W A K T U
Ada dua jawaban yang berbeda tapi sama kalau kita berbicara tentang waktu. Saya sering mendengar orang-orang berbicara tentang waktu, begini:
Tuan Polan mengatakan, sudah, saya sangat sibuk sekali,habis waktu saya sudah. Dari pagi sampi malam waktu saya sudah habis untuk bekerja. Engga adalagi waktu yang tersisa.
Pulang kerja, sampai dirumah badan dalam keadaan capek. Setelah mandi maka, situan Polan pun sejenak beristirahat sambil makan malam dan menonton TV kesangan dan tak lama kemudian harus pergi tidur supaya tidak kesiangan bangunnya basok pagi.
Karena bila kesiangan maka terlambatlah sampai ketempat kerjaan(kekantor). Kalau sudah begini alamat akan mendapatkan sangsi dari bos.
Rutinitas sehari-hari yang seperti ini yang harus dijalani si tuan Polan, sehingga si tuan Polan pun tidak ada lagi waktu untuk keluarga, bersosialisai dengan tetangga apalagi dengan Tuhan. Hidupnya habis dengan rutinitas yang sangat membosankan. Tapi harus dijalani dengan keterpaksaan. Engga ada pilihan lain.
Si tuan Delon mengatakan begini, dari jam 5 pagi saya harus sudah berangkat dari rumah dengan mengayuh beca saya menuju pangkalan pasar terdekat.
Setelah mengantarkan 2,3 x penumpang ketujuan mereka, maka penumpangpun mulai sepi. Pada umumnya jam 9 pagi penumpang sudah tinggal 1,2,3 saja, sedang beca yang menunggu ada 12-20.
Setelah memasuki jam 10an si tuan delon dan rekan-rekan sesame tukang beca mulialah memasuki cara mereka menghabiskan waktu mereka yaitu; ada yang bermain catur, gapleh dan yang lainnya, ada juga yang tiduran sampai jam 4 sore. Maka mereka kembali lagi memanfaatkan waktu mereka menarik becanya sampai kira-kira jam 8-9 malam. Setelah itu merekapun mulailah pulang kerumah mereka masing-masing. Sesampainya dirumah, tuan Delon pun istirahat sambil nonton TV. Dan tak lama kemudian tuan Delon pun ketuduran karena rasa ngantuk yang datang mendera.
Tuan Poland dan tuan Delon adalah adalah gambaran bagai mana cara-cara kebanyakan orang untuk menghabiskan waktu mereka.
Keduanya adalah orang-orang yang bekerja keras dena penuh dedikasi terhadap pekerjaan mereka.
Tuan Polan adalah pekerja keras dan memang dihruskan bekerja lebih keras lagi dari hari-kehari. Pagi hari harus suah berangkat kekantor tanpa memperdulikan hujan yang turun, kalaupun ada urusan keluarga anak yang sakit misalnya atau ada undangan tetangga maka semuanya itu harus diwakilkan oleh si tuan Polan. Tuan Polan tidak bisa dengan sembarangan meninggalkan pekerjaannya.
Dengan kata lain si tuan Polan sudah terikat oleh waktu bekerjanya.
Tuan Delon juga setali tiga uang dengan tuan Polan. Mau hujan atau ada urusan keluarga maka tuan Delon pun harus mengabaikan itu. Kalau tidak, maka tuan Delon pun akan menerima sangsi dari waktunya sendiri. Dia akan kehilangan pendapatannya hari itu, karena pelanggannya tidak akan menunggunya.
Tuan Poland dan tuan Delon sama-sama bekerja keras di bidang yang sangat berbeda sampai-sampai mereka tidak punya waktu lagi. Tujuan meraka sam. Menghabiskan waktu mereka untuk memperoleh uang.
Waktu adalah mata uang yang sesungguhnya, jadi bukanlah Dollar, Yen, ataupun Rupiah, (Time is Money).
Dollar, Yen dan Rupiah semata-mata hanyalah alat ukur untuk menghargai waktu itu sendiri. Berapa Rupiah anda dibayar perjamnya ?, sebegitulah harga waktu anda.
Waktu adalah alat penukar kita dengan sesuati yang kita ingin wujutkan; baik itu kesehatan, rumah, mobil, jalan-jalan dan yang lainnya.
Semua kita diberikan oleh Tuhan waktu yang sama yaitu 24 jam sehari. Tapi nilai tukar waktu kita tidaklah sama. Kebanyakan orang yang seperti diwakili oleh tuan Poland an tuan Delon yang ada diatas tadi. Bekerja kerasa sampai kehabisan waktu tapi nilai tukarnya sangat rendah atau tipis bahkan sering tidak ada nilainya. Alias terbuang dengan sia-sia. Telalu banyak nonton TV, ngerumpi, ngegosip misalnya.
Sementara itu sebagian orang menggunakan waktu bekerja yang sedikit, tapi dihargai dengan sangat mahal. Bahkan tidak jarang dari mereka nilai tukar waktu sejamnya tidak bisa dihabiskan dengan wantu 30 x 24 jam.
Jadi tentang waktu, bukan seberapa banyak waktu yang kita habiskan. Tapi seefektif, seefesien dan seberkualitas apa kita memanfaatkan waktu itu. Bukan kwantitasnya, tapi kwaliyasnyalah yang dihargai.
Bukan banyaknya kesibukan anda, tapi hasilnyalah yang dinilai. (Materi dan Non materi).
Manfaatkan waktu anda.
Salam Tangguh
Team Tangguh 3n

Tidak ada komentar:
Posting Komentar