Inspiring Words

"Sebagian Orang Hanya Bermimpi Sukses Sementara Yang Lainnya Bangun dan Bekerja Keras Untuk Sukses"

Jumat, 10 September 2010

10 Karakter unik

10 Karakter Unik Konsumen Indonesia

Kunci sukses sebuah marketing adalah memahami dengan benar ilmu prilaku konsumen.
Dan inilah 10 karakter/prilaku unik konsumen Indonesia yang harus kita pahami dan contoh implementasinya pada High-Desert, agar kita tidak terpeleset dalam menyusun strategi pemasaran kita.

Karakter # 1: Berfikir jangka pendek
Karakter # 2: Tidak terencana
Karakter # 3: Suka berkumpul
Karakter # 4: Gaptek
Karakter # 5 : Orientasi kepada konteks
Karakter # 6 : Suka merek luar negeri
Karakter # 7 : Religius
Karakter # 8 :Gengsi
Karakter # 9 : Kuat di sub-culture
Karakter #10: Kurang perduli lingkungan

# 01 : BERFIKIR JANGKA PENDEK

Kalau kita menganggap kosumen Indonesia punya pikiran jangka panjang, adalah suatu kesalahan besar. Sebagian besar konsumen Indonesia hanya berfikir jangka pendek.
Contoh: Produk-produk minuman instant semacam minuman penambah tenaga, keperkasaan dll selalu sukses dipasaran, padahal hasil surpei menunjukkan beberapa dari produk minuman tersebut masuk kategori minuman tidak sehat. Contoh lain didunia pendidikan pun banyak bermunculan kursus D1- D3, karena ramai peminatnya dan tentu saja jangka pendek pendidikannya.

Hal ini boleh jadi karena keterbatasan dana yang mereka miliki, rasa santai yang senantiasa menghinggapi bangsa kita. Suka menunda, suka bekerja mendekati dead line. Atau masih suka dengan sistem SKS.
Dari aspek marketing, kita harus sadar dan terus menerus mendidik pasar/masyarakat. Dengan melakukan edukasi bahwa sukses dibidang MLM adalah jangka panjang, bukannya jangka pendek. Untuk itu persiapan, belajar lebih dini diawal memulai bisnis High-Desert akan memberikan kesuksesan dan keberhasilan yang lebih baik dari pada kita melakukan program pendek menjelang presentasi.










# 02 : TIDAK TERENCANA

Konsumen kita termasuk orang-orang yang tidak terbiasa merencanakan sesuatu. Andaipun sudah direncanakan, tetapi secara umum keputusan justru diambil pada saat-saat terakhir. Karenanya sebagai marketer haruslah FLEKSIBEL dan terus-menerus dalam menorehkan kemanfa’atan produk kita dibenak mereka.

Untuk itu kegiatan perencanaan pemasaran haruslah terencana dengan baik, terstruktur dengan tema-tema bulana atau event-event tertentu, misalnya saat bulan puasa ya pakailah program puasa, bulan haji, ya program Haji dsb.

# 03 : SUKA BERKUMPUL

Kebiasan berkumpul sudah melekat dalam budaya bangsa kita. Arisan, reuni, kangen-kangenan dan sebagainya. Efeknya adalah metode WORT OF MOUTH (mulut-kemulut) budaya ranting menjadi sangat efektif menjadi kunci pemasaran Indonesia. Makanya mobil-mobil keluarga laris di Indonesia bila dibandingkan dengan sedan misalnya. Untuk itu memainkan kegiatan sponsorship pada event-event kumpul tersebut dapat menjadi pilihan marketing kita.

# 04 : GAPTEK

Salah satu keunikan konsumen Indonesia. Mau gengsi, tapi susah untuk diajak belajar menguasai teknologi. Banyak yang beli HP yang berfasilitas bagus tapi hanya digunakan bertelepon dan SMSsan saja, padahal HP tersebut dapat digunakan untuk internet, urusan perbankkan dan sebagainya. Penyebabnya satu yaitu tidak bisa menggunakan dan malas untuk belajar.

# 05 : ORIENTASI PADA KONTEKS

Konsumen kita cenderung menilai dan memilih sesuatu dari tampilan luarnya saja. Kecenderungan lain konsumen kita cenderung memilih yang ringan-ringan saja. Pemasaran yang dapat kita lakukan ialah dengan melakukan packaging terhadap suatu produk dalam hal ini High-Desert telah melakukannya dengan sangat baik. Sehebat apapun suatu produk tanpa kemasan yang baik maka hasilnya tidak akan maksimal.

# 06 : SUKA MEREK LUAR NEGERI

Sampai saat ini suka merek luar negeri merupakan salah satu sifat konsumen Indonesia. Hampir semua produk luar negeri atau yang dilabeli merek luar negeri laris manis dinegeri ini.
Hal ini kita pandang secara positifnya saja. Jadi apa lagi ?Produknya bagus, merek luar negeri lagi, HIGH-DESERT…..



# 07 : RELIGIUS

Konsumen Indonesia sampai pada saat ini sangat perduli dengan isu-isu agama. Khususnya dikota-kota tertentu. Untuk itu dalam memainkan marketing dibenak konsumen, maka isu-isu agama harus dikemas dengan baik sebagai bagian dari marketing kita.
Kegiatan ramadhan, Maulid Nabi, Natal, Puasa, Lebaran, Haji dan sebagainya dapat kita jadikan sebagai pijakan marketing kita.

# 08 : GENGSI

Konsumen Indonesia sangat getol dengan gengsi. Banyak yang ingin cepat naik “status” walaupun belum waktunya. Satu kosep pemasaran yang jitu berkaitan denga gengsi ini. Yaitu produk yang menjual gengsi adalah produk yang mampu menawarkan EMOTIONAL VALUE.
Para konsumen harus kita buat bangga denga High-Dsert. Bahwa produk dan bisnis High-Desert harus mampu menimbulkan kesan keren, terpelajar, pebisnis dan sehat.

# 09 : KUAT DI SUB-KULTURE

Pengaruh budaya lokal dan kekuatan etnis di Indonesia masih cukup besar. Untuk itu penggarapannya harus hati-hati, karena ada nilai local yang harus kita jaga. Yang ini untuk tiap wilayah tentunya berbeda. Kita tidak boleh berbenturan dengan budaya lokal tersebut. Aktifitas BELOW THE LINE pun harus dapat menyesuaikan langsung dengan budaya local setempat, karena ini akan mempertajam pemasaran dan akan menyebabkan produk-produk kita dapat diterima dengan baik oleh masyarakat setempat.

# 10 : KURANG PERDULI LINGKUNGAN

Ini juga penyakit yang harus diedukasi, sudah bukan rahasia lagi kalau orang Indonesia kurang perduli masalah lingkungan.
Konsumen kita belum menjadikan lingkungan sebagai gaya hidup. Lihatlah sampah yang bertebaran dijalan, yang ini dihasilkan oleh industri-industri yang juga tidak perduli lingkungan, tetapi lebih peka dengan perhitungan angka-angka saja. Tugas kita harus mengedukasi masyarakat, agar kepekaan terhadap lingkungan menjadi bagian dari gaya hidup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar