9 langkah menjadi Pengusaha (Emtrepremeur)
Pada jaman yang semakin kompetitif ini, menjadi wiraswastawan tidaklah berarti lebih sulit dari 25 tahun lalu. Persaingan memang semakin tajam, situasi ekonomi tidak mendukung, teknologi merubah gaya hidup semua orang. Perubahan politik ekonomi Indonesia, dan semakin merebaknya Frachise model, memang membuat semakin sulitnya orang yang mau memulai bisnis baru dari nol, saya mencoba berbagi beberapa pemikiran untuk teman-teman yang ingin memiliki bisnisnya sendiri.
1. Kesempatan adalah kunci utama. Opportunity is the key. Tangkaplah kesempatan yang sesuai dengan “Passion” anda, carilah kesempatan yang sesuai dengan kemampuan anda. Kesempatan jadi kunci utama, ketajaman opservasi dan kejernihan analisa sangat diperluk untuk meraih kesempatan yang ada.
2. Lakukan saja. Just Go Do It. Tindakan, eksekusi, action, pada saat awal dari sebuah bisnis , jauh lebih penting dari strategi yang besar dan komplek. Kerjakan, perbaiki kalau salah, lakukan dengan lebih baik lagi, dan mengalir. Perhatikan kelakuan anda hari ini, minggu ini. Perbaiki layanan, dan sikap anda melayani pelanggan. Fokus pada tindakan. Kesalahan adalah hal biasa, perbaiki secepatnya, dan lakukan lagi.
3. Jual, jual, dan jual. Selling is more important than Marketing. Menjual adalah kemampuan kunci yang harus ada pada setiap pengusaha. Bakat alam atau pelatihan, tetap saja salesmanship adalah kunci utama pada pengembangan awal seorang entrepreneur. Word Of Mouth, referensi, dari mulut ke mulut (gunakan teknologi: dari email, facebook,twitter,dll), adalah alat bamtu yang cocok dan murah untuk marketing “Story” adalah senjata kuat untuk menebarkan “Core Talkable Difference” bisnis anda pada “Segmen Market” anda.
4. Carilah rekan yang mencintai pekerjaannya dan percaya pada visi anda. Hire people who embrace your vision. . Kita membutuhkan skillset yang pas untuk setiap pekerjaan, tapi pada awal sebuah bisnis, kita butuh orang yang bisa “all round”, bisa macam2, dan yang terpenting punya semangat dan optimisme dan keyakinan yang tinggi akan suksesnya bisnis kita.
5. Carilah teman, sahabat, bangum network yang mendukung bisnis anda. Build good Network. Kenalilah orang kunci yang bisa mensupport bisnis anda, bentuk jaringan persahabatan yang tepat. Jangan hanya berharap dari mereka, tapi lakukan hal-hal yang menguntungkan mereka. Jadikan mereka sahabat, jadikan mereka rekan bisnis anda, (sibiosis mutualisme perinsipnya).
6. Belajar, belajar, belajar. Learn, re-Learn and keep Learning. Semua pemula selalu punya banyak kesalahan, baik asumsi ataupun proses berbisnis. Belajar, dan perbaiki, dan lakukan lagi. Belajar yang berkesinambungan, baik dari membaca, mendengar kassett, ikut seminar, internet, dan masih banyak cara lainnya, selalu akan menjadi kunci untuk memperkaya kemampuan bisnis kita, lebih tajam, lebih hebat dalam berbisnis.
7. Menggapai Langit, Menginjak Bumi. Dream high, but keep your feet to the ground. Setiap bisnis dimulai dengan mimpi. Tetapi kita harus selalu ingat akan realitas, dan “menginjak bumi”. Kerendahan hati dan tingginya mimpi harus diseimbangkan dalam melakukan bisnis. Peliharalah mimpi anda, hari yang menyakitkan dapat diobati dengan mimpi indah saat akan masuk tidur. Mimpi dan optimisme adalah obat kita menghadapi pahitnya awal bisnis.
8. Bertahanlah, awal bisnis selalu sulit. Try to Survive. Sementara semua buku bisnis mengajarkan “segmentation, targeting, positioning, branding,differentiation” dan seterusnya, kita bertahan pada hari ini makan apa, besok jual apa. Data Amerika: 51 persen bisnis tidak bertahan dalam 5 tahun pertamanya. Saya kira buat pengusaha awal hanya 1 dari 5 pebisnis awal yang mampu mempertahankan bisnisnya pada 3 tahun pertama. Penghematan pengeluaran, fleksibilitas untuk berkompromi, dan keteguhan untuk terus berjalan, adalah hal-hal yang akan membuat kita mampu bertahan pada awal bisnis kita.
9. Selalu optimis dan bersikap positip. Positive Thinking and Optimism. Kemampuan kita merangkul kesulitan, menghadapai kepahitan, menerima kegagalan sementara dengan dada terbuka, serta selalu optimis bahwa kita bisa dan besok adalah hari yang lebih baik adalah hal yang penting. Pandangan bahwa sukses hanya tinggal ditikungan jalan depan, menjadikan perjalanan kita lebih dapat ditolelir, lebih mampu kita lewati, betatapun sulitnya. Terbukalah akan setiap kesempatan. Jangan pernah putus asa.
Itulah 9 hal yang saya anggap penting dalam memulai bisnis baru. Tentu, doa dan keyakinan anda pada Agama masing2 menjadi kunci spiritual dan emotional yang penting, bahkan saya yakin banyak yang akan menganggap hal tersebut adalah nomor satu dalam kehidupan bisnisnya.
Catatan ini untuk jenis bisnis baru, kecil yang dimulai dari awal, bukan untuk para “franchisee” dan bukan untuk bisnis besar yang membutuhkan 10 Milliard Rupiah atau lebih untuk memulainya.
Setiap pemimpin atau wiraswasta membutuhkan kemampuan teknis, kemampuan analisa dengan ketepatan keputusan, dan kemampuan emotional dalam mengembangkan bisnisnya. Membutuhkan knowlgde, skill dan attitude yang pas. Ada banyak buku, video, semiar, pendidikan pendek dan panjang yang akan mempertajam kemampuan kita dalam berbisnis, saya hanya mencoba mengawali 9 hal yang saya anggap penting dalam memulai bisnis baru. Selamat berbisnis, salam sukses selalu.
”Tangguh”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar