Inspiring Words

"Sebagian Orang Hanya Bermimpi Sukses Sementara Yang Lainnya Bangun dan Bekerja Keras Untuk Sukses"

Minggu, 31 Oktober 2010

Jangan Tutup Tirai Bus Kehidupan Anda

Jangan Tutup Tirai Bus Kehidupan Anda
Saya pernah bersama seluruh karyawan Sebuah perusahaan di Bandung berkunjung kewisata bahari di Pangandaran. Kita menyewa bus  pergi ke Pangandaran. Dari Bandung ke Pangandaran memang pemandangannya tidak sebagus kalau kita ke Batu atau Pandaan. Tidak ada pemandangan yang indah. Namun pemandangannya tetap menyenangkan. Ada warung yang ramai, ada anak sedang berlari hanya bercelana pendek, ada pasar tumpah yang menyebabkan kemacetan dan lainnya.

Ketika melihat itu saya mencoba mengingatkan teman-teman untuk melihat pemandangan di luar bus. Ada jalan tol, melalui desa, kota kecil, melihat kehidupan sederhana sehari-hari. Tiba-tiba saya teringat sebuah buku berjudul “Are You Ready to Succeed?”

Menurut buku itu, kehidupan kita seperti naik bus. Dan kita lihat di luar itu sebenarnya pemandangannya indah sekali. Dan penuh dengan pelajaran yang bisa kita serap. Tetapi kita sering kali menutup tirai bus semuanya. Sehingga kita tidak bisa melihat apa-apa.

Banyak sekali obyek dalam kehidupan, lewat pemandangan kehidupan, pembelajaran yang banyak, tapi mereka sama sekali tidak mau melihat keluar dan menutup busnya dengan tirai kain yang tebal. Sehingga tidak melihat adanya sinar matahari yang indah. Tertutupnya tirai bus, menghalangi pemandangan kehidupan sehari-hari yang menarik dalam perjalanan.

Demikian juga dengan hidup. Sering kita terpaku rutinitas dan terjerembab di dalamnya. Bangun jam 6, berangkat ke kantor. Tiba jam 8 langsung kerja sampai jam 5 sore atau lebih. Pulang ke rumah, sudah capek langsung tidur. Dan besoknya demikian. Berulang-ulang. Tidak mau menikmati perjalanan hidupnya. Alangkah indahnya kalau kita bisa belajar menikmati hal-hal yang sederhana, yang kita lewati di dalam kehidupan kita.
Mulai sekarang bukalah tirai bus kehidupan anda, jangan terpaku dan terjerembab terus dalam ritunitas. Milikilah hidup yang dinamis, kreatif yang tidak membosankan. Lihat diluar sana begitu banyak hal yang menarik yang bisa anda lakukan dan lebih menikmatinya. Hidup ini sekali saja, sayangkan kalau kita hanya hidup dari jam 20.00 sampai 24.00, karena dari jam 00.00 sampai 05.00 anda pergunakan untuk istirahat malam dan dari 05.00 pagi sampai jam 17.00 anda terpaku dengan rutinitas.

Dalam kehidupan sederhana kita bisa belajar menikmati kehidupan.

Broken Window Theory.

Broken Window Theory.

Bila sebuah rumah yang tidak berpenghuni, ada jendelanya yang pecah, dan tidak segera diperbaiki, maka sebentar lagi akan ada maling masuk dan mencuri barangnya, kemudian akan ada orang lagi mengambil perabotnya, dan kemudian ada lagi yang akan mencuri jendela nya, dan kemudian kusen nya pun akan sekalian dicopot, dan seterusnya.

Sebaliknya bila jendela yang pecah itu segera diperbaiki, orang tidak akan berani mencuri karena menganggap bahwa rumah tersebut dijaga dan diawasi orang, dan rumah itu tetap akan dalam kondisi utuh untuk waktu yang lama.

Dalam banyak kehidupan bisnis dan pribadi kita, konsep ini berlaku secara umum dan konsiten. Bila kita memahaminya maka kita akan dapat menggunakannya untuk keuntungan kita.

Bilamana karyawan anda dikantor dibiarkan terlambat 10 menit dari waktu kerja yang seharusnya, maka besoknya ada lagi yang terlambat 20 menit, dan akhirnya semua akan serba terlambah sampai sejam sekalian dan produktifitas terganggu.

Korupsi kecil dibiarkan, menjadi lebih banyak, lebih besar, seperti wabah virus yang menyebar kemana mana, dan setiap kali menjadi semakin besar semakin parah.

Kebiasaan pribadi penundaan kerja, satu hal kita tunda dan biarkan, hal kedua ikut juga, akhirnya seluruh persoalan tertunda semuanya, dan menunda menjadi kebiasaan kita.

Mengatasi persoalan ketika masih belum membesar dan belum menjadi budaya perusahaan akan membuat kerja kita lebih produktip dan perusahaan lebih maju. Memperbaiki kekeliruan pribadi akan lebih mudah waktu persoalan itu masih kecil. Selamat berpikir dan membuat strategi lebih produktip menuju sukses. Salam.

Team Tangguh 3n. klik http://abangherrys.blogspot.com

Selasa, 19 Oktober 2010

Jenius Perlu Perjuangan


Jenius Perlu Perjuangan
'Jenius adalah 1 persen inspirasi dan 99 persen keringat'.
Kutipan terkenal itu adalah milik ilmuwan Thomas Alva Edison. Ungkapan itu semakin terbukti dan ternyata ilmuwan-ilmuwan hebat itu muncul bukan karena sekedar pintar. Penulis buku-buku ilmiah Andrew Robinson dalam bukunya 'Sudden Genius?' menemukan kesamaan baik pada ilmuwan masa kini maupun ilmuwan masa lampau ternyata ilmuwan menjadi jenius tidak terjadi dalam waktu sekejap.
Bagaimana sampai ilmuwan-ilmuwan itu mempunyai banyak ide di kepalanya, ternyata ada jalan bertahap dalam membuat terobosan-terobosan yang kreatif. Proses kreatifitas inilah yang membuat ilmuwan jenius.
Menurut Andrew, jenius merupakan hasil dari kerja keras yang konsisten dan sebuah ketekunan. Jika kini banyak orangtua yang ingin mencetak anak jenius menurutnya tidak bisa dengan jalan pintas. Andrew menemukan proses kreatif membuat seseorang memiliki ide yang begitu banyak dengan kata lain tidak pernah menyerah untuk mencoba hingga menemukan formula yang tepat.
Studi ilmiah tentang kreativitas ini meliputi banyak hal seperti bakat, kecerdasan, memori,mimpi, alam bawah sadar, kerja keras dan banyak lagi sehingga menjadi jenius bukan semata-mata karena pintar. Pola tersebut ditemukan hampir sama baik pada ilmuwan maupun pada seniman seperti pada bidang arkeologi, arsitektur, seni, biologi, kimia, film, musik, sastra, fotografi dan fisika.
Masalah kreativitas yang menjadi kunci orang jenius jauh sebelumnya pernah diungkap oleh polymath Prancis terkenal yaitu Henri Poincare pada tahun 1881. Sekitar 30 tahun kemudian, Poincare menerbitkan sebuah analisis proses berpikir sendiri. Model Poincare ini melalui empat tahap yaitu pikiran sadar, pikiran tidak sadar (inkubasi), iluminasi (menjelaskan) dan juga verifikasi. Hal ini disimpulkan sejak ia mempelajarinya secara mendalam.

Ilmuwan seperti Albert Einstein, Hermann von Helmholtz dan Werner Heisenberg pernah menggambarkan proses kreativitasnya mirip dengan model Poincare tersebut. Hingga kini empat tahapan tersebut adalah model kreativitas terbaik yang dimiliki. Seperti dikutip dari Medindia, sebuah percobaan menunjukkan bahwa dalam kondisi ketidaksadaran, seseorang dapat mengaktifkan informasi kompleks yang menghambat alam sadarnya. Dan itu baru salah satu faktor.
Karena itu kejeniusan seseorang tidak bisa didapatkan melalui cara singkat, namun membutuhkan sebuah ketekunan dan kerja keras yang konsisten.
(berbagai sumber)
 

Pemanasan Global


Pemanasan Global dan Kesehatan

Menurut ahli kesehatan masyarakat dari Depkes Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, I Made Jaya, pemanasan global merupakan akibat dari rangkaian fenomena yang saling kait, antara lain pertambahan penduduk, peningkatan permintaan sumber daya alam, industrialisasi, konsumsi BBM, emisi, peningkatan suhu, mencairnya es, makin tingginya uap air, dan perubahan arah angin muson.
Dia mencontohkan, dengan pemanasan global, amplitudo suhu makin besar. Di siang hari, suhu dapat lebih panas dan lebih dingin di malam hari, tergantung daerahnya. Kondisi itu saja menyebabkan daya tahan tubuh rawan menurun sehingga manusia mudah terjangkit penyakit.
Hal yang lebih mengkhawatirkan, makin merebaknya penyakit akibat perubahan musim. ”Dulu, cacar air biasanya pada September dan Oktober. Masuk musim hujan, pertumbuhan jamur dan virus makin mudah. Namun, kini, sepanjang tahun terdapat kasus itu,” ujarnya.
Kelangkaan sumber air akibat ketidakteraturan musim dan kegagalan manajemen air akan berpengaruh terhadap kelangkaan pangan dan penyakit kurang gizi. Agen penyakit juga gampang bermutasi. Hal ini, misalnya, terlihat dengan kemunculan kasus flu burung dan influenza A (H1N1). Virus corona, misalnya, bermutasi sehingga menyebabkan SARS.
Banyak kawasan menghangat sehingga parasit pembawa penyakit, seperti nyamuk, menyebar ke daerah baru yang tak siap dengan kedatangan pembawa penyakit itu.
[sumber: kompas.com]

Popok Sekali Pakai


Popok Sekali Pakai atau Popok Kain?
Apakah Anda tahu, kalau setiap bayi berganti popok dalam kisaran 5000 hingga 8000 kali? Dan kebanyakan, popok yang dipakai adalah jenis sekali pakai.
Apa yang Anda pakaikan pada buah hati Anda? Jenis yang sekali pakai atau popok kain yang bisa dicuci? Bila Anda memilih yang jenis sekali pakai, artikel ini mungkin akan mampu mengubah pilihan Anda.
Kebanyakan popok sekali pakai melewati proses pemutihan. Proses ini jelas menambah kadar gas dioksida yang beracun. Pun, tercatat 250.000 pohon ditebang setiap tahun untuk memproduksi popok bayi. Data itu adalah untuk bayi di Amerika, bukan untuk untuk seluruh dunia.
Setelah dipakai, popok itu akan berakhir di daratan, bersamaan dengan sampah-sampah lain. Popok itu pun merusak tanah, meracuni air tanah, dan menjadi medium penyebaran parasit, virus, dan bakteri.
Pun, selain dari faktor lingkungan, popok sekali pakai dapat berakibat buruk bagi kesehatan bayi Anda.
Popok biasanya mengandung super absorbent polymer (SAP). SAP merupakan jenis polimer yang mampu menyerap air hingga 8 kali beratnya, berubah menjadi jel ketika basah sehingga mampu membuat bayi tetap kering dan tidak mengalami ruam-ruam.
Efek buruknya adalah bila popok robek saat dipakai, walau sekecil apa pun robekan itu. SAP bisa tertinggal di kulit bayi dan menyebabkan iritasi kulit dan saluran pencernaan, bila SAP itu tanpa sengaja tertinggal di mulut bayi.
Selain itu, penggunaan popok akan mempersulit latihan buang air yang seharusnya dijalani oleh setiap bayi. Penelitian menemukan, bayi yang menggunakan popok kain memulai latihan menggunakan toilet hingga setahun lebih cepat daripada bayi yang menggunakan popok sekali pakai.
Nah, kini Anda punya dua alasan kuat untuk memakaikan popok kain pada anak Anda, bukan popok sekali pakai yang akan merusak lingkungan dan berpotensi mengganggu kesehatan buah hati Anda.
[sumber: thegreenguide.com]

Kayu Bakar

Kayu Bakarpun Bisa Membunuh Jutaan Manusia
Di negara-negara berkembang dunia termasuk Indonesia, masih banyak masyarakat yang memasak dengan kayu bakar di dalam rumah. Tanpa disadari asap dari pembakaran tersebut telah menjadi bencana dan membunuh sekitar dua juta orang per tahun.

Asap pembakaran dari memasak dengan kayu bakar tersebut telah membuat banyak anggota keluarga terpaksa menghirup gas beracun karbondioksida. Data Clinton Global Initiative mencatat, asap dari memasak dengan kayu bakar di dalam rumah telah menyebabkan kematian pada 1,9 juta orang yang kebanyakan dialami perempuan dan anak-anak. Orang-orang ini tewas karena setiap hari selama bertahun-tahun menghirup asap dari kompor kayu di dalam rumah.

Asap dari hasil memasak dengan tungku kayu itu telah membuat gas beracun membumbung di dalam rumah. Gas ini telah menyebabkan penyakit pneumonia pada anak-anak, kanker paru-paru, bronkitis dan penyakit kardiovaskuler. Sedangkan efek lain dari memasak dengan kayu bakar adalah ikut memberikan kontribusi terhadap perubahan iklim melalui emisi karbon dioksida dan metana yang dikeluarkan. Kedua gas ini merupakan faktor utama penyebab gas rumah kaca.
Untuk mencegah terjadinya bencana keracunan asap akibat memasak dengan kayu bakar, kini sejumlah aliansi global untuk penggunaan kompor yang lebih bersih (Global Alliance for Clean Cookstoves) berusaha menyediakan dana untuk pengadaan kompor bersih. Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton mengumumkan rencananya untuk melawan bencana asap beracun dari memasak dengan kayu bakar yang diyakini telah membunuh dua juta orang tiap tahun itu.
"Cara memasak yang terlihat sederhana itu secara perlahan telah membunuh jutaan orang dan mencemari lingkungan," kata Hillary dalam konferensi pers Clinton Global Initiative didirikan oleh suaminya, mantan presiden AS Bill Clinton seperti dilansir Reuters.
"Dengan menyediakan kompor yang sehat jutaan nyawa bisa diselamatkan. Ini seperti pertolongan kelambu atau vaksin untuk mencegah penyakit," ujar Hillary.
Pemerintah AS dan aliansi global seperti United Nations Foundation, WHO, Morgan Stanley dan Shell akan berupaya mengumpulkan dana US$ 250 juta dalam 10 tahun ke depan. Diharapkan sekitar 500 juta rumah tangga di seluruh dunia bisa menggunakan kompor yang lebih baik untuk memasak dan tidak berbahaya.
Rumah tangga tersebut nantinya bisa memasak lebih baik dengan teknologi sederhana dan harga terjangkau. Dengan kompor yang lebih efisien maka pembakaran bisa lebih baik dan mengurangi produksi asap.
(sumber: detik.com)

GedungTinggi


Tinggal di Gedung Tinggi Bikin Orang Lebih Cepat Tua
Dengan majunya teknologi dan ilmu pengetahuan, makin banyak gedung-gedung pencakar langit yang dibangun. Padahal sesuai dengan teori Einstein, orang yang tinggal di tempat tinggi akan lebih cepat tua. Peneliti telah menunjukkan bahwa salah satu dari teori relativitas Einstein juga bekerja pada tubuh manusia, yaitu semakin jauh dari bumi, maka waktu berjalan semakin cepat.
Dalam tubuh manusia, hal ini berarti bahwa semakin tinggi tempat tinggal seseorang (misalnya tinggal di lantai paling atas gedung percakar langit), maka orang tersebut akan lebih cepat tua ketimbang orang-orang yang tinggal di lantai bawah. Temuan yang dilakukan oleh ilmuwan di Amerika Serikat ini menegaskan teori yang pertama diusulkan Einstein, bahwa waktu berjalan lebih cepat ketika semakin menjauh dari pusat bumi, karena gaya gravitasi yang semakin kecil.
Walaupun konsep tersebut telah diterima selama bertahun-tahun, tapi sekarang perbedaan itu dapat diukur untuk pertama kalinya dengan akurasi yang luar biasa. Dengan menggunakan sepasang jam yang paling akurat di dunia, seorang ahli fisika dari National Institute of Standards and Technology di Colorado menemukan bahwa berada di tempat yang lebih tinggi (jauh dari pusat bumi) akan membuat usia seseorang berjalan lebih cepat.

"Dengan mengambil beberapa langkah lebih tinggi ke atas, orang akan kehilangan 90 miliar detik dalam seumur hidup," jelas James Chin-Wen Chou, peneliti dari National Institute of Standards and Technology, Colorado, seperti dilansir dari Telegraph. Percobaan yang dilakukan Chou menggunakan jam atom 'logika kuantum' yang dapat menjaga waktu untuk dalam satu detik lebih dari 3,7 miliar tahun.

Selain melihat dampak pada manusia, temuan yang telah dipublikasikan pada jurnal Science ini juga akan digunakan untuk meningkatkan teknologi yang mengukur bumi dan medan gravitasi.
(sumber: detik.com)

Tombol Lift


Tombol Lift 40 kali Lebih Berkuman daripada Dudukan Toilet
Bagi Anda yang bekerja atau tinggal di gedung bertingkat, lift merupakan sarana pendukung aktivitas. Namun ingatlah, selalu segera mencuci tangan seusai memencet tombol lift. Pasalnya, tombol-tombol di lift mengandung kuman dan bakteri 40 kali lebih banyak dari tempat duduk toilet umum.
Peringatan tersebut tidak main-main karena para peneliti telah melakukan uji sampel kuman pada lift yang ada di beberapa fasilitas publik, seperti hotel, restoran, bank, perkantoran, dan bandara. Hasilnya, ditemukan 313 koloni unit bakteri menempel pada tiap sentimeter persegi tombol lift. Bandingkan dengan dudukan toilet yang hanya delapan unit koloni.
Hal lain yang perlu diwaspadai adalah bakteri itu bisa menyebabkan sakit perut dan diare. Bakteri Escherichia coli (E coli) merupakan salah satu jenis bakteri yang lazim ditemukan di tombol lift. Bakteri ini biasanya hidup di usus manusia dan keluar lewat tinja.
Ia menambahkan, meski tombol lift dibersihkan secara teratur, potensi terbentuknya koloni bakteri di sana tetaplah tinggi. "Di gedung bertingkat, bayangkan ada berapa orang yang menyentuh tombol lift setiap jamnya?" kata dr Nicholas Moon dari Mircoban Europe, pihak yang melakukan penelitian ini.
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa meja kerja termasuk area berkumpulnya kuman. Papan ketik di komputer, misalnya, mengandung kuman dan bakteri empat kali lebih banyak daripada di toilet.
Karena itu, para ahli mengingatkan pentingnya mencuci tangan sebelum makan atau memproses makanan. Jangan lupa, perkuat daya tahan tubuh Anda dengan produk makanan kesehatan yang berkualitas.
(sumber: KompasHealth)

Rabu, 06 Oktober 2010

Melihat Ke Dalam


Melihat Ke Dalam
Melihat kepada diri sendiri memang sangat sulit. Yang gampang dilakukan adalah melihat kelebihan atau kekurangan orang lain dan membandingkan diri sendiri dengan orang lain itu. Tapi yang sangat penting untuk diingat, lihatlah diri sendiri sebelum menilai orang lain.

Mitra bisnis, hari ini akan mencoba bercerita tentang hal-hal yang lucu dalam kehidupan kita sendiri. Di Amerika, mantan presiden Lincoln begitu sukses dan dikagumi sehingga orang tua di sana mempunyai kebiasaan memarahi anaknya dengan menggambarkan Lincoln. Biasanya mereka akan bilang, "Kamu sudah umur 10 tahun masih seperti ini. Dulu Lincoln umur 10 tahun sudah pintar dan melakukan banyak hal, membantu orang tua, mencari uang sendiri. Kamu sudah seumur ini masih bodoh saja. Lihat Lincoln, pada seumur kamu sudah bisa ini dan itu." Anaknya yang mendengarkan berkali-kali menjadi akhirnya berpikir dan berkata, "Yah, Lincoln pada saat seumur Ayah kan sudah menjadi Presiden Amerika. Kenapa Ayah belum?"

Ini adalah sebuah cerminan bagi kita. Kita sering memarahi seseorang dan membandingkannya dengan orang yang lain. Kadang kita berkata, "Coba lihat karyawan perusahaan A, mereka pintar bisa begini dan begitu." Tetapi kita lupa bahwa di perusahaan tersebut gajinya jauh lebih tinggi.Jadi ada kebiasaan, kita sering menyalahkan orang atau the blaming game. Kemudian diikuti oleh perkataan, "Kamu kok tidak bisa seperti ini?" Lalu kita akan membandingkan dengan sesuatu yang lebih baik. Padahal kadang kita tidak sadar bahwa kita sendiri tidak sebaik bosnya atau tidak sebaik dengan perusahaan yang dibandingkan tersebut.

Maka kita harus reinstrospeksi terhadap diri sendiri. Tidak sekedar menyalahkan orang lain, tetapi tidak mau menyadari diri sendiri. Ada hal yang menarik dalam kehidupan ini. Bahwa orang sering berkata, "Kalau saja anakku sepintar dia." Tetapi kita tidak mau mendidik anak kita sebaik dia mendidik anaknya.

Dalam hal kehidupan kita sering memotong-motong dan mau mengambil sebagian saja dari contoh orang yang baik. Tetapi kita tidak mau melihat diri kita sendiri dan memperbaikinya bahwa kita pun banyak melakukan kesalahan, banyak kekurangan bila dibandingkan dengan orang lain. Maka sudah saatnya kita mulai melihat kedalam lagi pada diri kita sendiri. Apakah kita sudah memberikan yang terbaik? Apakah yang kita berikan sudah sebaik yang diberikan orang lain?

Sebelum kita mulai menudingkan jari pada orang lain, ada baiknya kita menyadari bahwa dibalik hasil yang tampak lebih baik dari orang lain tersebut, ada pengorbanan dan usaha yang lebih besar pula untuk memperoleh hasil tersebut.

7 Characters of Leadership


7 Characters of Leadership
Ada tujuh karakter penting yang membuat seorang pemimpin dianut oleh karyawan atau bawahannya dan rekan bisnisnya. Tujuh karakter penting itu saling terkait antara satu dengan yang lain. Sehingga ketujuh karakter ini tidak bisa dipisahkan. Apa saja tujuh hal itu?

Mitra bisnis, dalam  kesempatan ini saya ingin menelaah tentang kepemimpinan atau leadership. Apa sih yang membuat down line, atau bawahan itu mau mendengarkan gaya kepemimpinan Anda.

Ada tujuh hal penting yang membuat seseorang itu mau dipimpin atau menurut kepada Anda.                                                                                                                        
Pertama, bila anda sebagai pemimpin memperlakukan mereka dengan rasa hormat. Tidak semua orang memang gila hormat, tetapi siapapun orangnya juga tidak mau untuk dihina. Kalau kita bisa memperlakukan karyawan atau bawahan kita dengan rasa hormat, maka mereka akan menghargai itu.

Kedua, seorang pemimpin harus bisa memberikan inspirasi kepada bawahannya/rekannya. Pemimpin harus mampu memberikan inspirasi, visi, dan misi ke mana sebenarnya arah perjalanan kita. Kalau mau maju, apa pula yang diinginkan.

Ketiga, rekan atau down line akan menurut bila Anda dapat mengajarkan sesuatu, memberikan sebuah ilmu atau kemampuan. Sehingga semuanya dapat belajar dan tumbuh menjadi rekan bisnis yang lebih baik.

Keempat, pemimpin harus dapat mentoleransi sebuah kesalahan yang tentu saja bukan kesalahan yang sama dan telah dibuat berulang-ulang. Tetapi sebuah kesalahan yang terjadi sekali saja.

Kelima, pemimpin harus mau berkomunikasi dengan jujur dan terbuka. Karena kalau kita tidak mampu mengomunikasikan diri kita dengan down line, maka akan terjadi ketidakpastian dan salah paham di antara mereka.

Keenam, down line harus percaya terhadap apa yang dijalankan oleh pimpinannya. Kalau down line tidak percaya dan merasa bahwa pemimpinnya menipu, mau menangnya sendiri, mau enaknya saja, tetapi tidak mau bekerja dengan benar dan jujur, maka down linenya tidak akan menurut.

Ketujuh, pimpinan harus mau melakukan apa yang telah diajarkan. Jadi kalau dia bilang harus hidup dengan baik, maka dia harus mempunyai cermin dari hidup yang baik itu. Kalau tidak, mereka akan menganggap Anda hanya berbicara tanpa memberikan contoh yang benar. Pemimpin yang baik harus mempunyai ketujuh karakter tersebut.

Mempermudah Bisnis Anda


Mempermudah Bisnis Anda
Bisnis tidak pernah mudah untuk dijalani. Selalu ada kesulitan, hambatan ataupun masalah yang mengganggu perkembangannya. Namun jangan kekurangan akal. Michael Hummer mencoba memberikan beberapa poin yang bisa mendorong bisnis Anda menjadi sukses.

Pertama, dia bilang bahwa buatlah bisnis Anda supaya mudah untuk diajak berbisnis. Buatlah bisnis Anda agar simple dan gampang diajak transaksi. Seperti halnya McDonald, orang hanya datang, antri sebentar kemudian membayar dan selesai sudah transaksinya. Jangan membuat bisnis Anda susah. Seperti halnya orang mencari Anda susah, menemukan harga produk Anda juga sama susahnya. Itu hanya akan membuat bisnis Anda tidak pernah bisa berkembang.

Kedua, tambahilah nilai-nilai pelanggan Anda. More added value to your customer. Kalau konsumen Anda hanya menginginkan barang, maka kirimkanlah barang itu dengan bungkus yang menarik. Kalau dia menginginkan tiket yang sederhana, maka kirimkan tiket itu dengan pelayanan yang menarik. Hal ini akan menambah nilai dari barang tersebut.

Ketiga, pelajari proses bisnis Anda. Karena Michael Hummer terkenal dengan reengineering, maka dia selalu bilang bagaimana menghadapi customer Anda. Mulai dari dia tahu dan ketemu dengan bisnis Anda, hingga membayar semua barang yang telah ter-delivery. Maka kata proses menjadi kata kunci dan harus diperbaiki dengan sebaik-baiknya.

Keempat, cobalah secara umum dapat merubah kreativitas menjadi rutinitas. Bagaimana kita bisa mengubah pekerjaan kita sehari-hari menjadi sebuah kreativitas? Ini adalah sesuatu hal yang sulit, tetapi di sinilah pentingnya inovasi dan kreativitas.

Kelima, ukurlah kinerja Anda secara komprehensip. Apa saja bisa diukur dan tentukan tolok ukur yang tepat, karena kalau tidak ada tolak ukurnya kita tidak akan pernah tahu bahwa kita ini sudah bagus atau belum.

Keenam, petiklah keuntungan dari ketidakpastian. Artinya, kita harus fleskibel, terutama di Indonesia, di mana ketidakpastian begitu besarnya. Banyaknya perubahan yang sangat penting terjadi di Indonesia. Karena perubahan itu, buatlah perusahaan kita sefleksibel mungkin.

Ketujuh, fokuslah pada pelanggan akhir. Mungkin kita menjual handphone melalui sebuah importer, distributor, retailer baru ke customer. Maka yang perlu diperhatikan oleh kita adalah end customer.



Kedelapan, hilangkanlah batasan-batasan dan bekerja samalah dengan siapa pun. Jangan pernah memikirkan bahwa Anda orang marketing, produksi atau yang lainnya. Karena semua itu tidak perlu. Kita harus berpikir bahwa semua dari perusahaan kita, semua orang, semua partnership kita dan dengan siapa pun kita satukan untuk memberikan produk yang terbaik kepada pelanggan.

 Semoga bermanfaat bagi Anda dan orang-orang di sekitar Anda.

Menilai Seseorang


Menilai Seseorang
Dalam edisi kali ini saya akan menujukkan penggunaan 'blink' dalam menilai seseorang. Hal ini akan sangat berguna terutama bila anda harus memilih pegawai, berkenalan dengan mitra bisnis yang baru, dan memulai kerjasama dengan partner yang belum anda kenal maupun bila anda akan mengadakan transaksi dengan konsumen baru.

Pada saat pertama anda berkenalan atau melihat seseorang, anda akan mendapat kesan pertama seperti apakah anda menyukainya atau tidak, bagimana sifatnya 'ceroboh, ramah, atau pemarah' dan bahkan bila anda teliti, apa pekerjaanya yang sebenarnya. Dan tentu saja, proses ini berjalan hanya dalam beberapa detik saja, bahkan sepersekian detik, anda sebenarnya sudah bisa memutuskan akan menyukai orang tersebut atau tidak.

Sebenarnya, dalam proses yang sangat singkat tersebut, penilaian yang anda berikan mungkin sudah cukup akurat. Hal ini bisa terjadi karena dalam proses tersebut terjadi apa yang disebut sebagai proses 'transmitting' suatu proses dimana anda dan lawan bicara saling melemparkan beberapa hal atau kode yang akan saling mempengaruhi penilaian masing-masing.

Pertama, akan terjadi pemancaran 3 E: Emotion, Empahty, dan Enthusiasm. E yang pertama ini, Emosi, akan menujukkan bagaimana reaksi kita terhadap hal-hal yang terjadi sehari-hari. Emosi ini, meskipun tidak diungkapkan dengan kata-kata, akan terbaca dan menunjukkan bagaimana kita biasanya berinteraksi dengan pelanggan, supplier, maupun orang disekitar kita.Kemudian ada lagi Empathy, kemampuan kita untuk berempati terhadap orang lain. Empati ini akan menujukkan level toleransi kita terhadap orang lain apakah kita cukup bisa mengerti pendapat orang lain atau tidak. Yang terakhir adalah enthusiasm antusiasme anda dalam menghadapi orang lain.

Kemudian, anda dan lawan bicara akan menangkap apa yang disebut sebagai 3 I: Insight, Idea dan Intuition. Insight adalam pemahaman dimana anda menggunakan database informasi yang anda miliki untuk menilai lawan bicara anda. Kemudian terbentuklah I yang kedua yaitu Idea, bahwa orang yang anda hadapi ini kira-kira seperti apa, apakah dia licik, pandai, baik, jahat, dan lain sebagainya. Kemudian muncullah Intuition atau intuisi yang sudah terlatih dalam kehidupan anda sehari-hari. Intuisi ini akan memunculkan berbagai pesan dan peringatan yang hanya anda sadari dengan sangat halus. Ketiga I inilah yang pada akhirnya membawa anda pada kesimpulan saya suka orang ini atau 'saya akan membeli dan bekerjasama dengan dia' atau 'saya akan memakainya sebagai karyawan saya'. Dan keputusan yang muncul dari 3 I ini akan sangat sulit diubah!

 Karena itu, impresi awal yang anda tangkap maupun anda berikan pada saat pertama kali bertemu dengan seseorang sangatlah penting. Pada saat pertama anda bertemu dan berkenalan dengan seseorang, sangat penting bagi anda untuk memancarkan 3E yang benar agar lawan bicara anda menangkap 3I yang baik pula sehingga ia menyukai dan transaksi anda berjalan dengan sukses!

Selasa, 05 Oktober 2010

Shaping Your Life


Shaping Your Life
Rekan bisnis, dalam bacaa kita hari ini saya ingin bercerita atau ingin menelaah, apa sih yang membentuk kita. Hal-hal apa saja yang membuat kita menjadi seperti sekarang.

Pertama, we are shaped by the book we read. Kita itu dibentuk dari buku yang kita baca. Ini adalah hasil pemikiran filsof yang suka membaca. Aliran dan kesukaan bukunya apa, maka itulah yang bakalan membentuk kita sebagai orang yang berbudaya dan mempunyai pemikiran. Kalau bacaannya buku-buku politik, maka Anda akan terbentuk sebagai orang yang suka dengan hal-hal politik. Kalau suka membaca buku humor, maka Anda akan menjadi orang yang humoris. Kalau suka membaca buku akademis, maka Anda akan menjadi orang yang akademis.

Kedua, we are shaped by the people we meet. Kita ini dibentuk dari orang-orang yang ada di sekeliling kita. Kita dibentuk oleh orang tua, teman, kolega, bos, atau pun anak buah kita, rekan bisnis. Kita terbentuk oleh orang-orang di sekeliling kita.

Ketiga, we are shaped by the though we think. Kita dibentuk oleh cara kita berpikir, filosofi, pandangan, dan keagamaan kita akan kehidupan. Maka kita dibentuk oleh kebiasaan-kebiasaan kita berpikir.

Terakhir, we shaped by the action we perform. Kita dibentuk oleh tindakan, kelakuan kita dan kebisaaan kita dalam melakukan sesuatu.

Jadi inilah empat hal yang akan membentuk kita yaitu buku yang kita baca, orang yang kita temui, cara kita berpikir dan tindakan-tindakan yang kita lakukan.Nah, kalau ingin sukses, cobalah untuk membentuk diri kita dengan cara yang positif. Cobalah untuk  mempengaruhi diri sendiri supaya bentuk yang diterima atau jadinya nanti adalah bagus.

Pertama yang harus kita lakukan adalah membaca buku-buku bermutu yang membuat kita lebih sukses. Kedua, carilah teman, sahabat, atau network yang berguna dan bisa membawa kesuksesan kita. Tidak hanya berteman kepada orang yang senang saja, tetapi juga berteman kepada orang yang bisa membawa kesuksesan kita, karena saya percaya bahwa kesuksesan itu dapat ditularkan kepada orang lain. Jadi kalau Anda dekat dengan entrepreneur, maka Anda akan ketularan menajdi entrepreneur. Kalau Anda dekat dengan orang creative, maka Anda akan ikut creative. Kalau berkumpul dengan orang yang semuanya merokok, maka Anda akan turut merokok. Sekali lagi Anda dibentuk oleh orang-orang yang ada di sekeliling kita. Pilihlah orang itu supaya dapat sama dengan tujuan hidup Anda.

Ketiga, cobalah Anda mempunyai pikiran-pikiran yang positive, mau maju, selalu memikirkan tentang sukses dan bukan dipengaruhi oleh pikiran yang negative yang selalu iri, dengki dan tidak mau maju. Terakhir Anda harus melakukan action dari hari ke hari untuk mencapai kesuksesan. Anda harus dibentuk oleh empat hal ini secara positive.

Kalau segala tindakan Anda mencerminkan nilai positive dalam kehidupan, maka Anda pun akan menjadi lebih positive dan terbentuk sebagai orang posistive yang akan mencapai kesuksesan.