Inspiring Words

"Sebagian Orang Hanya Bermimpi Sukses Sementara Yang Lainnya Bangun dan Bekerja Keras Untuk Sukses"

Senin, 29 Agustus 2011

Ulang Tahun dengan Lebah dan Madu


Hai Semuanya!
Maaf Saya belum bisa menulis lebih sering, beberapa waktu belakangan ini Saya sangat sibuk bepergian dan baru saja bisa mengatur nafas sejenak.
Saya ingin berterima kasih kepada Anda semua yang mengucapkan selamat ulang tahun untuk Saya. Saya sangat terharu atas kehangatan Anda dan bahagia membaca semua ucapan-ucapannya.
Sebenarnya, Saya harus bepergian sendiri ke New Zealand di hari ulang tahun Saya untuk bekerja. Pada awalnya Saya berencana ingin menghabiskan seminggu di Singapura bersama keluarga, tetapi karena jadwal yang padat hanya pada minggu inilah Saya bisa pergi ke New Zealand untuk menemui pemasok madu kita dan tur berkeliling pabrik dan pengolahan.
Hari yang indah sekali ketika Saya terbangun di hari ulang tahun Saya. Saya tinggal di sebuah hotel yang bagus tepat di samping sebuah taman besar. Brian pemasok kita menjemput Saya dan kami berkendara selama dua jam dari Christchurch ke Timaru, New Zealand dimana kantor mereka berada. Di tengah perjalanan kami berhenti di sebuah kafe yang sangat indah untuk sarapan dan minum kopi.
Mengambil madu untuk tester. Yummi!
Sesampainya di kantor, Saya berkenalan dengan semua orang dan kami pergi untuk meninjau tempat tersebut. Sangat menyenangkan ketika Saya ditunjukkan bagaimana madu mentah datang dan disimpan lalu produk madu yang sudah dikemas dikirim keluar. Saya juga belajar lebih banyak mengenai berbagai jenis clover honey dan warnanya. Yakinlah bahwa kita mendapatkan jenis terbaik dari madu tersebut. Saya juga berkesempatan untuk mengadakan pengetesan rasa. Pengalaman yang luar biasa bisa mencicipi cita rasa madu yang bervariasi.
Beberapa saat kemudian, kami menuju ke pabrik tempat HDI Clover Honey kita dikemas. Saya terkesan sekali dengan cara madu kita disaring dan dikemas.
Gudang tempat menyimpan semua madu setibanya dari peternakan lebah
HDI Clover Honey siap untuk dikirim ke Indonesia
Produk kita benar-benar 100% alami dan Saya sangat menikmati melihat prosesnya. Saya juga belajar lebih jauh tentang HDI Clover Honey. Madu murni tidak akan pernah membusuk. Kadang warna dari madunya berubah tetapi itupun hanya disebabkan oleh proses kristalisasi yang normal. Ini terjadi jika madunya didiamkan untuk beberapa saat dan terkena sedikit panas dalam perjalanan.  Saya memahami bahwa terkadang kita memiliki masalah dengan madu dan tampilannya, tetapi berdasarkan diskusi Saya dengan pemasok kita, wajar jika madu mengalami beberapa perubahan. Saya memeriksa secara langsung semua madu kita dari pabrik dan mereka sangat cantik! Ini merupakan clover honey putih premium  dan melewati berbagai rintangan untuk bisa sampai ke tangan Anda.  Kami juga mendiskusikan beberapa prosedur kontrol kualitas untuk semakin meningkatkan kualitas proses.
Perjalanan dilanjutkan dengan berkendara selama 45 menit menuju tempat yang indah bernama Danau Tepako. Danau Tepako luar biasa indah! Pemandangannya sangat menakjubkan. Bisakah Anda bayangkan air danau yang biru jernih yang dilatari dengan pegunungan yang berselimut salju? Saya mensyukuri cuaca yang sangat bersahabat karena seminggu yang lalu disini bersalju. Airnya sangat tenang, udaranya segar dan sejuk. Kami berjalan-jalan sebentar sebelum menikmati makan siang fish ‘n chips dan bir New Zealand dingin di udara terbuka sambil menikmati pemandangan. Ini merupakan momen istimewa dalam hidup Saya.
Makan siang di Danau Tepako
Kami mengambil beberapa foto disana juga mengunjungi Gereja Gembala Baik (Church of a Good Shepherd). Berikut ini penjelasannya.
Gereja Gembala Baik
Gereja Gembala Baik terletak di tepi Danau Tekapo, yang mana merupakan gereja pertama yang didirikan di Cekungan Mackenzie pada tahun 1935. Gereja St. Patrick di Celah Burkes yang dibangun pada tahun 1872 adalah gereja pertama uang dibangun oleh para pelopor sebagai upaya komunitas bersama oleh Anglikan Presbyterian dan penetap Katolik. Juga sebagai patungan atas Presbyterian dan Anglikan, gereja St. Columba di Fairlie dibangun pada tahun 1879. Gereja di Danau Tekapo dirancang oleh arsitek asal Christchurch yang bernama R.S.D Harman, berdasarkan sketsa seniman lokal bernama Ester Hope. Gereja ini dapat dikatakan sebagai objek yang paling sering difoto di New Zealand, dan memiliki jendela altar yang membingkai pemandangan danau dan gunung yang menakjubkan. (Dikutip dari Wikipedia)
Jacky dan sarang lebahnya
Setelah makan siang di Danau Tekapo, kami menempuh satu setengah jam untuk mengunjungi Jacky. Jacky adalah pawang lebah sumber madu kita. Ketika kami datang, Jacky keluar dan dalam sekilas Saya tahu Saya akan menyukai orang ini. Dia adalah sosok yang ramah dan sangat ahli segala hal urusan lebah. Dia membuka sebuah sarang untuk Saya dan mengizinkan Saya mengambil beberapa foto.
Jacky menunjukkan yang terjadi di dalam sarang lebah
Ini pertama kalinya Saya begitu dekat dengan lebah tanpa mengenakan pakaian pelindung. Mereka sangat jinak dan “bersahabat”. Saya bahkan berhasil melihat ratu lebah di dalam sarang dan ini sangat hebat! Jacky menjelaskan bagaimana lebah-lebah keluar dan mengumpulkan nektar dari bunga lalu kembali ke sarang. Setelah itu kami pergi ke tempat kerja Jacky untuk melihat sarang lebah buatannya. Sangat menyenangkan melihat seorang ahli bekerja. Kami mengelilingi kawasan ternak lebah Jacky sebelum mengucapkan selamat tinggal. Sayangnya Jacky akan segera berhenti dari mengurus lebah, dan Saya doakan yang terbaik untuknya.
Madu langsung dari sarangnya!
Saya dan Jacky
Selesai mengunjungi Jacky kami meluncur ke kota kecil untuk minum kopi dan beristirahat. Merupakan hari yang sangat sibuk untuk kami semua. Kami mencoba mencari kafe tetapi semua kafe di New Zealand tutup pukul 5 sore! Akhirnya kami beristirahat di sebuah sport bar dan minum kopi. Kami berbincang-bincang mengenai industri madu di New Zealand. Ternyata ini merupakan tahun sulit bagi New Zealand dari sisi cuaca dan mempengaruhi pasokan madu. Kami bekerja sama seerat mungkin dengan pemasok dan pawang lebah untuk memastikan pasokan madu kami stabil, namun sayangnya harga madu di berbagai tempat sedang melonjak. Pasokan yang berkurang bersamaan dengan meningkatnya permintaan sehingga kenaikan harga merupakan hal yang tidak terhindarkan. Tetapi kami berharap tahun depan akan lebih baik sehingga pasokan kita dapat kembali normal.
Tuntas minum kopi dan berbicang-bincang, kami memulai perjalanan kembali ke hotel. Saya sudah mengantuk dan tertidur di mobil. Saat itu waktu menunjukkan pukul 7 malam dan Brian mengajak Saya untuk makan malam di sebuah tempat bernama Simo’s. Simo’s adalah sebuah kafe kecil yang menyediakan makanan Moroko. Yang bisa Saya ungkapkan hanya wow! Makanannya luar biasa! Sungguh menakjubkan melihat koki mencampurkan berbagai bahan-bahan unik yang saya pikir tidak akan cocok, namun ketika Saya cicipi, wow! Benar-benar santapan yang spesial.
Brian kenal dekat dengan Simo, pemilik restoran ini, dan ia berbincang-bincang sebentar dengan kami. Saya terkejut dan tersentuh dengan cerita Simo. Awalnya Simo memiliki 3 restoran, namun ketiganya hancur karena gempa bumi yang mengguncang Christchurch tahun lalu. Dan setelah direnovasi, ketiga restoran tersebut hancur kembali oleh gempa bumi February tahun ini. Simo adalah koki yang restorannya disebut-sebut Singapore Airlines sebagai 5 hal penting untuk dikunjungi jika ke Christchurch, namun sekarang ia bekerja di sebuah kafe kecil dan masih menghasilkan makanan yang menakjubkan.
Simo adalah pria yang bersemangat dan seseorang yang patut dihormati. Kami berbincang tentang berpindah dari Christchurch karena gempa, namun ia berkata keluarganya disana (ia memiliki dua orang putra) dan kota tersebut butuh orang-orang untuk tinggal. Jika orang-orang pergi, akan sulit bagi kota tersebut untuk kembali seperti sedia kala. Ia mendapatkan berbagai tawaran kerja dari seluruh dunia bahkan menyediakan katering skala besar untuk lebih dari 1000 orang, namun dia adalah pria yang hangat dan bersahabat. Ia bahkan menunjukkan kepada kami rencananya, akan membuat kafe yang menyediakan permen, makanan pencuci mulut, dan minuman. Di lantai atas kafe tersebut juga akan ada sekolah masak dan menurut Saya sangat hebat. Saya berdoa yang terbaik untuknya!
Usai makan malam, Brian mengantarkan Saya ke hotel. Akhirnya Saya bisa mandi air hangat dan memeriksa email Saya. Saya juga melihat banyak ucapan selamat dari Anda semua dan Saya sangat tersentuh. Jadi hari ini di ulang tahun Saya yang ke-33 dan Saya harus berpisah jauh dengan keluarga, Saya menghabiskannya dengan teman-teman baru di tempat yang sangat indah juga dilimpahi ucapan selamat dari Anda semua. Saya pikir Saya tidak bisa meminta ulang tahun yang lebih membahagiakan dari ini. Terima kasih semuanya.
=====
Birthday With Honey and Bee
Hi Everyone!
Sorry I haven’t been writing more frequently, but I’ve been very busy travelling and have not really managed to catch my breath just yet.
I would like to thank each and every one of you that wished me for my birthday. I am very touched with the warm greetings and felt very happy to read all your messages.
Actually, I had to travel to New Zealand alone during my birthday for work. At first, I was supposed to spend the week in Singapore with the family but because of my tight schedule, this is the only week I was free to travel to New Zealand to meet our honey suppliers and to have a tour of the factory and the processing plant.
It was a beautiful day when I woke up on my birthday. I was staying in a nice hotel which was right next to a big park. Our supplier, Brian picked me up and we drove 2 hours from Christchurch to Timaru, New Zealand where the office is to have a look. Along the way we stopped at a very nice cafe to have breakfast and coffee.
When I reached the office, I was introduced to everyone and we went to have a look at the place. It was great as I was shown how the raw honey came in and was stored and the packed honey products shipped out. I also learnt more about the various types of clover honey and the colouring. Rest assured, we are definitely getting the best type of clover honey. We even had some honey tasting! It was a great experience being able to sample different flavours of honey.
After a while, we headed out to the factory where our HDI Clover honey is packed. I was very impressed with the way the honey was filtered, creamed and packed. Our products are definitely 100% natural and I certainly enjoyed watching  the process.  I also learnt more about our HDI Clover honey. Pure honey will never go bad. Sometimes the colour of the honey changes but that is only due to crystallization which is very normal, this happens when the honey sits for a while and is exposed to a small amount of heat along the way. Sometimes I understand that we have some issues with the honey and its appearance but based on my discussion with our suppliers and our testing, it is normal for the honey to undergo some form of change. I personally inspected all our honey from the factory and they looked beautiful! This is really premium white clover honey and everyone goes through a lot of trouble to be able to get that honey to you. We also discussed some quality control procedures to help to improve the processes which was great.
After spending some time at the factory, we drove 45 minutes to this beautiful place called Lake Tepako. Lake Tepako is a truly beautiful and amazing place. The view was unbelievable! Can you imagine a intense blue body of water with snow capped mountains in the background? I was also very thankful for the fantastic weather because just 1 week ago it was snowing there!  The water was very still and the air was crisp and cool. We walked around for a while before settling down for a delicious lunch of fish and chips with a cold New Zealand beer outdoors while admiring the view. It was truly a special moment for me.
We took a couple of pictures while we were there and also had a look at the Church of the Good Shepherd. This is a description of it:
Situated on the shores of Lake Tekapo is the Church of the Good Shepherd, which, in 1935, was the first church built in the Mackenzie Basin. The church at Burkes Pass, St Patrick’s built in 1872 was the first church built by pioneers as a joint community effort, by Anglicans Presbyterian and Catholic settlers. Also a joint venture between Presbyterians and Anglicans, St Columba in Fairlie was built in 1879. The church at Lake Tekapo was designed by Christchurch architect R.S.D. Harman, based on sketches by a local artist, Esther Hope. The church is arguably one of the most photographed in New Zealand, and features an altar window that frames stunning views of the lake and mountains. (Courtesy of Wikipedia)
After our lunch at Lake Tekapo, we drove another half an hour to visit Jacky. Jacky’s a bee keeper that supplies us with honey. When we arrived, Jacky came out and from the first look, I knew I was going to like him. He was a friendly guy that was such an expert when it came to bees. He opened up a hive for me and even let me take a couple of pictures. This was the first time I was so close to a hive without the protective gear. The bees were very docile and “friendly”. I even managed to spot the queen bee in the hive which was great! Jacky explained how the bees would go out to collect the nectar from the flowers and come back to the hive. After that, we went into Jacky’s workshop where he makes his own hives. It was great to see a master craftsman doing what he did. We then went around his farm for a while before saying goodbye. Unfortunately, Jacky is retiring from beekeeping and I would love to wish him all the best.
After seeing Jacky, we drove to a little town to have coffee and relax for a while. It had been quite a busy day for us after all! We tried to find a coffee shop but apparently in New Zealand, all the shops close at 5pm! In the end we had to go to a sports bar to have our coffee. We talked about how the honey industry in New Zealand too. Apparently, New Zealand didn’t have a good year in terms of the weather and therefore the honey supply was affected. We are working very closely with our suppliers and beekeepers to ensure that we will always have to have our steady supply of honey but unfortunately this year honey prices across the board has just gone up. Less supply coupled with increasing demand means that prices have to rise and this is something that was unavoidable. But we are hoping to have a better year next year so that supply can return to normal.
After our coffee, we split up and I rode with Brian back to the hotel. I was already sleepy by then and took a nap in the car. By this time it was already around 7pm and Brian took me for a quick dinner. We went to this place called Simo’s. Simo’s is a cafe that services Moroccan food. All I can say was wow! The food was unbelievable! It was amazing to see the chef mix unusual types of ingredients together that somehow I will not think will match, but when I tasted his dishes…wow! It was something really special.
Brian knew Simo, the owner personally and he came out to talk to us for a while. I was very surprised and touched by Simo’s story. Simo used to have 3 restaurants. I said used to because they were damaged during the earthquake that hit Christchurch last year, and after he renovated them to fix them up again, they were destroyed in the earthquake this February. This is a chef who’s restaurants were mentioned in Singapore Airlines top 5 things to do in Christchurch, but yet now he is working behind the counter of a small cafeteria still making his wonderful food.
He is truly a man of passion and someone I can respect. We talked about moving of Christchurch because of the quakes, but he said that his family was there (he has 2 boys) and that the city needed people to stay. If people left, the city would find it even harder to get back on its feet . He has had numerous job offers all over the world and even does large scale catering (for more than 1000 people) but he is such a warm and friendly person. He even got new construction plans from his car to show us-it will be his new cafe which will offer sweets, deserts and drinks. It will also have a cooking school upstairs and I think it looked great. Wishing him all the best!
After dinner, Brian dropped me off at the hotel. I had the chance to have a hot shower and to check my email. I also saw the many greetings that all of you had sent me and I was very touched. So today, on my 33rd birthday, even though I was alone away from family, I spent it with new friends in a beautiful place and also had all of your well wishes. I don’t think I could have asked for a better birthday than this. Thank you all

Bekas Padang Gurun , Taman Ekosistem Masa Depan

by Israel Berbahasa Indonesia on Thursday, August 25, 2011 at 1:54pm
 
Ariel Sharon Park yang pernah menjadi tempat pembuangan sampah terbesar di Israel, adalah sebuah contoh bagaimana mengubah bahaya lingkungan hidup menjadi suatu aset nasional.


Ariel Sharon Park, di masa depan luasnya akan lebih besar daripada New York Central Park.

Oleh  Rivka Borochov

Suatu tempat pembuangan sampah terbesar di negara Israel yaitu Tempat Pembuangan Sampah (TPA) Hiriya yang terletak antara Ramat Gan dan Tel Aviv, telah menjulang tinggi dengan penolakan dari warga Israel yang terjadi antara tahun 1952 hingga 1998, dan ketika akhirnya ditutup. Penumpukan sampah menjulang hingga ketinggian 200 meter dan meluas hingga  lebih dari 2.000 acre.

Saat ini lingkungan yang merusak pemandangan ini sedang berubah menjadi wonderland ekosistem, Ariel Sharon Park. Rencana pembangunan secara keseluruhan termasuk amfiteater, restoran, kafe, lapangan olahraga, dan kelas pendidikan untuk mengajarkan tentang kemasyarakatan dan lingkungan hidup. Setelah selesai, area ini akan mencakup luas tiga kali lebih besar dari ukuran Central Park, New York City.


Pemandangan dari  udara Ariel Sharon Park yang dibangun di atas bekas tempat pembuangan sampah.

Baru-baru ini, sekitar 25 acre taman warga Israel telah dibuka untuk umum dengan menggunakan tiket masuk yang harus dipesan terlebih dahulu. Dari puncak gurun bekas tempat pembuangan sampah, pengunjung dapat menyaksikan pemandangan kota Tel Aviv dengan garis-garis besar perencanaan lokasi wonderland. Mulai dari daerah yang dekat dengan Ben-Gurion International Airport, Ariel Sharon Park akan memberikan jalur hijau berkesinambungan yang  membentang hingga ke dalam kota Tel Aviv, menghubungkan sejumlah jalur hijau dan taman-taman yang telah ada. Hal ini memberikan harapan yang cerah bagi sebuah bencana lingkungan yang suram.

Nama taman diambil dari nama mantan Perdana Menteri Ariel Sharon, seorang pendukung antusias dari gagasan tersebut. Pembangunan taman diperkirakan menelan biaya total sebesar US $ 250 juta. Biaya itu banyak digunakan untuk menghancurkan dan meratakan bekas penimbunan sampah menjadi suatu taman yang cantik. Tanah dan saluran air harus direhabilitasi, dan pembangunan pusat daur ulang fungsional di lokasi dengan sejumlah teknologi lingkungan hidup yang canggih, termasuk pemanfaatan biogas untuk daya lampu. Standar keselamatan yang ketat diterapkan pada jalur hiking dan jalur bersepeda serta area taman bermain.

Moran Tzarfati, juru bicara untuk proyek tersebut, mengatakan bahwa sejauh ini, "Kita telah membuka bagian pertama dari taman yang terdiri dari 100 dunam dari keseluruhan  8.000 dunam. 100 dunam telah berada di puncak taman, dan itu termasuk balkon untuk memandang seluruh area distrik, yang merupakan bagian paling utama dari Ariel Sharon Park".


Ariel Sharon Park akan menawarkan jalur hijau berkesinambungan yang  memanjang hingga  ke kota Tel Aviv.

Untuk saat ini pengunjung hanya dapat mencapai taman dengan kendaraan mobil. Setelah sampai di sana pengunjung akan dijemput oleh wahana antar-jemput bertenaga listrik untuk mengantar mereka menuju ke puncak gunung.

Sulit untuk mengatakan kapan taman ini akan selesai, namun gagasannya  adalah untuk membuka taman secara bertahap sedikit demi sedikit. "Delapan ribu dunam (2.000 acre) sulit rasanya untuk mengembangkan sekaligus," kata Tzarfati. "Gunung itu sendiri terdiri dari sekitar 500 atau 600 dunam saja. Kami akan membukanya sebagian dahulu, dan tidak lama lagi kami akan membuka pintu masuk lain ke area taman."

Esty Appelbaum-Polani, Ketua dan Anggota Dewan  Direksi Ariel Sharon Park, menyatakan: "Taman ini dengan tegas akan menempatkan Negara Israel berada di garis depan dalam  perlindungan ekosistem, sebagai proyek lingkungan hidup kelas satu. Dalam hal ini Israel telah menciptakan terobosan dengan mengubah bahaya lingkungan hidup menjadi aset nasional.

Soichiro HONDA


SOICHIRO HONDA : “Lihat Kegagalan Saya”
Pengalaman adalah guru yang paling brutal dan kejam.
Cobalah amati kendaraan yang melintasi jalan raya. Pasti, mata Anda selalu terbentur pada Honda, baik berupa mobil maupun motor. Merk kendaran ini menyesaki padatnya lalu lintas, sehingga layak dijuluki “raja jalanan”.
Namun, pernahkah Anda tahu, sang pendiri “kerajaan” Honda – Soichiro Honda - diliputi kegagalan”. Ia juga tidak menyandang gelar insinyur, lebih-lebih Profesor. Ia bukan siswa yang memiliki otak cemerlang. Di kelas, duduknya tidak pernah di depan, selalu menjauh dari pandangan guru. “Nilaiku jelek di sekolah. Tapi saya tidak bersedih, karena dunia saya disekitar mesin, motor dan sepeda,” tutur tokoh ini, yang meninggal pada usia 84 tahun, setelah dirawat di RS Juntendo, Tokyo, akibat mengindap lever. Saat merintis bisnisnya Soichiro Honda selalu diliputi kegagalan. Ia sempat jatuh sakit, kehabisan uang, dikeluarkan dari kuliah. Namun ia terus bermimpi dan bermimpi…
Kecintaannya kepada mesin, mungkin ‘warisan’ dari ayahnya yang membuka bengkel reparasi pertanian, di dusun Kamyo, distrik Shizuko, Jepang Tengah, tempat kelahiran Soichiro Honda. Di bengkel, ayahnya memberi cathut (kakak tua) untuk mencabut paku. Ia juga sering bermain di tempat penggilingan padi melihat mesin diesel yang menjadi motor penggeraknya. Di situ, lelaki kelahiran 17 November 1906, ini dapat berdiam diri berjam-jam. Di usia 8 tahun, ia mengayuh sepeda sejauh 10 mil, hanya ingin menyaksikan pesawat terbang.
Ternyata, minatnya pada mesin, tidak sia-sia. Ketika usianya 12 tahun, Honda berhasil menciptakan sebuah sepeda pancal dengan model rem kaki. Tapi, benaknya tidak bermimpi menjadi usahawan otomotif. Ia sadar berasal dari keluarga miskin. Apalagi fisiknya lemah, tidak tampan, sehingga membuatnya rendah diri.
Di usia 15 tahun, Honda hijrah ke Jepang, bekerja Hart Shokai Company. Bosnya, Saka Kibara, sangat senang melihat cara kerjanya. Honda teliti dan cekatan dalam soal mesin. Setiap suara yang mencurigakan, setiap oli yang bocor, tidak luput dari perhatiannya. Enam tahun bekerja disitu, menambah wawasannya tentang permesinan. Akhirnya, pada usia 21 tahun, bosnya mengusulkan membuka suatu kantor cabang di Hamamatsu. Tawaran ini tidak ditampiknya.
Di Hamamatsu prestasi kerjanya tetap membaik. Ia selalu menerima reparasi yang ditolak oleh bengkel lain. Kerjanya pun cepat memperbaiki mobil pelanggan sehingga berjalan kembali. Karena itu, jam kerjanya larut malam, dan terkadang sampai subuh. Otak jeniusnya tetap kreatif. Pada zaman itu, jari-jari mobil terbuat dari kayu, hingga tidak baik meredam goncangan. Ia punya gagasan untuk menggantikan ruji-ruji itu dengan logam. Hasilnya luarbiasa. Ruji-ruji logamnya laku keras, dan diekspor ke seluruh dunia. Di usia 30, Honda menandatangani patennya yang pertama.


Setelah menciptakan ruji, Honda ingin melepaskan diri dari bosnya, membuat usaha bengkel sendiri. Ia mulai berpikir, spesialis apa yang dipilih? Otaknya tertuju kepada pembuatan Ring Pinston, yang dihasilkan oleh bengkelnya sendiri pada tahun 1938. Sayang, karyanya itu ditolak oleh Toyota, karena dianggap tidak memenuhi standar. Ring buatannya tidak lentur, dan tidak laku dijual. Ia ingat reaksi teman-temannya terhadap kegagalan itu. Mereka menyesalkan dirinya keluar dari bengkel.
Kuliah karena kegagalan itu, Honda jatuh sakit cukup serius. Dua bulan kemudian, kesehatannya pulih kembali. Ia kembali memimpin bengkelnya. Tapi, soal Ring Pinston itu, belum juga ada solusinya. Demi mencari jawaban, ia kuliah lagi untuk menambah pengetahuannya tentang mesin. Siang hari, setelah pulang kuliah - pagi hari, ia langsung ke bengkel, mempraktekan pengetahuan yang baru diperoleh. Setelah dua tahun menjadi mahasiswa, ia akhirnya dikeluarkan karena jarang mengikuti kuliah.
“Saya merasa sekarat, karena ketika lapar tidak diberi makan, melainkan dijejali penjelasan bertele-tele tentang hukum makanan dan pengaruhnya,” ujar Honda, yang gandrung balap mobil. Kepada Rektornya, ia jelaskan maksudnya kuliah bukan mencari ijasah. Melainkan pengetahuan. Penjelasan ini justru dianggap penghinaan.
Berkat kerja kerasnya, desain Ring Pinston-nya diterima. Pihak Toyota memberikan kontrak, sehingga Honda berniat mendirikan pabrik. Eh malangnya, niatan itu kandas. Jepang, karena siap perang, tidak memberikan dana. Ia pun tidak kehabisan akal mengumpulkan modal dari sekelompok orang untuk mendirikan pabrik. Lagi-lagi musibah datang. Setelah perang meletus, pabriknya terbakar dua kali. . Ia bergegas mengumpulkan karyawannya. Mereka diperintahkan mengambil sisa kaleng bensol yang dibuang oleh kapal Amerika Serikat, digunakan sebagai bahan mendirikan pabrik.
Namun, Honda tidak patah semangat. Tanpa diduga, gempa bumi meletus menghancurkan pabriknya, sehingga diputuskan menjual pabrik Ring Pinstonnya ke Toyota. Setelah itu, Honda mencoba beberapa usaha lain. Sayang semuanya gagal.

Akhirnya, tahun 1947,setelah perang Jepang kekurangan bensin. Di sini kondisi ekonomi Jepang porak-poranda. Sampai-sampai Honda tidak dapat menjual mobilnya untuk membeli makanan bagi keluarganya. Dalam keadaan terdesak, ia memasang motor kecil pada sepeda. Siapa sangka, “sepeda motor” - cikal bakal lahirnya mobil Honda - itu diminati oleh para tetangga. Mereka berbondong-bondong memesan, sehingga Honda kehabisan stok.
Disinilah, Honda kembali mendirikan pabrik motor. Sejak itu, kesuksesan tak pernah lepas dari tangannya. Motor Honda berikut mobinya, menjadi “raja” jalanan dunia, termasuk Indonesia. Soichiro Honda mengatakan, janganlah melihat keberhasilan dalam menggeluti industri otomotif. Tapi lihatlah kegagalan-kegagalan yang dialaminya. “Orang melihat kesuksesan saya hanya satu persen. Tapi, mereka tidak melihat 99% kegagalan saya”, tuturnya. Ia memberikan petuah ketika Anda mengalami kegagalan, yaitu mulailah bermimpi, mimpikanlah mimpi baru dan berusahalah untuk merubah mimpi itu menjadi kenyataan.

Kisah Honda ini, adalah contoh bahwa Suskes itu bisa diraih seseorang dengan modal seadanya, tidak pintar di sekolah, ataupun berasal dari keluarga miskin. Jadi buat apa kita putus asa bersusah hati merenungi nasib dan kegagalan. Tetaplah tegar dan teruslah berusaha, lihatlah Honda sang ”Raja” jalanan.

5 Resep keberhasilan Honda:

1. Selalulah berambisi dan berjiwa muda.
2. Hargailah teori yang sehat, temukan gagasan baru, khususkan waktu memperbaiki produksi.
3. Senangilah pekerjaan Anda dan usahakan buat kondisi kerja Anda senyaman mungkin.
4. Carilah irama kerja yang lancar dan harmonis.
5. Selalu ingat pentingnya penelitian dan kerja sama.

Rabu, 24 Agustus 2011

::THE POWER OF MIND::





Anda adalah apa yang anda pikirkan” itulah istilah yang sering kita dengar”.
Dalam tubuh kita ada dua unsur yang yang sangat berperan besar dalam kehidupan yaitu unsur fisik dan non fisik, unsur fisik tubuh kita dan nonfisik adalah pikiran kita. dan kedua unsur ini saling melengkapi satu sama lain untuk bekerja.
pernahkah kita memikirkan betapa kuatnya pengaruh pikiran dalam hidup kita? hampir semua hidup kita adalah hasil pilihan yang ada di pemikiran kita.
Jangan pernah underestimate dengan kekuatan pikiran kita, karena apa yang kita pikirkan bisa saja terjadi maka pikirkan lah yang baik atau positif bagi diri kita. bayangkan bila anda banyak memikirkan negatif dan kan menghasilkan output negatif pula pada diri anda. kebanyakan manusia didunia hanya menggunakan potensi pikiran yang telah diberikan Tuhan kepadanya hanya sedikit saja dan kebanyakan orang-orang sukses mempunyai pikiran yang besar untuk keberhasilannya.

Hidup kita adalah seperti apa yang diciptakan oleh pikiran kita, oleh karena itu binalah pikiran kita supaya dapat menciptakan hidup secara wajar dan mengagumkan”
Hidup kita adalah seperti apa yang diciptakan oleh pikiran kita,
oleh karena itu binalah pikiran kita supaya dapat menciptakan
hidup secara wajar dan mengagumkan”


Berpikir sesaat itu lebih baik dari pada beribadah setahun
““Kekuatan memikirkan sesuatu menguasai segala-galanya, ia menciptakan keindahan
dan kebahagiaan yang menjadi segala-galanya di dunia ini

Kuasailah jalan Pikiranmu maka Anda akan sanggup melakukan apapun dengan pikiran Anda

Kita perlu berusaha lebih serius membuang Pikiran-pikiran yang negatif dari benak kita,
dari pada membuang tumor dari tubuh kita

"Manusia besar ialah mereka yang mengetahui Pikiran mengusai dunia

Biasanya orang menilai sesuatu dari apa yang dilihatnya.
Semua orang mempunyai mata tetapi jarang yang mempunyai ketajaman pikiran


Hati-hatilah dengan Pikiranmu, karena Pikiran
dan angan-angan itu pada suatu saat akan menjadi kenyataan

Banyak orang pergi ke dokter, tidak memerlukan obat
tetapi hanya perlu adanya perubahan Pikiran



Pikiran yang kreatif akan selalu hidup,
walaupun dalam keadaan yang buruk

Orang yang tidak mau mengembangkan kebiasan berpikir,
akan kehilangan kenikmatan hidup yang paling besar
.





BAGAIMANA MENJADI INDIVIDU YANG BERPOTENSI???

1. Ikut Ambil Bagian dalam Sesuatu yang Anda Minati

–Anda bisa mengikuti kegiatan apapun. Anda bisa ikut ambil bagian dalam kegiatan yang bersifat religius, bergabung dengan kelompok yang mendukung tujuan tertentu, atau menapaki karir anda dengan tekun. Dalam setiap kegiatan yang anda pilih, hasil psikologis yang diraih mempunyai sifat sama. Anda ikut ambil bagian sepenuhnya dalam kegiatan yang anda minati. Kegiatan semacam ini akan memberikan kebahagiaan dan makna dalam kehidupan anda.

2. Habiskan Waktu Bersama Teman-Teman dan Keluarga

– Kehidupan yang bahagia adalah kehidupan yang anda lalui bersama teman-teman dan keluarga. Semakin kuat hubungan pribadi yang anda miliki serta semakin kerap interaksi bersama teman-teman dan keluarga, maka semakin bahagia pula anda.

3. Pikirkan Hal-hal yang Positif

– Seringkali orang terlalu berkonsentrasi pada hal-hal negatif dan tidak menyisakan waktu untuk merefleksikan hal-hal yang berhasil mereka raih secara positif. Merupakan hal yang alami bagi seseorang untuk mengkoreksi keadaan yang tidak sesuai dengan keinginan mereka dan memfokuskan diri mereka pada hal tersebut, namun harus terdapat keseimbangan dalam menempatkan diri anda. Sangatlah penting untuk merefleksikan hal-hal baik yang anda peroleh sementara anda mengkoreksi hal-hal yang buruk. Mengingatkan diri anda terus menerus terhadap kesuksesan pribadi yang anda raih setiap harinya akan memiliki dampak positif yang sangat berarti dalam kebahagiaan emosional anda.


4. Gunakan Sumber Daya yang Anda Miliki

– Orang rata-rata biasanya merasa kagum ketika mereka melihat seseorang yang memiliki kekurangan fisik memperlihatkan tanda-tanda kebahagiaan secara emosional. Bagaimana mungkin seseorang yang berada dalam kondisi fisik seperti itu bisa terlihat begitu bahagia? Jawabannya terletak pada bagaimana mereka menggunakan sumber daya yang mereka miliki. Stevie Wonder tak bisa melihat, jadi ia menggunakan kemampuan mendengarnya dalam dunia musik, dan ia sekarang memiliki 25 piala Grammy sebagai bukti.

5. Ciptakan Akhir yang Bahagia Setiap Waktu

– Kekuatan dari akhir merupakan sesuatu yang mengagumkan. Akhir dari sebuah pengalaman yang dialami seseorang dapat mengubah persepsi keseluruhan orang tersebut. Bayangkan anda sedang membaca sebuah novel yang memprovokasi pikiran anda. Sekarang bayangkan bagian akhir dari novel tersebut ternyata sangat buruk. Meskipun cerita nya sangat menegangkan hingga saat-saat menjelang akhir, apakah anda akan tetap merekomendasikan novel tersebut pada orang lain? Orang selalu mengingat bagian akhirnya. Jika bagian akhir tersebut berakhir bahagia, maka pengalaman tersebut juga menciptakan perasaan bahagia. Selesaikan apa yang sedang anda kerjakan, selesaikan dalam keadaan baik, dan ciptakan akhir yang bahagia dalam kehidupan anda jika memungkinkan.

6. Gunakan Kekuatan Pribadi Untuk Menyelesaikan Sesuatu
Setiap orang memiliki kekuatan pribadi yang unik. Kita memiliki bakat dan keahlian yang berbeda. Kebahagiaan emosi akan datang secara alami pada mereka yang menggunakan kekuatan pribadinya untuk menyelesaikan sesuatu. Ketika anda berhasil mencapai sesuatu karena keahlian anda sendiri, maka penghargaan psikologis yang anda peroleh sangatlah bernilai.

7. Nikmati Setiap Kebahagiaan yang Anda Raih

Hal-hal terbaik yang bisa anda nikmati di dunia ini sifatnya gratis. Hal-hal tersebut muncul dalam bentuk yang sederhana dan muncul di hadapan anda pada waktu dan tempat yang tidak bisa anda duga. Kebahagiaan semacam ini diatur oleh alam dalam situasi tertentu dan ditangkap oleh panca indera kita. Momen semacam ini mungkin saja muncul saat anda sedang melihat pantulan sinar matahari terbenam dari sebuah kolam ketika anda sedang menggenggam tangan orang yang anda sayangi. Menyadari kemunculan momen-momen semacam ini akan menimbulkan kebahagiaan tak terduga dalam kehidupan anda.

JANGAN SIA-SIAKAN WAKTU MUDA KITA,BEKERJA DAN BELAJARLAH DAGAN KERAS DENGAN MENGINDAHKAN NORMA2 AGAMA DAN SOSIAL.