Selasa, 14 September 2010

NARSIS


Narsisme New Generation

Ada sebuah hasil riset baru yang mengatakan, dalam zaman anak-anak masih kecil tidak pernah lagi dimarahi, malahan selalu dipuji, bahkan untuk suatu yang paling kecil sekalipun, ternyata melahirkan generasi yang haus akan pujian.
Di rumah, di sekolah, di kampus, di mana saja selalu mengharapkan pujian.

Ketika mereka menghadapi dunia nyata, dan melihat dunia kerja dan pergumulan yang keras, dan mereka tidak lagi mendapatkan pujian dari orang-orang disekeilingnya,  maka terasa sebuah ketidak nyamanan yang mendalam. Ada kekecewaan dan rasa rendah diri, mereka menganggap dirinya tidak mampu dan tidak dihargai, dan merasa gagal didalam hidupnya. Padahal sebenarnya itu hanya biasa-biasa saja, sebuah perjalanan kehidupan yang umum kok. Apa lagi kalau kena teguran dan dimarahi, langsung putus asa.

Pujian yang berlebihann ini juga menimbulkan sifat ‘NARSISME’. Narsisme adalah kekaguman akan diri sendiri yang berlebihan, tanpa empati dan keperdulian terhadap orang lain.

Facebook,twitter bersama dengan teknologi lainnya, membuat hal ini menjadi berkembang dan semakin subur saja. Ucapan selamat ulang tahun dari 100 orang, yang memudahkan orang tau tanggal lahir kita, mulai membuat kita merasa menjadi orang penting. Seperti ketika ada orang yang lewat didepn kita dan tersenyum, kita merasa menjadi selebriti, merasa orang itu menghormati kita.

Teknologi membuat orang-orang semakin individualistik dan narsis. Kita menjauhi orang yang tidak sesuai dengan keinginan dan pandangan kita, dan hanya berkumpul dengan orang-orang yang mau memuji kita saja. Jaman dulu kalau anda tidak suka dengan seorang teman anda, susah menggantinya, karena hanya dia yang hidup dekat dengan anda. Tapi sekarang, tinggal klik klik klik, selesai dapat 100 teman baru.

Kenaikan taraf hidup masyarakat secara umumpun, juga melahirkan pemanjaan, anak minta apa saja dituruti, terutama dengan kesibukan para orang tua zaman modern ini, menimbulkan rasa bersalah terhadap anak, yang mengakibatkan apa saja yang diminta sang anak selalu berusaha utuk diberikan. Generasi Narsispun menjadi tambah Egois, tidak perduli lagi dengan kepentingan orang lain. Dunia ini dianggap berputar hanya untuk dirinya sendiri saja, yang berporos pada jiwa kerdilnya.

Pelajaran apa yang anda dapat, apa yang bisa kita lakukan?

  1. Mendidik anak: Keseimbangan dalam mendidik anak menjadi penting, teknologi
Harus dibarengi dengan kearifan dan pembelajaran akan hidup dan kehidupan.
  1. Koreksi Diri: Menyadari hal ini, baik untuk menyadarkan diri kita kembali; Kembali ke dunia nyata yang lebih realistic, lebih menginjak bumi.
  2. Marketing: Jaman baru yang penuh dengan Egoisme dan Narsisme, perlu personifikasi target market, harga bukan hal yang utama, pemuasan ego pelanggan akan menjadi kunci sukses marketing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar