Senin, 29 Agustus 2011

Bekas Padang Gurun , Taman Ekosistem Masa Depan

by Israel Berbahasa Indonesia on Thursday, August 25, 2011 at 1:54pm
 
Ariel Sharon Park yang pernah menjadi tempat pembuangan sampah terbesar di Israel, adalah sebuah contoh bagaimana mengubah bahaya lingkungan hidup menjadi suatu aset nasional.


Ariel Sharon Park, di masa depan luasnya akan lebih besar daripada New York Central Park.

Oleh  Rivka Borochov

Suatu tempat pembuangan sampah terbesar di negara Israel yaitu Tempat Pembuangan Sampah (TPA) Hiriya yang terletak antara Ramat Gan dan Tel Aviv, telah menjulang tinggi dengan penolakan dari warga Israel yang terjadi antara tahun 1952 hingga 1998, dan ketika akhirnya ditutup. Penumpukan sampah menjulang hingga ketinggian 200 meter dan meluas hingga  lebih dari 2.000 acre.

Saat ini lingkungan yang merusak pemandangan ini sedang berubah menjadi wonderland ekosistem, Ariel Sharon Park. Rencana pembangunan secara keseluruhan termasuk amfiteater, restoran, kafe, lapangan olahraga, dan kelas pendidikan untuk mengajarkan tentang kemasyarakatan dan lingkungan hidup. Setelah selesai, area ini akan mencakup luas tiga kali lebih besar dari ukuran Central Park, New York City.


Pemandangan dari  udara Ariel Sharon Park yang dibangun di atas bekas tempat pembuangan sampah.

Baru-baru ini, sekitar 25 acre taman warga Israel telah dibuka untuk umum dengan menggunakan tiket masuk yang harus dipesan terlebih dahulu. Dari puncak gurun bekas tempat pembuangan sampah, pengunjung dapat menyaksikan pemandangan kota Tel Aviv dengan garis-garis besar perencanaan lokasi wonderland. Mulai dari daerah yang dekat dengan Ben-Gurion International Airport, Ariel Sharon Park akan memberikan jalur hijau berkesinambungan yang  membentang hingga ke dalam kota Tel Aviv, menghubungkan sejumlah jalur hijau dan taman-taman yang telah ada. Hal ini memberikan harapan yang cerah bagi sebuah bencana lingkungan yang suram.

Nama taman diambil dari nama mantan Perdana Menteri Ariel Sharon, seorang pendukung antusias dari gagasan tersebut. Pembangunan taman diperkirakan menelan biaya total sebesar US $ 250 juta. Biaya itu banyak digunakan untuk menghancurkan dan meratakan bekas penimbunan sampah menjadi suatu taman yang cantik. Tanah dan saluran air harus direhabilitasi, dan pembangunan pusat daur ulang fungsional di lokasi dengan sejumlah teknologi lingkungan hidup yang canggih, termasuk pemanfaatan biogas untuk daya lampu. Standar keselamatan yang ketat diterapkan pada jalur hiking dan jalur bersepeda serta area taman bermain.

Moran Tzarfati, juru bicara untuk proyek tersebut, mengatakan bahwa sejauh ini, "Kita telah membuka bagian pertama dari taman yang terdiri dari 100 dunam dari keseluruhan  8.000 dunam. 100 dunam telah berada di puncak taman, dan itu termasuk balkon untuk memandang seluruh area distrik, yang merupakan bagian paling utama dari Ariel Sharon Park".


Ariel Sharon Park akan menawarkan jalur hijau berkesinambungan yang  memanjang hingga  ke kota Tel Aviv.

Untuk saat ini pengunjung hanya dapat mencapai taman dengan kendaraan mobil. Setelah sampai di sana pengunjung akan dijemput oleh wahana antar-jemput bertenaga listrik untuk mengantar mereka menuju ke puncak gunung.

Sulit untuk mengatakan kapan taman ini akan selesai, namun gagasannya  adalah untuk membuka taman secara bertahap sedikit demi sedikit. "Delapan ribu dunam (2.000 acre) sulit rasanya untuk mengembangkan sekaligus," kata Tzarfati. "Gunung itu sendiri terdiri dari sekitar 500 atau 600 dunam saja. Kami akan membukanya sebagian dahulu, dan tidak lama lagi kami akan membuka pintu masuk lain ke area taman."

Esty Appelbaum-Polani, Ketua dan Anggota Dewan  Direksi Ariel Sharon Park, menyatakan: "Taman ini dengan tegas akan menempatkan Negara Israel berada di garis depan dalam  perlindungan ekosistem, sebagai proyek lingkungan hidup kelas satu. Dalam hal ini Israel telah menciptakan terobosan dengan mengubah bahaya lingkungan hidup menjadi aset nasional.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar