Maaf Saya belum bisa menulis lebih sering, beberapa waktu belakangan ini Saya sangat sibuk bepergian dan baru saja bisa mengatur nafas sejenak.
Saya ingin berterima kasih kepada Anda semua yang mengucapkan selamat ulang tahun untuk Saya. Saya sangat terharu atas kehangatan Anda dan bahagia membaca semua ucapan-ucapannya.
Saya ingin berterima kasih kepada Anda semua yang mengucapkan selamat ulang tahun untuk Saya. Saya sangat terharu atas kehangatan Anda dan bahagia membaca semua ucapan-ucapannya.
Sebenarnya, Saya harus bepergian sendiri ke New Zealand di hari ulang tahun Saya untuk bekerja. Pada awalnya Saya berencana ingin menghabiskan seminggu di Singapura bersama keluarga, tetapi karena jadwal yang padat hanya pada minggu inilah Saya bisa pergi ke New Zealand untuk menemui pemasok madu kita dan tur berkeliling pabrik dan pengolahan.
Hari yang indah sekali ketika Saya terbangun di hari ulang tahun Saya. Saya tinggal di sebuah hotel yang bagus tepat di samping sebuah taman besar. Brian pemasok kita menjemput Saya dan kami berkendara selama dua jam dari Christchurch ke Timaru, New Zealand dimana kantor mereka berada. Di tengah perjalanan kami berhenti di sebuah kafe yang sangat indah untuk sarapan dan minum kopi.
Sesampainya di kantor, Saya berkenalan dengan semua orang dan kami pergi untuk meninjau tempat tersebut. Sangat menyenangkan ketika Saya ditunjukkan bagaimana madu mentah datang dan disimpan lalu produk madu yang sudah dikemas dikirim keluar. Saya juga belajar lebih banyak mengenai berbagai jenis clover honey dan warnanya. Yakinlah bahwa kita mendapatkan jenis terbaik dari madu tersebut. Saya juga berkesempatan untuk mengadakan pengetesan rasa. Pengalaman yang luar biasa bisa mencicipi cita rasa madu yang bervariasi.
Beberapa saat kemudian, kami menuju ke pabrik tempat HDI Clover Honey kita dikemas. Saya terkesan sekali dengan cara madu kita disaring dan dikemas.
Produk kita benar-benar 100% alami dan Saya sangat menikmati melihat prosesnya. Saya juga belajar lebih jauh tentang HDI Clover Honey. Madu murni tidak akan pernah membusuk. Kadang warna dari madunya berubah tetapi itupun hanya disebabkan oleh proses kristalisasi yang normal. Ini terjadi jika madunya didiamkan untuk beberapa saat dan terkena sedikit panas dalam perjalanan. Saya memahami bahwa terkadang kita memiliki masalah dengan madu dan tampilannya, tetapi berdasarkan diskusi Saya dengan pemasok kita, wajar jika madu mengalami beberapa perubahan. Saya memeriksa secara langsung semua madu kita dari pabrik dan mereka sangat cantik! Ini merupakan clover honey putih premium dan melewati berbagai rintangan untuk bisa sampai ke tangan Anda. Kami juga mendiskusikan beberapa prosedur kontrol kualitas untuk semakin meningkatkan kualitas proses.
Perjalanan dilanjutkan dengan berkendara selama 45 menit menuju tempat yang indah bernama Danau Tepako. Danau Tepako luar biasa indah! Pemandangannya sangat menakjubkan. Bisakah Anda bayangkan air danau yang biru jernih yang dilatari dengan pegunungan yang berselimut salju? Saya mensyukuri cuaca yang sangat bersahabat karena seminggu yang lalu disini bersalju. Airnya sangat tenang, udaranya segar dan sejuk. Kami berjalan-jalan sebentar sebelum menikmati makan siang fish ‘n chips dan bir New Zealand dingin di udara terbuka sambil menikmati pemandangan. Ini merupakan momen istimewa dalam hidup Saya.
Kami mengambil beberapa foto disana juga mengunjungi Gereja Gembala Baik (Church of a Good Shepherd). Berikut ini penjelasannya.
Gereja Gembala Baik terletak di tepi Danau Tekapo, yang mana merupakan gereja pertama yang didirikan di Cekungan Mackenzie pada tahun 1935. Gereja St. Patrick di Celah Burkes yang dibangun pada tahun 1872 adalah gereja pertama uang dibangun oleh para pelopor sebagai upaya komunitas bersama oleh Anglikan Presbyterian dan penetap Katolik. Juga sebagai patungan atas Presbyterian dan Anglikan, gereja St. Columba di Fairlie dibangun pada tahun 1879. Gereja di Danau Tekapo dirancang oleh arsitek asal Christchurch yang bernama R.S.D Harman, berdasarkan sketsa seniman lokal bernama Ester Hope. Gereja ini dapat dikatakan sebagai objek yang paling sering difoto di New Zealand, dan memiliki jendela altar yang membingkai pemandangan danau dan gunung yang menakjubkan. (Dikutip dari Wikipedia)
Setelah makan siang di Danau Tekapo, kami menempuh satu setengah jam untuk mengunjungi Jacky. Jacky adalah pawang lebah sumber madu kita. Ketika kami datang, Jacky keluar dan dalam sekilas Saya tahu Saya akan menyukai orang ini. Dia adalah sosok yang ramah dan sangat ahli segala hal urusan lebah. Dia membuka sebuah sarang untuk Saya dan mengizinkan Saya mengambil beberapa foto.
Ini pertama kalinya Saya begitu dekat dengan lebah tanpa mengenakan pakaian pelindung. Mereka sangat jinak dan “bersahabat”. Saya bahkan berhasil melihat ratu lebah di dalam sarang dan ini sangat hebat! Jacky menjelaskan bagaimana lebah-lebah keluar dan mengumpulkan nektar dari bunga lalu kembali ke sarang. Setelah itu kami pergi ke tempat kerja Jacky untuk melihat sarang lebah buatannya. Sangat menyenangkan melihat seorang ahli bekerja. Kami mengelilingi kawasan ternak lebah Jacky sebelum mengucapkan selamat tinggal. Sayangnya Jacky akan segera berhenti dari mengurus lebah, dan Saya doakan yang terbaik untuknya.
Selesai mengunjungi Jacky kami meluncur ke kota kecil untuk minum kopi dan beristirahat. Merupakan hari yang sangat sibuk untuk kami semua. Kami mencoba mencari kafe tetapi semua kafe di New Zealand tutup pukul 5 sore! Akhirnya kami beristirahat di sebuah sport bar dan minum kopi. Kami berbincang-bincang mengenai industri madu di New Zealand. Ternyata ini merupakan tahun sulit bagi New Zealand dari sisi cuaca dan mempengaruhi pasokan madu. Kami bekerja sama seerat mungkin dengan pemasok dan pawang lebah untuk memastikan pasokan madu kami stabil, namun sayangnya harga madu di berbagai tempat sedang melonjak. Pasokan yang berkurang bersamaan dengan meningkatnya permintaan sehingga kenaikan harga merupakan hal yang tidak terhindarkan. Tetapi kami berharap tahun depan akan lebih baik sehingga pasokan kita dapat kembali normal.
Tuntas minum kopi dan berbicang-bincang, kami memulai perjalanan kembali ke hotel. Saya sudah mengantuk dan tertidur di mobil. Saat itu waktu menunjukkan pukul 7 malam dan Brian mengajak Saya untuk makan malam di sebuah tempat bernama Simo’s. Simo’s adalah sebuah kafe kecil yang menyediakan makanan Moroko. Yang bisa Saya ungkapkan hanya wow! Makanannya luar biasa! Sungguh menakjubkan melihat koki mencampurkan berbagai bahan-bahan unik yang saya pikir tidak akan cocok, namun ketika Saya cicipi, wow! Benar-benar santapan yang spesial.
Brian kenal dekat dengan Simo, pemilik restoran ini, dan ia berbincang-bincang sebentar dengan kami. Saya terkejut dan tersentuh dengan cerita Simo. Awalnya Simo memiliki 3 restoran, namun ketiganya hancur karena gempa bumi yang mengguncang Christchurch tahun lalu. Dan setelah direnovasi, ketiga restoran tersebut hancur kembali oleh gempa bumi February tahun ini. Simo adalah koki yang restorannya disebut-sebut Singapore Airlines sebagai 5 hal penting untuk dikunjungi jika ke Christchurch, namun sekarang ia bekerja di sebuah kafe kecil dan masih menghasilkan makanan yang menakjubkan.
Simo adalah pria yang bersemangat dan seseorang yang patut dihormati. Kami berbincang tentang berpindah dari Christchurch karena gempa, namun ia berkata keluarganya disana (ia memiliki dua orang putra) dan kota tersebut butuh orang-orang untuk tinggal. Jika orang-orang pergi, akan sulit bagi kota tersebut untuk kembali seperti sedia kala. Ia mendapatkan berbagai tawaran kerja dari seluruh dunia bahkan menyediakan katering skala besar untuk lebih dari 1000 orang, namun dia adalah pria yang hangat dan bersahabat. Ia bahkan menunjukkan kepada kami rencananya, akan membuat kafe yang menyediakan permen, makanan pencuci mulut, dan minuman. Di lantai atas kafe tersebut juga akan ada sekolah masak dan menurut Saya sangat hebat. Saya berdoa yang terbaik untuknya!
Usai makan malam, Brian mengantarkan Saya ke hotel. Akhirnya Saya bisa mandi air hangat dan memeriksa email Saya. Saya juga melihat banyak ucapan selamat dari Anda semua dan Saya sangat tersentuh. Jadi hari ini di ulang tahun Saya yang ke-33 dan Saya harus berpisah jauh dengan keluarga, Saya menghabiskannya dengan teman-teman baru di tempat yang sangat indah juga dilimpahi ucapan selamat dari Anda semua. Saya pikir Saya tidak bisa meminta ulang tahun yang lebih membahagiakan dari ini. Terima kasih semuanya.
=====
Birthday With Honey and Bee
Hi Everyone!
Sorry I haven’t been writing more frequently, but I’ve been very busy travelling and have not really managed to catch my breath just yet.
Sorry I haven’t been writing more frequently, but I’ve been very busy travelling and have not really managed to catch my breath just yet.
I would like to thank each and every one of you that wished me for my birthday. I am very touched with the warm greetings and felt very happy to read all your messages.
Actually, I had to travel to New Zealand alone during my birthday for work. At first, I was supposed to spend the week in Singapore with the family but because of my tight schedule, this is the only week I was free to travel to New Zealand to meet our honey suppliers and to have a tour of the factory and the processing plant.
It was a beautiful day when I woke up on my birthday. I was staying in a nice hotel which was right next to a big park. Our supplier, Brian picked me up and we drove 2 hours from Christchurch to Timaru, New Zealand where the office is to have a look. Along the way we stopped at a very nice cafe to have breakfast and coffee.
When I reached the office, I was introduced to everyone and we went to have a look at the place. It was great as I was shown how the raw honey came in and was stored and the packed honey products shipped out. I also learnt more about the various types of clover honey and the colouring. Rest assured, we are definitely getting the best type of clover honey. We even had some honey tasting! It was a great experience being able to sample different flavours of honey.
After a while, we headed out to the factory where our HDI Clover honey is packed. I was very impressed with the way the honey was filtered, creamed and packed. Our products are definitely 100% natural and I certainly enjoyed watching the process. I also learnt more about our HDI Clover honey. Pure honey will never go bad. Sometimes the colour of the honey changes but that is only due to crystallization which is very normal, this happens when the honey sits for a while and is exposed to a small amount of heat along the way. Sometimes I understand that we have some issues with the honey and its appearance but based on my discussion with our suppliers and our testing, it is normal for the honey to undergo some form of change. I personally inspected all our honey from the factory and they looked beautiful! This is really premium white clover honey and everyone goes through a lot of trouble to be able to get that honey to you. We also discussed some quality control procedures to help to improve the processes which was great.
After spending some time at the factory, we drove 45 minutes to this beautiful place called Lake Tepako. Lake Tepako is a truly beautiful and amazing place. The view was unbelievable! Can you imagine a intense blue body of water with snow capped mountains in the background? I was also very thankful for the fantastic weather because just 1 week ago it was snowing there! The water was very still and the air was crisp and cool. We walked around for a while before settling down for a delicious lunch of fish and chips with a cold New Zealand beer outdoors while admiring the view. It was truly a special moment for me.We took a couple of pictures while we were there and also had a look at the Church of the Good Shepherd. This is a description of it:
Situated on the shores of Lake Tekapo is the Church of the Good Shepherd, which, in 1935, was the first church built in the Mackenzie Basin. The church at Burkes Pass, St Patrick’s built in 1872 was the first church built by pioneers as a joint community effort, by Anglicans Presbyterian and Catholic settlers. Also a joint venture between Presbyterians and Anglicans, St Columba in Fairlie was built in 1879. The church at Lake Tekapo was designed by Christchurch architect R.S.D. Harman, based on sketches by a local artist, Esther Hope. The church is arguably one of the most photographed in New Zealand, and features an altar window that frames stunning views of the lake and mountains. (Courtesy of Wikipedia)
After our lunch at Lake Tekapo, we drove another half an hour to visit Jacky. Jacky’s a bee keeper that supplies us with honey. When we arrived, Jacky came out and from the first look, I knew I was going to like him. He was a friendly guy that was such an expert when it came to bees. He opened up a hive for me and even let me take a couple of pictures. This was the first time I was so close to a hive without the protective gear. The bees were very docile and “friendly”. I even managed to spot the queen bee in the hive which was great! Jacky explained how the bees would go out to collect the nectar from the flowers and come back to the hive. After that, we went into Jacky’s workshop where he makes his own hives. It was great to see a master craftsman doing what he did. We then went around his farm for a while before saying goodbye. Unfortunately, Jacky is retiring from beekeeping and I would love to wish him all the best.
After seeing Jacky, we drove to a little town to have coffee and relax for a while. It had been quite a busy day for us after all! We tried to find a coffee shop but apparently in New Zealand, all the shops close at 5pm! In the end we had to go to a sports bar to have our coffee. We talked about how the honey industry in New Zealand too. Apparently, New Zealand didn’t have a good year in terms of the weather and therefore the honey supply was affected. We are working very closely with our suppliers and beekeepers to ensure that we will always have to have our steady supply of honey but unfortunately this year honey prices across the board has just gone up. Less supply coupled with increasing demand means that prices have to rise and this is something that was unavoidable. But we are hoping to have a better year next year so that supply can return to normal.
After our coffee, we split up and I rode with Brian back to the hotel. I was already sleepy by then and took a nap in the car. By this time it was already around 7pm and Brian took me for a quick dinner. We went to this place called Simo’s. Simo’s is a cafe that services Moroccan food. All I can say was wow! The food was unbelievable! It was amazing to see the chef mix unusual types of ingredients together that somehow I will not think will match, but when I tasted his dishes…wow! It was something really special.
Brian knew Simo, the owner personally and he came out to talk to us for a while. I was very surprised and touched by Simo’s story. Simo used to have 3 restaurants. I said used to because they were damaged during the earthquake that hit Christchurch last year, and after he renovated them to fix them up again, they were destroyed in the earthquake this February. This is a chef who’s restaurants were mentioned in Singapore Airlines top 5 things to do in Christchurch, but yet now he is working behind the counter of a small cafeteria still making his wonderful food.
He is truly a man of passion and someone I can respect. We talked about moving of Christchurch because of the quakes, but he said that his family was there (he has 2 boys) and that the city needed people to stay. If people left, the city would find it even harder to get back on its feet . He has had numerous job offers all over the world and even does large scale catering (for more than 1000 people) but he is such a warm and friendly person. He even got new construction plans from his car to show us-it will be his new cafe which will offer sweets, deserts and drinks. It will also have a cooking school upstairs and I think it looked great. Wishing him all the best!
After dinner, Brian dropped me off at the hotel. I had the chance to have a hot shower and to check my email. I also saw the many greetings that all of you had sent me and I was very touched. So today, on my 33rd birthday, even though I was alone away from family, I spent it with new friends in a beautiful place and also had all of your well wishes. I don’t think I could have asked for a better birthday than this. Thank you all









Tidak ada komentar:
Posting Komentar