Inspiring Words

"Sebagian Orang Hanya Bermimpi Sukses Sementara Yang Lainnya Bangun dan Bekerja Keras Untuk Sukses"

Minggu, 31 Oktober 2010

Jangan Tutup Tirai Bus Kehidupan Anda

Jangan Tutup Tirai Bus Kehidupan Anda
Saya pernah bersama seluruh karyawan Sebuah perusahaan di Bandung berkunjung kewisata bahari di Pangandaran. Kita menyewa bus  pergi ke Pangandaran. Dari Bandung ke Pangandaran memang pemandangannya tidak sebagus kalau kita ke Batu atau Pandaan. Tidak ada pemandangan yang indah. Namun pemandangannya tetap menyenangkan. Ada warung yang ramai, ada anak sedang berlari hanya bercelana pendek, ada pasar tumpah yang menyebabkan kemacetan dan lainnya.

Ketika melihat itu saya mencoba mengingatkan teman-teman untuk melihat pemandangan di luar bus. Ada jalan tol, melalui desa, kota kecil, melihat kehidupan sederhana sehari-hari. Tiba-tiba saya teringat sebuah buku berjudul “Are You Ready to Succeed?”

Menurut buku itu, kehidupan kita seperti naik bus. Dan kita lihat di luar itu sebenarnya pemandangannya indah sekali. Dan penuh dengan pelajaran yang bisa kita serap. Tetapi kita sering kali menutup tirai bus semuanya. Sehingga kita tidak bisa melihat apa-apa.

Banyak sekali obyek dalam kehidupan, lewat pemandangan kehidupan, pembelajaran yang banyak, tapi mereka sama sekali tidak mau melihat keluar dan menutup busnya dengan tirai kain yang tebal. Sehingga tidak melihat adanya sinar matahari yang indah. Tertutupnya tirai bus, menghalangi pemandangan kehidupan sehari-hari yang menarik dalam perjalanan.

Demikian juga dengan hidup. Sering kita terpaku rutinitas dan terjerembab di dalamnya. Bangun jam 6, berangkat ke kantor. Tiba jam 8 langsung kerja sampai jam 5 sore atau lebih. Pulang ke rumah, sudah capek langsung tidur. Dan besoknya demikian. Berulang-ulang. Tidak mau menikmati perjalanan hidupnya. Alangkah indahnya kalau kita bisa belajar menikmati hal-hal yang sederhana, yang kita lewati di dalam kehidupan kita.
Mulai sekarang bukalah tirai bus kehidupan anda, jangan terpaku dan terjerembab terus dalam ritunitas. Milikilah hidup yang dinamis, kreatif yang tidak membosankan. Lihat diluar sana begitu banyak hal yang menarik yang bisa anda lakukan dan lebih menikmatinya. Hidup ini sekali saja, sayangkan kalau kita hanya hidup dari jam 20.00 sampai 24.00, karena dari jam 00.00 sampai 05.00 anda pergunakan untuk istirahat malam dan dari 05.00 pagi sampai jam 17.00 anda terpaku dengan rutinitas.

Dalam kehidupan sederhana kita bisa belajar menikmati kehidupan.

Broken Window Theory.

Broken Window Theory.

Bila sebuah rumah yang tidak berpenghuni, ada jendelanya yang pecah, dan tidak segera diperbaiki, maka sebentar lagi akan ada maling masuk dan mencuri barangnya, kemudian akan ada orang lagi mengambil perabotnya, dan kemudian ada lagi yang akan mencuri jendela nya, dan kemudian kusen nya pun akan sekalian dicopot, dan seterusnya.

Sebaliknya bila jendela yang pecah itu segera diperbaiki, orang tidak akan berani mencuri karena menganggap bahwa rumah tersebut dijaga dan diawasi orang, dan rumah itu tetap akan dalam kondisi utuh untuk waktu yang lama.

Dalam banyak kehidupan bisnis dan pribadi kita, konsep ini berlaku secara umum dan konsiten. Bila kita memahaminya maka kita akan dapat menggunakannya untuk keuntungan kita.

Bilamana karyawan anda dikantor dibiarkan terlambat 10 menit dari waktu kerja yang seharusnya, maka besoknya ada lagi yang terlambat 20 menit, dan akhirnya semua akan serba terlambah sampai sejam sekalian dan produktifitas terganggu.

Korupsi kecil dibiarkan, menjadi lebih banyak, lebih besar, seperti wabah virus yang menyebar kemana mana, dan setiap kali menjadi semakin besar semakin parah.

Kebiasaan pribadi penundaan kerja, satu hal kita tunda dan biarkan, hal kedua ikut juga, akhirnya seluruh persoalan tertunda semuanya, dan menunda menjadi kebiasaan kita.

Mengatasi persoalan ketika masih belum membesar dan belum menjadi budaya perusahaan akan membuat kerja kita lebih produktip dan perusahaan lebih maju. Memperbaiki kekeliruan pribadi akan lebih mudah waktu persoalan itu masih kecil. Selamat berpikir dan membuat strategi lebih produktip menuju sukses. Salam.

Team Tangguh 3n. klik http://abangherrys.blogspot.com

Selasa, 19 Oktober 2010

Jenius Perlu Perjuangan


Jenius Perlu Perjuangan
'Jenius adalah 1 persen inspirasi dan 99 persen keringat'.
Kutipan terkenal itu adalah milik ilmuwan Thomas Alva Edison. Ungkapan itu semakin terbukti dan ternyata ilmuwan-ilmuwan hebat itu muncul bukan karena sekedar pintar. Penulis buku-buku ilmiah Andrew Robinson dalam bukunya 'Sudden Genius?' menemukan kesamaan baik pada ilmuwan masa kini maupun ilmuwan masa lampau ternyata ilmuwan menjadi jenius tidak terjadi dalam waktu sekejap.
Bagaimana sampai ilmuwan-ilmuwan itu mempunyai banyak ide di kepalanya, ternyata ada jalan bertahap dalam membuat terobosan-terobosan yang kreatif. Proses kreatifitas inilah yang membuat ilmuwan jenius.
Menurut Andrew, jenius merupakan hasil dari kerja keras yang konsisten dan sebuah ketekunan. Jika kini banyak orangtua yang ingin mencetak anak jenius menurutnya tidak bisa dengan jalan pintas. Andrew menemukan proses kreatif membuat seseorang memiliki ide yang begitu banyak dengan kata lain tidak pernah menyerah untuk mencoba hingga menemukan formula yang tepat.
Studi ilmiah tentang kreativitas ini meliputi banyak hal seperti bakat, kecerdasan, memori,mimpi, alam bawah sadar, kerja keras dan banyak lagi sehingga menjadi jenius bukan semata-mata karena pintar. Pola tersebut ditemukan hampir sama baik pada ilmuwan maupun pada seniman seperti pada bidang arkeologi, arsitektur, seni, biologi, kimia, film, musik, sastra, fotografi dan fisika.
Masalah kreativitas yang menjadi kunci orang jenius jauh sebelumnya pernah diungkap oleh polymath Prancis terkenal yaitu Henri Poincare pada tahun 1881. Sekitar 30 tahun kemudian, Poincare menerbitkan sebuah analisis proses berpikir sendiri. Model Poincare ini melalui empat tahap yaitu pikiran sadar, pikiran tidak sadar (inkubasi), iluminasi (menjelaskan) dan juga verifikasi. Hal ini disimpulkan sejak ia mempelajarinya secara mendalam.

Ilmuwan seperti Albert Einstein, Hermann von Helmholtz dan Werner Heisenberg pernah menggambarkan proses kreativitasnya mirip dengan model Poincare tersebut. Hingga kini empat tahapan tersebut adalah model kreativitas terbaik yang dimiliki. Seperti dikutip dari Medindia, sebuah percobaan menunjukkan bahwa dalam kondisi ketidaksadaran, seseorang dapat mengaktifkan informasi kompleks yang menghambat alam sadarnya. Dan itu baru salah satu faktor.
Karena itu kejeniusan seseorang tidak bisa didapatkan melalui cara singkat, namun membutuhkan sebuah ketekunan dan kerja keras yang konsisten.
(berbagai sumber)
 

Pemanasan Global


Pemanasan Global dan Kesehatan

Menurut ahli kesehatan masyarakat dari Depkes Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, I Made Jaya, pemanasan global merupakan akibat dari rangkaian fenomena yang saling kait, antara lain pertambahan penduduk, peningkatan permintaan sumber daya alam, industrialisasi, konsumsi BBM, emisi, peningkatan suhu, mencairnya es, makin tingginya uap air, dan perubahan arah angin muson.
Dia mencontohkan, dengan pemanasan global, amplitudo suhu makin besar. Di siang hari, suhu dapat lebih panas dan lebih dingin di malam hari, tergantung daerahnya. Kondisi itu saja menyebabkan daya tahan tubuh rawan menurun sehingga manusia mudah terjangkit penyakit.
Hal yang lebih mengkhawatirkan, makin merebaknya penyakit akibat perubahan musim. ”Dulu, cacar air biasanya pada September dan Oktober. Masuk musim hujan, pertumbuhan jamur dan virus makin mudah. Namun, kini, sepanjang tahun terdapat kasus itu,” ujarnya.
Kelangkaan sumber air akibat ketidakteraturan musim dan kegagalan manajemen air akan berpengaruh terhadap kelangkaan pangan dan penyakit kurang gizi. Agen penyakit juga gampang bermutasi. Hal ini, misalnya, terlihat dengan kemunculan kasus flu burung dan influenza A (H1N1). Virus corona, misalnya, bermutasi sehingga menyebabkan SARS.
Banyak kawasan menghangat sehingga parasit pembawa penyakit, seperti nyamuk, menyebar ke daerah baru yang tak siap dengan kedatangan pembawa penyakit itu.
[sumber: kompas.com]

Popok Sekali Pakai


Popok Sekali Pakai atau Popok Kain?
Apakah Anda tahu, kalau setiap bayi berganti popok dalam kisaran 5000 hingga 8000 kali? Dan kebanyakan, popok yang dipakai adalah jenis sekali pakai.
Apa yang Anda pakaikan pada buah hati Anda? Jenis yang sekali pakai atau popok kain yang bisa dicuci? Bila Anda memilih yang jenis sekali pakai, artikel ini mungkin akan mampu mengubah pilihan Anda.
Kebanyakan popok sekali pakai melewati proses pemutihan. Proses ini jelas menambah kadar gas dioksida yang beracun. Pun, tercatat 250.000 pohon ditebang setiap tahun untuk memproduksi popok bayi. Data itu adalah untuk bayi di Amerika, bukan untuk untuk seluruh dunia.
Setelah dipakai, popok itu akan berakhir di daratan, bersamaan dengan sampah-sampah lain. Popok itu pun merusak tanah, meracuni air tanah, dan menjadi medium penyebaran parasit, virus, dan bakteri.
Pun, selain dari faktor lingkungan, popok sekali pakai dapat berakibat buruk bagi kesehatan bayi Anda.
Popok biasanya mengandung super absorbent polymer (SAP). SAP merupakan jenis polimer yang mampu menyerap air hingga 8 kali beratnya, berubah menjadi jel ketika basah sehingga mampu membuat bayi tetap kering dan tidak mengalami ruam-ruam.
Efek buruknya adalah bila popok robek saat dipakai, walau sekecil apa pun robekan itu. SAP bisa tertinggal di kulit bayi dan menyebabkan iritasi kulit dan saluran pencernaan, bila SAP itu tanpa sengaja tertinggal di mulut bayi.
Selain itu, penggunaan popok akan mempersulit latihan buang air yang seharusnya dijalani oleh setiap bayi. Penelitian menemukan, bayi yang menggunakan popok kain memulai latihan menggunakan toilet hingga setahun lebih cepat daripada bayi yang menggunakan popok sekali pakai.
Nah, kini Anda punya dua alasan kuat untuk memakaikan popok kain pada anak Anda, bukan popok sekali pakai yang akan merusak lingkungan dan berpotensi mengganggu kesehatan buah hati Anda.
[sumber: thegreenguide.com]

Kayu Bakar

Kayu Bakarpun Bisa Membunuh Jutaan Manusia
Di negara-negara berkembang dunia termasuk Indonesia, masih banyak masyarakat yang memasak dengan kayu bakar di dalam rumah. Tanpa disadari asap dari pembakaran tersebut telah menjadi bencana dan membunuh sekitar dua juta orang per tahun.

Asap pembakaran dari memasak dengan kayu bakar tersebut telah membuat banyak anggota keluarga terpaksa menghirup gas beracun karbondioksida. Data Clinton Global Initiative mencatat, asap dari memasak dengan kayu bakar di dalam rumah telah menyebabkan kematian pada 1,9 juta orang yang kebanyakan dialami perempuan dan anak-anak. Orang-orang ini tewas karena setiap hari selama bertahun-tahun menghirup asap dari kompor kayu di dalam rumah.

Asap dari hasil memasak dengan tungku kayu itu telah membuat gas beracun membumbung di dalam rumah. Gas ini telah menyebabkan penyakit pneumonia pada anak-anak, kanker paru-paru, bronkitis dan penyakit kardiovaskuler. Sedangkan efek lain dari memasak dengan kayu bakar adalah ikut memberikan kontribusi terhadap perubahan iklim melalui emisi karbon dioksida dan metana yang dikeluarkan. Kedua gas ini merupakan faktor utama penyebab gas rumah kaca.
Untuk mencegah terjadinya bencana keracunan asap akibat memasak dengan kayu bakar, kini sejumlah aliansi global untuk penggunaan kompor yang lebih bersih (Global Alliance for Clean Cookstoves) berusaha menyediakan dana untuk pengadaan kompor bersih. Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton mengumumkan rencananya untuk melawan bencana asap beracun dari memasak dengan kayu bakar yang diyakini telah membunuh dua juta orang tiap tahun itu.
"Cara memasak yang terlihat sederhana itu secara perlahan telah membunuh jutaan orang dan mencemari lingkungan," kata Hillary dalam konferensi pers Clinton Global Initiative didirikan oleh suaminya, mantan presiden AS Bill Clinton seperti dilansir Reuters.
"Dengan menyediakan kompor yang sehat jutaan nyawa bisa diselamatkan. Ini seperti pertolongan kelambu atau vaksin untuk mencegah penyakit," ujar Hillary.
Pemerintah AS dan aliansi global seperti United Nations Foundation, WHO, Morgan Stanley dan Shell akan berupaya mengumpulkan dana US$ 250 juta dalam 10 tahun ke depan. Diharapkan sekitar 500 juta rumah tangga di seluruh dunia bisa menggunakan kompor yang lebih baik untuk memasak dan tidak berbahaya.
Rumah tangga tersebut nantinya bisa memasak lebih baik dengan teknologi sederhana dan harga terjangkau. Dengan kompor yang lebih efisien maka pembakaran bisa lebih baik dan mengurangi produksi asap.
(sumber: detik.com)

GedungTinggi


Tinggal di Gedung Tinggi Bikin Orang Lebih Cepat Tua
Dengan majunya teknologi dan ilmu pengetahuan, makin banyak gedung-gedung pencakar langit yang dibangun. Padahal sesuai dengan teori Einstein, orang yang tinggal di tempat tinggi akan lebih cepat tua. Peneliti telah menunjukkan bahwa salah satu dari teori relativitas Einstein juga bekerja pada tubuh manusia, yaitu semakin jauh dari bumi, maka waktu berjalan semakin cepat.
Dalam tubuh manusia, hal ini berarti bahwa semakin tinggi tempat tinggal seseorang (misalnya tinggal di lantai paling atas gedung percakar langit), maka orang tersebut akan lebih cepat tua ketimbang orang-orang yang tinggal di lantai bawah. Temuan yang dilakukan oleh ilmuwan di Amerika Serikat ini menegaskan teori yang pertama diusulkan Einstein, bahwa waktu berjalan lebih cepat ketika semakin menjauh dari pusat bumi, karena gaya gravitasi yang semakin kecil.
Walaupun konsep tersebut telah diterima selama bertahun-tahun, tapi sekarang perbedaan itu dapat diukur untuk pertama kalinya dengan akurasi yang luar biasa. Dengan menggunakan sepasang jam yang paling akurat di dunia, seorang ahli fisika dari National Institute of Standards and Technology di Colorado menemukan bahwa berada di tempat yang lebih tinggi (jauh dari pusat bumi) akan membuat usia seseorang berjalan lebih cepat.

"Dengan mengambil beberapa langkah lebih tinggi ke atas, orang akan kehilangan 90 miliar detik dalam seumur hidup," jelas James Chin-Wen Chou, peneliti dari National Institute of Standards and Technology, Colorado, seperti dilansir dari Telegraph. Percobaan yang dilakukan Chou menggunakan jam atom 'logika kuantum' yang dapat menjaga waktu untuk dalam satu detik lebih dari 3,7 miliar tahun.

Selain melihat dampak pada manusia, temuan yang telah dipublikasikan pada jurnal Science ini juga akan digunakan untuk meningkatkan teknologi yang mengukur bumi dan medan gravitasi.
(sumber: detik.com)

Tombol Lift


Tombol Lift 40 kali Lebih Berkuman daripada Dudukan Toilet
Bagi Anda yang bekerja atau tinggal di gedung bertingkat, lift merupakan sarana pendukung aktivitas. Namun ingatlah, selalu segera mencuci tangan seusai memencet tombol lift. Pasalnya, tombol-tombol di lift mengandung kuman dan bakteri 40 kali lebih banyak dari tempat duduk toilet umum.
Peringatan tersebut tidak main-main karena para peneliti telah melakukan uji sampel kuman pada lift yang ada di beberapa fasilitas publik, seperti hotel, restoran, bank, perkantoran, dan bandara. Hasilnya, ditemukan 313 koloni unit bakteri menempel pada tiap sentimeter persegi tombol lift. Bandingkan dengan dudukan toilet yang hanya delapan unit koloni.
Hal lain yang perlu diwaspadai adalah bakteri itu bisa menyebabkan sakit perut dan diare. Bakteri Escherichia coli (E coli) merupakan salah satu jenis bakteri yang lazim ditemukan di tombol lift. Bakteri ini biasanya hidup di usus manusia dan keluar lewat tinja.
Ia menambahkan, meski tombol lift dibersihkan secara teratur, potensi terbentuknya koloni bakteri di sana tetaplah tinggi. "Di gedung bertingkat, bayangkan ada berapa orang yang menyentuh tombol lift setiap jamnya?" kata dr Nicholas Moon dari Mircoban Europe, pihak yang melakukan penelitian ini.
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa meja kerja termasuk area berkumpulnya kuman. Papan ketik di komputer, misalnya, mengandung kuman dan bakteri empat kali lebih banyak daripada di toilet.
Karena itu, para ahli mengingatkan pentingnya mencuci tangan sebelum makan atau memproses makanan. Jangan lupa, perkuat daya tahan tubuh Anda dengan produk makanan kesehatan yang berkualitas.
(sumber: KompasHealth)

Rabu, 06 Oktober 2010

Melihat Ke Dalam


Melihat Ke Dalam
Melihat kepada diri sendiri memang sangat sulit. Yang gampang dilakukan adalah melihat kelebihan atau kekurangan orang lain dan membandingkan diri sendiri dengan orang lain itu. Tapi yang sangat penting untuk diingat, lihatlah diri sendiri sebelum menilai orang lain.

Mitra bisnis, hari ini akan mencoba bercerita tentang hal-hal yang lucu dalam kehidupan kita sendiri. Di Amerika, mantan presiden Lincoln begitu sukses dan dikagumi sehingga orang tua di sana mempunyai kebiasaan memarahi anaknya dengan menggambarkan Lincoln. Biasanya mereka akan bilang, "Kamu sudah umur 10 tahun masih seperti ini. Dulu Lincoln umur 10 tahun sudah pintar dan melakukan banyak hal, membantu orang tua, mencari uang sendiri. Kamu sudah seumur ini masih bodoh saja. Lihat Lincoln, pada seumur kamu sudah bisa ini dan itu." Anaknya yang mendengarkan berkali-kali menjadi akhirnya berpikir dan berkata, "Yah, Lincoln pada saat seumur Ayah kan sudah menjadi Presiden Amerika. Kenapa Ayah belum?"

Ini adalah sebuah cerminan bagi kita. Kita sering memarahi seseorang dan membandingkannya dengan orang yang lain. Kadang kita berkata, "Coba lihat karyawan perusahaan A, mereka pintar bisa begini dan begitu." Tetapi kita lupa bahwa di perusahaan tersebut gajinya jauh lebih tinggi.Jadi ada kebiasaan, kita sering menyalahkan orang atau the blaming game. Kemudian diikuti oleh perkataan, "Kamu kok tidak bisa seperti ini?" Lalu kita akan membandingkan dengan sesuatu yang lebih baik. Padahal kadang kita tidak sadar bahwa kita sendiri tidak sebaik bosnya atau tidak sebaik dengan perusahaan yang dibandingkan tersebut.

Maka kita harus reinstrospeksi terhadap diri sendiri. Tidak sekedar menyalahkan orang lain, tetapi tidak mau menyadari diri sendiri. Ada hal yang menarik dalam kehidupan ini. Bahwa orang sering berkata, "Kalau saja anakku sepintar dia." Tetapi kita tidak mau mendidik anak kita sebaik dia mendidik anaknya.

Dalam hal kehidupan kita sering memotong-motong dan mau mengambil sebagian saja dari contoh orang yang baik. Tetapi kita tidak mau melihat diri kita sendiri dan memperbaikinya bahwa kita pun banyak melakukan kesalahan, banyak kekurangan bila dibandingkan dengan orang lain. Maka sudah saatnya kita mulai melihat kedalam lagi pada diri kita sendiri. Apakah kita sudah memberikan yang terbaik? Apakah yang kita berikan sudah sebaik yang diberikan orang lain?

Sebelum kita mulai menudingkan jari pada orang lain, ada baiknya kita menyadari bahwa dibalik hasil yang tampak lebih baik dari orang lain tersebut, ada pengorbanan dan usaha yang lebih besar pula untuk memperoleh hasil tersebut.

7 Characters of Leadership


7 Characters of Leadership
Ada tujuh karakter penting yang membuat seorang pemimpin dianut oleh karyawan atau bawahannya dan rekan bisnisnya. Tujuh karakter penting itu saling terkait antara satu dengan yang lain. Sehingga ketujuh karakter ini tidak bisa dipisahkan. Apa saja tujuh hal itu?

Mitra bisnis, dalam  kesempatan ini saya ingin menelaah tentang kepemimpinan atau leadership. Apa sih yang membuat down line, atau bawahan itu mau mendengarkan gaya kepemimpinan Anda.

Ada tujuh hal penting yang membuat seseorang itu mau dipimpin atau menurut kepada Anda.                                                                                                                        
Pertama, bila anda sebagai pemimpin memperlakukan mereka dengan rasa hormat. Tidak semua orang memang gila hormat, tetapi siapapun orangnya juga tidak mau untuk dihina. Kalau kita bisa memperlakukan karyawan atau bawahan kita dengan rasa hormat, maka mereka akan menghargai itu.

Kedua, seorang pemimpin harus bisa memberikan inspirasi kepada bawahannya/rekannya. Pemimpin harus mampu memberikan inspirasi, visi, dan misi ke mana sebenarnya arah perjalanan kita. Kalau mau maju, apa pula yang diinginkan.

Ketiga, rekan atau down line akan menurut bila Anda dapat mengajarkan sesuatu, memberikan sebuah ilmu atau kemampuan. Sehingga semuanya dapat belajar dan tumbuh menjadi rekan bisnis yang lebih baik.

Keempat, pemimpin harus dapat mentoleransi sebuah kesalahan yang tentu saja bukan kesalahan yang sama dan telah dibuat berulang-ulang. Tetapi sebuah kesalahan yang terjadi sekali saja.

Kelima, pemimpin harus mau berkomunikasi dengan jujur dan terbuka. Karena kalau kita tidak mampu mengomunikasikan diri kita dengan down line, maka akan terjadi ketidakpastian dan salah paham di antara mereka.

Keenam, down line harus percaya terhadap apa yang dijalankan oleh pimpinannya. Kalau down line tidak percaya dan merasa bahwa pemimpinnya menipu, mau menangnya sendiri, mau enaknya saja, tetapi tidak mau bekerja dengan benar dan jujur, maka down linenya tidak akan menurut.

Ketujuh, pimpinan harus mau melakukan apa yang telah diajarkan. Jadi kalau dia bilang harus hidup dengan baik, maka dia harus mempunyai cermin dari hidup yang baik itu. Kalau tidak, mereka akan menganggap Anda hanya berbicara tanpa memberikan contoh yang benar. Pemimpin yang baik harus mempunyai ketujuh karakter tersebut.

Mempermudah Bisnis Anda


Mempermudah Bisnis Anda
Bisnis tidak pernah mudah untuk dijalani. Selalu ada kesulitan, hambatan ataupun masalah yang mengganggu perkembangannya. Namun jangan kekurangan akal. Michael Hummer mencoba memberikan beberapa poin yang bisa mendorong bisnis Anda menjadi sukses.

Pertama, dia bilang bahwa buatlah bisnis Anda supaya mudah untuk diajak berbisnis. Buatlah bisnis Anda agar simple dan gampang diajak transaksi. Seperti halnya McDonald, orang hanya datang, antri sebentar kemudian membayar dan selesai sudah transaksinya. Jangan membuat bisnis Anda susah. Seperti halnya orang mencari Anda susah, menemukan harga produk Anda juga sama susahnya. Itu hanya akan membuat bisnis Anda tidak pernah bisa berkembang.

Kedua, tambahilah nilai-nilai pelanggan Anda. More added value to your customer. Kalau konsumen Anda hanya menginginkan barang, maka kirimkanlah barang itu dengan bungkus yang menarik. Kalau dia menginginkan tiket yang sederhana, maka kirimkan tiket itu dengan pelayanan yang menarik. Hal ini akan menambah nilai dari barang tersebut.

Ketiga, pelajari proses bisnis Anda. Karena Michael Hummer terkenal dengan reengineering, maka dia selalu bilang bagaimana menghadapi customer Anda. Mulai dari dia tahu dan ketemu dengan bisnis Anda, hingga membayar semua barang yang telah ter-delivery. Maka kata proses menjadi kata kunci dan harus diperbaiki dengan sebaik-baiknya.

Keempat, cobalah secara umum dapat merubah kreativitas menjadi rutinitas. Bagaimana kita bisa mengubah pekerjaan kita sehari-hari menjadi sebuah kreativitas? Ini adalah sesuatu hal yang sulit, tetapi di sinilah pentingnya inovasi dan kreativitas.

Kelima, ukurlah kinerja Anda secara komprehensip. Apa saja bisa diukur dan tentukan tolok ukur yang tepat, karena kalau tidak ada tolak ukurnya kita tidak akan pernah tahu bahwa kita ini sudah bagus atau belum.

Keenam, petiklah keuntungan dari ketidakpastian. Artinya, kita harus fleskibel, terutama di Indonesia, di mana ketidakpastian begitu besarnya. Banyaknya perubahan yang sangat penting terjadi di Indonesia. Karena perubahan itu, buatlah perusahaan kita sefleksibel mungkin.

Ketujuh, fokuslah pada pelanggan akhir. Mungkin kita menjual handphone melalui sebuah importer, distributor, retailer baru ke customer. Maka yang perlu diperhatikan oleh kita adalah end customer.



Kedelapan, hilangkanlah batasan-batasan dan bekerja samalah dengan siapa pun. Jangan pernah memikirkan bahwa Anda orang marketing, produksi atau yang lainnya. Karena semua itu tidak perlu. Kita harus berpikir bahwa semua dari perusahaan kita, semua orang, semua partnership kita dan dengan siapa pun kita satukan untuk memberikan produk yang terbaik kepada pelanggan.

 Semoga bermanfaat bagi Anda dan orang-orang di sekitar Anda.

Menilai Seseorang


Menilai Seseorang
Dalam edisi kali ini saya akan menujukkan penggunaan 'blink' dalam menilai seseorang. Hal ini akan sangat berguna terutama bila anda harus memilih pegawai, berkenalan dengan mitra bisnis yang baru, dan memulai kerjasama dengan partner yang belum anda kenal maupun bila anda akan mengadakan transaksi dengan konsumen baru.

Pada saat pertama anda berkenalan atau melihat seseorang, anda akan mendapat kesan pertama seperti apakah anda menyukainya atau tidak, bagimana sifatnya 'ceroboh, ramah, atau pemarah' dan bahkan bila anda teliti, apa pekerjaanya yang sebenarnya. Dan tentu saja, proses ini berjalan hanya dalam beberapa detik saja, bahkan sepersekian detik, anda sebenarnya sudah bisa memutuskan akan menyukai orang tersebut atau tidak.

Sebenarnya, dalam proses yang sangat singkat tersebut, penilaian yang anda berikan mungkin sudah cukup akurat. Hal ini bisa terjadi karena dalam proses tersebut terjadi apa yang disebut sebagai proses 'transmitting' suatu proses dimana anda dan lawan bicara saling melemparkan beberapa hal atau kode yang akan saling mempengaruhi penilaian masing-masing.

Pertama, akan terjadi pemancaran 3 E: Emotion, Empahty, dan Enthusiasm. E yang pertama ini, Emosi, akan menujukkan bagaimana reaksi kita terhadap hal-hal yang terjadi sehari-hari. Emosi ini, meskipun tidak diungkapkan dengan kata-kata, akan terbaca dan menunjukkan bagaimana kita biasanya berinteraksi dengan pelanggan, supplier, maupun orang disekitar kita.Kemudian ada lagi Empathy, kemampuan kita untuk berempati terhadap orang lain. Empati ini akan menujukkan level toleransi kita terhadap orang lain apakah kita cukup bisa mengerti pendapat orang lain atau tidak. Yang terakhir adalah enthusiasm antusiasme anda dalam menghadapi orang lain.

Kemudian, anda dan lawan bicara akan menangkap apa yang disebut sebagai 3 I: Insight, Idea dan Intuition. Insight adalam pemahaman dimana anda menggunakan database informasi yang anda miliki untuk menilai lawan bicara anda. Kemudian terbentuklah I yang kedua yaitu Idea, bahwa orang yang anda hadapi ini kira-kira seperti apa, apakah dia licik, pandai, baik, jahat, dan lain sebagainya. Kemudian muncullah Intuition atau intuisi yang sudah terlatih dalam kehidupan anda sehari-hari. Intuisi ini akan memunculkan berbagai pesan dan peringatan yang hanya anda sadari dengan sangat halus. Ketiga I inilah yang pada akhirnya membawa anda pada kesimpulan saya suka orang ini atau 'saya akan membeli dan bekerjasama dengan dia' atau 'saya akan memakainya sebagai karyawan saya'. Dan keputusan yang muncul dari 3 I ini akan sangat sulit diubah!

 Karena itu, impresi awal yang anda tangkap maupun anda berikan pada saat pertama kali bertemu dengan seseorang sangatlah penting. Pada saat pertama anda bertemu dan berkenalan dengan seseorang, sangat penting bagi anda untuk memancarkan 3E yang benar agar lawan bicara anda menangkap 3I yang baik pula sehingga ia menyukai dan transaksi anda berjalan dengan sukses!

Selasa, 05 Oktober 2010

Shaping Your Life


Shaping Your Life
Rekan bisnis, dalam bacaa kita hari ini saya ingin bercerita atau ingin menelaah, apa sih yang membentuk kita. Hal-hal apa saja yang membuat kita menjadi seperti sekarang.

Pertama, we are shaped by the book we read. Kita itu dibentuk dari buku yang kita baca. Ini adalah hasil pemikiran filsof yang suka membaca. Aliran dan kesukaan bukunya apa, maka itulah yang bakalan membentuk kita sebagai orang yang berbudaya dan mempunyai pemikiran. Kalau bacaannya buku-buku politik, maka Anda akan terbentuk sebagai orang yang suka dengan hal-hal politik. Kalau suka membaca buku humor, maka Anda akan menjadi orang yang humoris. Kalau suka membaca buku akademis, maka Anda akan menjadi orang yang akademis.

Kedua, we are shaped by the people we meet. Kita ini dibentuk dari orang-orang yang ada di sekeliling kita. Kita dibentuk oleh orang tua, teman, kolega, bos, atau pun anak buah kita, rekan bisnis. Kita terbentuk oleh orang-orang di sekeliling kita.

Ketiga, we are shaped by the though we think. Kita dibentuk oleh cara kita berpikir, filosofi, pandangan, dan keagamaan kita akan kehidupan. Maka kita dibentuk oleh kebiasaan-kebiasaan kita berpikir.

Terakhir, we shaped by the action we perform. Kita dibentuk oleh tindakan, kelakuan kita dan kebisaaan kita dalam melakukan sesuatu.

Jadi inilah empat hal yang akan membentuk kita yaitu buku yang kita baca, orang yang kita temui, cara kita berpikir dan tindakan-tindakan yang kita lakukan.Nah, kalau ingin sukses, cobalah untuk membentuk diri kita dengan cara yang positif. Cobalah untuk  mempengaruhi diri sendiri supaya bentuk yang diterima atau jadinya nanti adalah bagus.

Pertama yang harus kita lakukan adalah membaca buku-buku bermutu yang membuat kita lebih sukses. Kedua, carilah teman, sahabat, atau network yang berguna dan bisa membawa kesuksesan kita. Tidak hanya berteman kepada orang yang senang saja, tetapi juga berteman kepada orang yang bisa membawa kesuksesan kita, karena saya percaya bahwa kesuksesan itu dapat ditularkan kepada orang lain. Jadi kalau Anda dekat dengan entrepreneur, maka Anda akan ketularan menajdi entrepreneur. Kalau Anda dekat dengan orang creative, maka Anda akan ikut creative. Kalau berkumpul dengan orang yang semuanya merokok, maka Anda akan turut merokok. Sekali lagi Anda dibentuk oleh orang-orang yang ada di sekeliling kita. Pilihlah orang itu supaya dapat sama dengan tujuan hidup Anda.

Ketiga, cobalah Anda mempunyai pikiran-pikiran yang positive, mau maju, selalu memikirkan tentang sukses dan bukan dipengaruhi oleh pikiran yang negative yang selalu iri, dengki dan tidak mau maju. Terakhir Anda harus melakukan action dari hari ke hari untuk mencapai kesuksesan. Anda harus dibentuk oleh empat hal ini secara positive.

Kalau segala tindakan Anda mencerminkan nilai positive dalam kehidupan, maka Anda pun akan menjadi lebih positive dan terbentuk sebagai orang posistive yang akan mencapai kesuksesan.

Kamis, 23 September 2010

Berhenti


Berhenti Sebentar Untuk Berlari Lebih Kencang

Dalam kehidupan bisnis kita, sering semuanya bejalan dengan normal. Tenang, damai sejahtera. Tapi kadang-kadang bergejolak, naik dengan cepat dan sebaliknya turun secara drastis.

Kalau terjadi dua hal yang berbeda dari keseharian kita, entah itu naik atau pun turun, saatnya untuk menjernihkan pikiran dan diri kita. Berhentilah dari mengerjakan hal-hal rutinitas kita sehari-hari. Kita pinggirkan persoalan rutin sehari-hari dan tak melakukan kerjaan apapun kecuali merenung atau berpikir.

Berpikir dengan jernih ini menjadi penting saat kita mengalami gejolak positif yang luar biasa. Seperti tingkan penjualan yang melonjak dengan luar biasa, bertambahnya klien kita, jumlah pekerjaan yang menumpuk tinggi, sehingga kita menjadi sibuk dan menjadi lupa menganalisa kenapa kita bisa menjadi sukses sedemikian. Dengan menganalisa apa yang penting kita lakukan dalam kesuksesan kita. Sebaliknya saat kita mengalami gerakan yang turun atau negatif, selalu kalah dalam tender atau penawaran, selalu saja ada permasalahan, maka kita juga harus melakukan hal-hal yang sama.

Nah, pada saat kita naik atau pun turun, kita harus menganalisa kesuksesan kita,dan kegagalan kita. Kekalahan kita itu karena apa? Itu hal yang pertama yang harus kita lakukan pada saat kita merenung dan berpikir.

Yang berikut, menganalisa apa yang terjadi akhir-akhir ini dalam kehidupan kita. Apakah itu omzet yang naik karena adanya 1-2 klien besar atau karena ada sesuatu yang lain, kebetulan misalnya. Lalu dianalisa mengapa itu bisa terjadi. Mungkin karena system yang baru, bagian yang lain ada yang salah, kebijakan pemerintah yang tak terduga, tren yang berbeda dan yang lainnya.

Kemudian adalah kita temukan apa yang harus dapat dilakukan untuk keadaan seperti ini. Cari alternatif-alternatif yang bisa dilakukan, dan tentukan yang terbaik yang harus dijalankan.

Jadi sewaktu melakukan konsolidasi internal itu kita harus mengetahui dulu apa yang terjadi, mengapa hal itu bisa terjadi dan bagai mana cara menghadapi hal itu. Reaksi kita terhadap ha-hal yang terjadi pada kejadian yang terakhir itu menjadi kunci sukses dimasa yang akan datang atau untuk menghindari kegagalan.

Kita tidak boleh hanya melakukan yang rutin saja, kerja seperti apa adanya. Kadang-kadang kita harus menjernihkan pikiran untuk memfokuskan pada satu hal saja dalam satu hari. Jangan mengerjakan hal apapun. Berpikir apa yang penting yang bisa dilakukan untuk bisnis kita sekarang. Apa yang kita lakukan harapannya kemudian menjadi lebih baik untuk mencapai sukses yang lebih besar.

Team Tangguh 3n. klik, http://abangherrys.blogspot.com

Jumat, 17 September 2010

Hamba (Christian)


Hamba Adalah Pemberi


Salah satu cara yang paling nyata untuk membantu orang lain ialah dengan mencukupkan  kebutuhan keuangan dan materi mereka.
YAHWEH mengetahui bahwa jika Anda rela memberikan sesuatu yang nyata, maka pasti Anda lebih mudah memberikan apa yang tidak kelihatan, seperti waktu, pengalaman, kasih, bahkan hidup Anda. Memberi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari hidup seorang hamba.

Prinsip yang menjadi dasar dari hal memberi dalam perjanjian baru yaitu pada :                                                                                   II Kor. 8:9 “karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia,  yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya. Baca juga II Kor. 9;8.

Dan janji YAHWEH bagi mereka yang memberi:
“Berikanlah dan kamu akan diberi: Suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncangkan dan yang tumpah keluar akan diberikan kedalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai akan diukurkan kepada mu.” (Luk. 6:38)

“YAHWEH akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliyaan-Nya dalam Kristus Yesus.” (Filpi 4:19)

Dalam firman-Nya pada bagian lain dikatakan bahwa  Anda tidak hidup dari roti saja, artinya roti itu juga memang harus ada..

Banyak orang menganggap menjadi Pendeta, Epangelis, Guru Agama sajalah lahan menjadi hamba Tuhan. Ya …..itu bagian dari “FIRMN”, lantas bagai mana dengan yang bagian dari“ROTI”NYA?. Memang setiap orang akan mencari rotinya masing-masing, tapi bukankan lebih baik kalau kita juga bisa memberi roti?.

Anda bisa. Siapa pun bisa, bahkan sekalipun anda sudah berada pada bahagian “FIRMAN” anda bisa masuk dibagian “ROTI”nya sekaligus.

Telusuri dalam tulisan saya tentang berbagi yang berjudul “Spiritual Motivation (Christian)” dan “Membantu Berapa Banyak?” di http://abangherrys.blogspot.com/,

Mari kita menjadi “hamba hamba yang lebih perduli lagi”
Tuhan Yesus memberkati hamba-hamba-Nya.

Salam Tangguh

Team Tangguh 3n

Rabu, 15 September 2010

E + R = O


E + R = O
                                                                                                                                                                                 Ada sebuah kata yang sangat menarik bagi saya, ‘RESPONSIBILITY’ atau tanggung jawab, yang berasal dari kata Respons  dan Ability. Ini berarti bagai mana kemampuan anda untuk merespon atau bereaksi terhadap setiap kejadian yang terjadi da dalam kehidupan anda.

Dalam dunia bisnis dan kehidupan sehari-hari banyak terjadi bebagai hal baik yang sesuai dan yang tidak sesuai dengan keinginan lita. Maka, hasil yang kita dapatkan adalah kumulasi dari Event atau kejadian yang terjadi, ditambah dengan Respons anda atau reaksu yang anda berikan.

Rumusnya adalah:

E + R = O   (EVENT + RESPONSE = OUTCOME)

Inilah yang ditulis oleh Jack Canfield dalam bukunya The Success Principle. Dimana hasil yang kita dapatkan adalah buah dari lemampuan kita bereaksi terhadap segala kejadian yang terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari.

Misalnya saja terjadi suatu kejadian dalam hidup kita. Anda bisa memilih reaksi anda, apakah anda berusaha melihat pelajaran atau kesempatan apa yang bisa anda ambil dari kejadian tersebut, dari pada anda menyalahkan mengapa hal itu terjadi pada anda.
Misalnya dalam suatu perjalanan udara, saya berangkat lebih awal ke airport agar tidak terlambat naik ke pesawat. Tak disangka, pesawat justru delay 3jam! Beberapa penumpang mulai marah-marah dan komplain terhadap maskapai penerbangan yang delay tersebut. Setelah merasa gelisah selama 10 menit, saya pun menyadari bahwa tidak ada yang bisa saya lakukan untuk mengubah jadwal penerbangan yang delay tersebut. Maka saya pun mulai membaca sebuah majalah yang belun saya sempat membacanya.

Usai membaca, ternyata pesawat saya delay lagi selama du jam! Maka segera saja saya mengeluarkan Laptop saya dan mencoba memanfaatkan waktu untuk menyelesaikan  sebuah presentasi seminar yang belum sempurna. Ketika saya sedang menyelesaikan presentasi tersebut, seorang bapak menyapa saya.
Beliau menanyakan presentasi apa yang sedang saya kerjakan dan apa pekerjaan saya. Maka saya pun bercerita tentang bisnis saya dan kegiatan saya sehar-hari. Tak disangka, ternyata bapak terebut sangat tertarik dengan bisis saya. Demikianlah rekan-rekan sekalian, suatu delay pesawat yang menyebalkan, bisa berubah menjadi suatu kesempatan bisnis yang menguntungkan.

Dari sini kita bisa melihat, kita bisa memilih reaksi apa yang akan kita munculkan. Bisa saja anda terus mengomel, marah, dan melakukan blaming terhadap kejadian itu, maka tidak ada juga yang anda peroleh. Tetapi bila kita bisa merubah reaksi kita, memanfaatkan celah dan kesempatan yang ada dari suatu kejadian betapapun buruknya kejadian itu, kita pasti akan memperoleh hasil yang baik dari kejadian itu.

Maka rekan-rekan semua, pandai-pandailah memilih reaksi apa yang akan anda munculkan dalam menghadapi sauatu kejadian. Anda bisa saja hanya bertindak pasif dan menerima kejadian itu apa adanya, tapi reakasi anda lah yang menentukan hasil yang akan anda peroleh.

Selamat Bereaksi,

Salam Tangguh,

Team Tanggug 3n
Klik, http://abangherrys.blogspot.com

Selasa, 14 September 2010

NARSIS


Narsisme New Generation

Ada sebuah hasil riset baru yang mengatakan, dalam zaman anak-anak masih kecil tidak pernah lagi dimarahi, malahan selalu dipuji, bahkan untuk suatu yang paling kecil sekalipun, ternyata melahirkan generasi yang haus akan pujian.
Di rumah, di sekolah, di kampus, di mana saja selalu mengharapkan pujian.

Ketika mereka menghadapi dunia nyata, dan melihat dunia kerja dan pergumulan yang keras, dan mereka tidak lagi mendapatkan pujian dari orang-orang disekeilingnya,  maka terasa sebuah ketidak nyamanan yang mendalam. Ada kekecewaan dan rasa rendah diri, mereka menganggap dirinya tidak mampu dan tidak dihargai, dan merasa gagal didalam hidupnya. Padahal sebenarnya itu hanya biasa-biasa saja, sebuah perjalanan kehidupan yang umum kok. Apa lagi kalau kena teguran dan dimarahi, langsung putus asa.

Pujian yang berlebihann ini juga menimbulkan sifat ‘NARSISME’. Narsisme adalah kekaguman akan diri sendiri yang berlebihan, tanpa empati dan keperdulian terhadap orang lain.

Facebook,twitter bersama dengan teknologi lainnya, membuat hal ini menjadi berkembang dan semakin subur saja. Ucapan selamat ulang tahun dari 100 orang, yang memudahkan orang tau tanggal lahir kita, mulai membuat kita merasa menjadi orang penting. Seperti ketika ada orang yang lewat didepn kita dan tersenyum, kita merasa menjadi selebriti, merasa orang itu menghormati kita.

Teknologi membuat orang-orang semakin individualistik dan narsis. Kita menjauhi orang yang tidak sesuai dengan keinginan dan pandangan kita, dan hanya berkumpul dengan orang-orang yang mau memuji kita saja. Jaman dulu kalau anda tidak suka dengan seorang teman anda, susah menggantinya, karena hanya dia yang hidup dekat dengan anda. Tapi sekarang, tinggal klik klik klik, selesai dapat 100 teman baru.

Kenaikan taraf hidup masyarakat secara umumpun, juga melahirkan pemanjaan, anak minta apa saja dituruti, terutama dengan kesibukan para orang tua zaman modern ini, menimbulkan rasa bersalah terhadap anak, yang mengakibatkan apa saja yang diminta sang anak selalu berusaha utuk diberikan. Generasi Narsispun menjadi tambah Egois, tidak perduli lagi dengan kepentingan orang lain. Dunia ini dianggap berputar hanya untuk dirinya sendiri saja, yang berporos pada jiwa kerdilnya.

Pelajaran apa yang anda dapat, apa yang bisa kita lakukan?

  1. Mendidik anak: Keseimbangan dalam mendidik anak menjadi penting, teknologi
Harus dibarengi dengan kearifan dan pembelajaran akan hidup dan kehidupan.
  1. Koreksi Diri: Menyadari hal ini, baik untuk menyadarkan diri kita kembali; Kembali ke dunia nyata yang lebih realistic, lebih menginjak bumi.
  2. Marketing: Jaman baru yang penuh dengan Egoisme dan Narsisme, perlu personifikasi target market, harga bukan hal yang utama, pemuasan ego pelanggan akan menjadi kunci sukses marketing.

Sabtu, 11 September 2010

7 LANGKAH SUKSES


7 Langkah Sukses

Saran ini pas untuk mereka yang baru memulai karier, tujuh langkah sukses.

Pertama, ambilah langkah sukses dari mulai langkah yang kecil. Buatlah sukses menjadi sebuah kebiasaan. Bila anda seorang salesman, sukseslah menjual dulu. Lalu sukses untuk menjual yang lebih besar lagi dan lebih besar lagi. Karena sukses yang besar dimulai dari sukses yang lebih kecil. Dan ini semua akan membentuk pribadi yang sukses.
Kedua, tulislah semua keinginan anda dalam target 1 atau 2 tahun mendatang. Dalam tahun itu anda mau mencapai atau mau memperoleh apa?, tulis 1,2,3,4,5. dengan menuliskannya, dan kalau bisa tempelkan ditempat yang gampang terlihat oleh anda, maka anda bisa lebih focus untuk mengejar semua keinginan anda itu. Semua yang ingin anda lakukan semua menuju kearah keinginan itu.
Ketiga, punyailah sebuah figure pahlawan yang anda anggap hebat. Seseorang yang mempunyai prestasi, kesuksesan atau mempunyai sebuah kehebatan. Cobalah pelajari kehidupannya. Entah itu kebiasaannnya, kesukaannya, kegiatannya dan lainya. Dengan mempunyai figure pahlawan itu, anda secara tidak sadar akan meniru apa yang dilakukan oleh para pahlawan-pahlawan itu.
Keempat, realistiklah! Walau kita mempunyai mimpi besar, tetaplah untuk labih realistic.
Kadang kita mengalami sandungan atau hambatan dan kesulitan. Namun dengan realistic ini, kita tidak akan putus asa dan tetap konsisten dalam mengejar impian itu.
Kelima, temukanlah guru-guru atau mentor bagi anda. Temukanlah mereka dalam pergaulan, dirumah, dipekerjaan atau dimana saja. Entah itu senior anda, boss anda atau orang yang anda kenal disebuah pertemuan. Mintalah pelajaran darinya. Kalau kita memintanya secara baik, pasti dia akan menolong  anda dan akan menjadi mentor yang baik, secara langsung ataupun tidak langsung.
Keenam, berpikirlah secara positif. Jangan terlalau mudah untuk berpikir negative dan berkata, “Wah, ini sulit. Pasti saya tidak bisa”. Berpikir positif membawa dampak yang selalu jauh lebih baik dalam kehidupan dan kesuksesan bisnis anda dari pada berpikir ngatif.
Ketujuh, ini yang terakhir. Lakukanlah “benchmarking”. Cobalah untuk membandingkan diri anda dengan orang lain. Kalau anda punya teman dalam jenis pekerjaan yang sama, cobalah untuk salaing membandingkan. Misal: Berapa lama dia membutuhkan waktu untuk mendapatkan klien yang besar. Berapa sering anda mengikuti pelatihan dalam sebulan dan yang lainnya.

Bila sudah memulai 7 hal di atas, anda baru memulai menapaki jalan kesuksesan anda.

Salam Tangguh,  Team Tangguh 3n, kunjungi; http://abangherrys.blogspot.com

SMS


SMS kepada teman

Kita sering melupakan jaringan atau teman-teman kita, terutama dengan teman-teman lama yang jarang bertegur sapa karena dipisahkan jarak dan waktu yang sangat jauh. Kesibukan telah melarutkan kita pada perjalanan hidup dengan menghadapi apa saja yang datang dihadapan kita. Jarang sekali kita memikirkan hal-hal yang diluar rutinitas kita.

Jaringan teman kita kebanyakan dari teman lama kita yang sudah jarang bertegur sapa lagi. Teman yang hanya kita temui sekali atau dua kali dalam setahun ini. Yang mungkin kita ingin ajak berdiskusi tapi tidak pernah ada waktu yang cukup untuk menjangkaunya.

Nah, sebuah strategi yang dapat kita lakukan adalah dengan mengirim SMS secara massal kepada semua kontak kita yang ada di handphone kita.

Coba biasakan meminta nomor handphone teman baru kita dengan langsung memasukkan nomornya ke handphone kita.

Pada hari Lebaran, Natalan, Tahun Baru, kirimkanlah SMS kepada mereka semuanya. Buatlah SMS yang menarik sebisa anda, jangan memakai tulisan umum atau mem forward dari SMS teman. Ada sebuah originalitas “suara” anda di SMS itu dan itu akan mengingatkan orang akan anda.

Kirimkanlah ke semua kontak anda, 100 SMS minimal, lebih tentu lebih baik, saya mengirim lebih 300 SMS pada lebaran ini, dan menghabiskan seharian untuk kontak-kontak SMS dengan teman-teman lama dan teman-teman baru saya yang membalas SMS saya.

Bisa ada balasan dari orang yang tidak pernah anda kontak selama 5 bulan bahkan sudah setahun belakangan ini, kirimkan lagi sebuah atau dua buah SMS untuk menceritrakan diri anda atau menanyakan keadaannya. Kita kan membutuhkan network itu dimasa yang akan datang, dan network harus anda jaga dan pelihara. SMS dalah salah satu cara dan strategi mudah dan murah yang dapat anda lakukan.

Kirimkan kepada teman sekerja, pada supplier, customers, sanak family, sahabat jauh, orang yang baru anda kenal di perjalanan minggu lalau, ataupun kawan SMA anda dulu yang masih anda ketahui nomornya.

Kontak-kontak yang jarang anda lakukan ini akan menjadi sangat berguna untukkesuksesan anda.
Dan sukses adalah sebuah hasil dari sebuah kebiasaan yang baik dalam menjalankan kehidupan dan bisnis anda.

Selamat berbisnis dan Sukses untuk Anda.

Salam Tangguah, Team Tangguh 3n   kunjungi http://abangherrys.blogspot.com

Jumat, 10 September 2010

Posisi Anda Dimana?

Dimanakah Posisi Anda  
                                                                                                                                                         Didalam bukunya “ The Cashflow Quadrant” pengusaha kaya dan penulis terkenal Robert T. Kiyosaki telah membagi empat bidang bagai mana cara orang dlam memperoleh uang.

Adapun ke empat bidang itu digambarkan oleh Robert T. Kiyosaki seperti ini:
 
                                                                                                                                                                The Cashflow Quadran ditulis oleh Robert T. Kiyosaki bagi anda yang sudah sampai pada persimpangan financial. Jika anda ingin memegang kendali atas apa yang anda lakukan hari ini untuk mengubah masa depan financial anda, sebaiknya anda menetapkan langkah anda.

Anda berada di Quadran mana?. Apakah Quadran itu sudah tepat untuk anda?.
Huruf  dalam masing-masing Quadran mewakili:

E = untuk employee (pegawai) kategori untuk semua orang yang menerima upah/gaji.

S = untuk self-employed (pekerja Lepas) kategori orang yang menjalankan usaha sendiri,
      Tapi bersekala kecil, misalnya: peraktek dokter, konsultan hukum, toko, supir  dll.

B = untuk Business Owner (Pemilik Usaha) kategori orang yang memiliki usaha besar;
       Contohnya: MC. Donald, Kentucky Fried Chicken, Ciputra dll.

I = investor (penanam Modal) kategori orang yang menanamkan uangya untuk kelompok
      Usaha besar. Kelompok orang ini tidak banyak tapi mereka menguasai 75% uang
      yang beredar.

Dari ke empat kategori yang berada diatas tersebut, dimanakah posisi anda saat ini?

Bila posisi anda adalah di :

‘E’ = Employee
         Employee adalah sebutan untuk orang-orang yang cara mendapatkan unang ialah dengan bekerja kepada orang lain atau badan usaha dan dia menerima upah atau gaji dari hasil kerjanya. Orang yang termasuk dalam kelompok ini adalah mulai mereka yang berkedudukan dari Presiden Direktur sampai office boy. Baik itu diperusahaan swasta termasuk juga PNS, TNI, POLISI dan BUMN.

Orang-orang yang berada pada posisi ini sagat sulit bahkan tidak bisa memegang kendali atas finansialnya, karena financial mereka tergantung pada yang membayarnya.
Dikalangan swasta misalnya, akan lebih sulit lagi dan mereka juga sangat rentan dengan ketidak pastian financial, tidak adanya jaminan pension. Karena upah yang lambat kenaikannya, serta tunjangan yang minim belum lagi ancaman PHK yang selalu menghantui.

Mereka juga tidak bisa menentukan sendiri besaran income yang mereka inginkan, mereka juga tidak bisa bebas, harus selalu mengikuti aturan yang telah ditetapkan majikannya. Jadi semua sudah diatur sesuai keinginn dari pihak yang membayar mereka.
Mereka sudah tidak bisa bebas menentukan sendiri hidupnya.

‘S’ = Self-Employed
         Self-employed adalah sebutan untuk orang-orang yang memperoleh uang dengan usaha sendiri. Mereka tidak menerima gaji ataupun bayaran. Tetapi mereka mendapatkan uang atas profesinya seperti: dokter, pengacara, artis, pemilik toko, restaurant, bengkel dll.

Walaupun pada umumnya pendapatan mereka jauh lebih besar dari pada seorang pegawai (employee), tetapi mereka selalu dibayang-bayangi oleh  keterbatasan dan kemampun diri mereka sendiri.
Seorang dokter, pengacara, pemilik toko misalnya, apa bila mereka tidak membuka peraktek mereka pada hari ini, maka pasti hari ini mereka tidak akan memperoleh uang. Mereka kehilangan pendapatan mereka pada hari ini.
Demikian juga dengan para artis, tidak manggung berarti no money. Apa lagi ada masanya mereka sudah tidak laku lagi.

‘B’ = Business Owner
         Business owner adalah orang-orang yang memiliki perusahaan besar yang dengan system yang sudah ada dan dapat berjalan tanpa kehadiran orang-orang tersebut. Dengan membayar orang lain (employer) untuk menjalankan systemnya. Sekalipun mereka bepergian dalam jangka waktu yang lama, perusahaannya akan tetap berjalan berkat system dan orang-orang yang bekerja diperusahaannya, dan bahkan bertambah maju.

Orang-orang yang berada di kelompok ini bisa dikatakan telah mengendalikan waktu dan financial mereka. Mereka tidak ditentukan oleh orang lain bahkan mereka yang mengatur banyak orang melalui system yang ada.

‘I’ = Invstor
        Investor adalah sebutan untuk sedikit sekali orang. Sekelompok orang ini tidak lagi bekerja untuk mendapatkan uang, akan tetapi uang yang mereka milikilah yang bekerja untuk mereka. Dengan kata lain uang mereka yang telah menjadi sumber income mereka.

Orang-orang ini benar-benar 100% meguasai waktu dan keuangan atau financial mereka.
Mereka tidaklah banyak jumlahnya, tapi mereka menguasai 75% uang dunia. Padahal mereka cuma 5% dari penduduk bumi ini.

Sebenarnya di Quadran manapun anda berada, anda bisa ‘sukses’. Tapi kalau anda pada saat ini masih berada pada Quadran ‘E’ dan ‘S’, maka kesuksesan anda itu relative kecil baik jumlah dan kesmpatan anda untuk memperolehnya pun sangat kecil.

Oleh sebab itulah saya menganjak anda untuk berpindah Quadran dari Quadran ‘E’ dan ‘S’ ke Quadran ‘B’ dan kemudian baru ke ‘I’. itupun kalau anda mau.

Tetntu setiap orang mendambakan kebabasan dalam hidupnya baik dalam kebebasan waktu, keuangan, kebebasan mengatur diri sendiri. Kalau anda tetap bertahan di Quadran E dan S tentu itu tidak mungkin akan anda peroleh. Itulah mengapa banyak para pekerja bahkan PNS pun sering berdemo. Karena mereka tidak bisa menerima apa yang mereka inginkan. Demo bukanlah jalan keluarnya, semakin keras anda berdemo maka semakin dekat anda dengan PHK.

Untuk meraih keamanan financial, mau enggak mau anda harus pindah dari seorang pegawai (employeer) menjadi pengusaha (entrepreneur).
Entrepreneur itu tentu berada pada posisi kanan atas dari Quadran (B).
Ini bukanlah jalan yang mudah, tetapi imbalan yang anda dapatkan pada akhir perjalanan akan sangat setimpal dengan usaha yang anda lakukan. Ini adalah perjalanan menuju kebebasan financial anda.
Inginkah anda merebut  peluang itu? Jika anda mau dan itupun kalau anda mau, maka ini yang akan anda peroleh:

-         Punya banyak waktu untuk anda pribadi dan keluarga anda.
-         Punya banyak uang yang bisa anda gunakan pribadi dan keluarga. Disumbangkan kebadan social dan proyek yang anda dukung.
-         Menciptakan banyak laangan kerja dan menolong mereka untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.
-         Bisa keliling dunia dengan keluarga.
Secara umum orang ‘E’, kalau menyangkut masalah uang, sering sangat menghargai rasa aman. Bagi orang ‘S’ Profesinalisme adalah segala-galanya karena keprosionalismenyalah dia dibayar. Itulah kekuatan mereka dan itu jugalah yang menjadi kelemahan mereka.
Perbedaan antara ‘E’, ‘S’ dan ‘B’ adalah; yang satu (E dan S) menginginkan lebih banyak bayaran, sedangkan (B) lebih menginginkan pengembangan usaha.

Cara menjadi ‘B’ yang sukses:

  1. Ambil langkah kecil

Sebagian besar dari kita, termasuk anda pasti sudah pernah mendengar perumpamaan “ perjalanan seratus kilo meter, pasti diawali dengan sebuah langkah kecil”
Saya menekankan hal ini krena terlalu banyak orang yang berusaha melakukan lompatan yang jauh kedepan, bukannya mengambil satu langkah kecil. Inginnya serba instant dan langsung jadi kaya dalam waktu yang singkat.

Keberhasilan financial jangka panjang, tidak ditentukan oleh berapa besar langkah anda didepan, itu sangat ditetukan oleh jumlah langkah yang and ambil, arah yang anda tuju.
Berusaha dengan terlalu banyak bertindak, terlalu sedikit pengetahuan akan membuat anda jatuh dan terbakar dalam kekecewaan.

“Kota Roma tidak dibangun dalam satu malam” dan “Tahukah anda cara memakan seekor gajah ?”. jawabannya adalah sedikit demi sedikit. Itulah yang saya sarankan untuk anda lakukan saat mengalami kesulitan dalam menghadapi begitu banyak hal yang harus anda pelajari dalam upaya melakukan perpindahan dari ‘E’, ‘S’ ke ‘B’ dan nantinya ke ‘I’.

  1. Bersikap baiklah terhadap diri anda sendiri dan sadarilah perpindahan ini tidak hanya melibatkan unsur mental tapi juga sangat melibatkan unsur emosi anda.
Setelah anda mengambil langkah kecil anda selama enam bulan sampai satu tahun, maka anda sudah siap dengan kata pepatah yang berikutnya, “kau harus bisa berjalan sebelum berdiri”, dengan kata lain anda sudah mulai berjalan dan sudah siap untuk berlari.

Itulah jalur yang saya sarankan. Kalau anda tidak menyukai jalur ini, maka anda bisa memilih jalur by pass, yaitu membeli karcis lotre atau togel, lantas anda bersemedi, siapa tahu hari ini anda beruntung.


Selamat berpindah Quadran,

Salam Tangguh;

Team Tangguh 3n