutan akan kegagalan adalah yang seringkali berjalan menjauhi kegagalan itu tanpa berusaha menemukan alasan mengapa mereka gagal dan bagaimana mereka bisa menghindari kesalahan yang sama di lain kesempatan.
Meminta Bantuan
Di antara teman-teman Anda ada seseorang yang mempunyai informasi yang Anda butuhkan untuk mengatasi masalah yang sedang Anda hadapi. Seseorang dapat menawarkan dorongan kepada Anda saat Anda sedang bergumul. Seseorang pernah berada di posisi yang mirip dengan yang sedang Anda alami sekarang dan dapat memberikan saran-saran yang dapat dilakukan agar Anda dapat sampai ke tempat yang Anda tuju. Apa yang mencegah Anda untuk mencari mereka sekarang?
Tolak Godaan untuk Menyerah
Ketekunan adalah satu-satunya perbedaan yang nyata antara mereka yang akhirnya berhasil meraih tujuan mereka dan mereka yang hanya berbicara tentang tujuan yang ingin mereka capai. Jangan takut terhadap kemunduran sementara. Itu akan menghilang seiring dengan kesuksesan yang Anda terus usahakan. Tapi takutlah akan kehidupan yang Anda habiskan hanya dengan berpikir, "Bagaimana kalau...".
Hadapi ketakutan Anda akan kegagalan. Anda akan menemukan bahwa itu tidak lebih menakutkan daripada monster khayalan yang Anda bayangkan di masa kecil dulu.
Salam Tangguh...!
Selasa, 19 Juni 2012
Tukang Kayu
Seorang tukang kayu tua bermaksud untuk pensiun dari pekerjaannya disebuah perusahaan konstruksi Real Estate. Ia mengutarakan keinginannya tersebut kepada pimpinan perusahaan. Tentu saja, kerena tak bekerja lagi, maka ia kana kehilangan penghasilan bulanannya, akan tetapi keputusannya sudah bulat. Ia memang merasa bersalah.
Tapi Ia sudah ingin beristiraha untuk menikmati hari tuanya dengan penuh kedamaian bersama isteri dan keluarganya.
Mendengar keinginan itu pemimpin perusahan merasa sedih karena akan kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya. Ia lalu memohon pada tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah untuk dirinya.
Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi Pimpinan perusahaan tersebut. Tapi, sebenarnya Ia merasa terpaksa. Ia ingin segera berhenti. Hatinya tidak sepenuhnya dicurahkan. Dengan ogah ogahan dia mengerjakan proyek itu. Ia cuma menggunakan bahan bahan seadanya dan dari bahan kelas termurah. Dan akhirnya selesailah rumah yang diminta pimpinan perusahaan tersebut.
Hasilnya bukanlah sebuah rumah yang baik. Sungguh disayangkan Dia harus mengakhiri kariernya dengan sebuah prestasi yang tidak mengagumkan bahkan sangat mengecewakan.
Ketika pimpinan perusahaan itu data dan melihat rumah pesanannya, maka Ia menyerahkan sebuah kunci rumah tersebut kepada si Tukang Kayu tersebut. " Ini adalah rumahmu," katanya, Ini adalah hadiah dari kami sebagai ucapan terimakasih kami atas baktimu selama ini kepada perusahaan.
Betapa terkejutnya si tukang kayu. Betapa malu dan menyesalnya dia. Seandainya saja ia mengetahui bahwa ia sesungguhnya sedang mengerjakan rumah untuk dirinya sendiri, maka ia akan mengerjaka dengan cara yang lain sama sekali yaitu dengan cara yang terbaik tentunya. Kini ia harus tinggal disebuah rumah yang tidak terlalu bagus hasil karyanya sendiri.
Itulah yang sering terjadi dalam kehidupan kita. Kadang kala, banyak dari kita yang membangun kehidupan kita dengan cara yang membingingkan. Lebih memilih berusaha alakadarnya dari pada mengupayakan hal yang terbaik. Bahkan dalam hal hal terpenting dalam hidup kita, kita tidaklah memberikan yang terbaik.
Pada akhir perjalanan kita terkejut saat melihat apa yang telah kita lakukan dan menemukan diri kita dalam rumah yang kita ciptakan sendiri.
Seandainya kita menyadari sejak semula, maka kita kan menjalani hidup ini dengan cara yang jauh berbeda.
Renungkan bahwa kita adalah si tukang kayu tersebut, renungkan pula rumah yang sedang kita bangun. Setiap hari kita memukul paku, memasang papan, mendirikan dinding dan atap. Mari kita selesaikan rumah kita dengan sebaik mungkin seolah olah kita hanya mengerjakannya dengan kesempatan sekali saja seumur hidup.
Biarpun kita hanya hidup satu hari, maka dalam satu hari utupun kita pantas untuk hidup dalam kemenangan dan kejayaan.
Apa yang bisa diterangkan lebih jelas lagi. Hidup kita esok adalah akibat sikap dan pilihan yang kita perbuat hari ini. Hari perhitungan adalah milik Tuhan, bukan kita, karenanya Pastikan Kitapun Masuk dalam barisan Pemenang.
Salam Tangguh...!
Langganan:
Komentar (Atom)

