Inspiring Words

"Sebagian Orang Hanya Bermimpi Sukses Sementara Yang Lainnya Bangun dan Bekerja Keras Untuk Sukses"

Minggu, 05 September 2010

Spiritual Motivasion (Christian)#


Spiritual Mitivation ( Christian)

Aku berkata kepadamu: Sesunggunya jika biji gandum  tidak jatuh kedalam tanah dan mati, ia tetap biji saja; tetapi jika ia mati ia akan menghasilkan banyak buah.       (Yohanes 12:24) dan
Lima butir roti tambah dua ekor ikan.

Pelayanan = Permuridan. Tapi permuridan  adalah bentuk pelayanan yang khusus. Orang-orang yang melakukan permuridan adalah diibratkan seperti yang tertulis di dalam kitab Yohanes 12:24 tersebut.

Tujuan akhir dari sebuah permuridan adalah menghasilkan  banyak murid (buah) atau yang dimaksud untuk menghasilkan orang-orang yang mampu mengajar/melakukan apa yang dilakukan oleh sang orang yang mengambil inisiatif untuk memuridkan (Guru).
Tujuan sang guru dalam melakukan pemuridan ini tidak sekedar melahirkan murid-murid yang cakap, tapi lebih dari itu, melahirkan murid-murid yang kelak akan menjadi      guru-guru yang cakap pula untuk melakukan tugas-tugas permuridan lagi.

Lantas apa hubungannya dengan Lima roti dan Dua ikan?

Ketika Tuhan Yesus berkhotbah dipinggir pantai dan dihadiri lebih dari 5000 orang dan ketika tiba saatnya untuk makan, maka tuhan Yesus memerintahkan para muridnya untuk mengumpulkan makanan yang ada di antara para hadirin dan yang terkumpul hanya Lima butir roti dan Dua ekor ikan. Lalu Tuhan Yesus melakukan sebuah Mugjizat.

Dan bagian lain firman Tuhan mengatakan “manusia tidak hidup dari roti saja” jadi jelas dikatakan bahwa roti juga harus ada supaya manusia itu hidup.

Jelaslah bahwa melayani atau pelayanan tidaklah cukup dengan firman saja, dan juga tidak harus menjadi seorang Pendeta atau Guru agama. Semua orang harus ambil bagian sesuai talenta dan beban yang Tuhan berikan.

Sering kali saya melihat/mendapatkan banyak orang yang kecewa dengan pelayanan Gereja, ketika orang bermasalah dengan “ROTI”, tapi yang diberikan hanya “FIRMAN”. Dan tidak sedikit dari mereka yang akhirnya menyerah dan jatuh.

Melihat kejadian-kejadian tersebut terbukti bahwa firman YAHWEH adalah benar tidak ada batasnya. Selalau up to date, selalu baru dan pas dipandang dari sudut manapun kita melihatnya.
Saya melihatnya dari sudut pandang yang berbeda mungkin dari orang lain.                Saya memandang permuridan itu tidak dari sisi FIRMAN saja tapi saya memandangnya daru sisi ROTI juga. Ya sisi ROTI yang berarti berusaha atau berbisnis supaya setiap anak Tuhan mampu mengasilkan dan menjadi penghasi roti-roti.


Pola firman Tuhan Yesus pada Yoh 12:24 dan tentang Lima roti dan Dua ikan serta kejadiannya ketika Yesus sedang berkhotbah menyampaikan firmanNya, maka sangat jelas bahwa Firman dan Roti itu harus ada dan seimbang, bahkan kalau kita lihat lebih jauh maka dikatakan roti itu bersisa duabelas keranjang.

Disini saya terjemahkan Permuridan/sell group/kelompok PA dan lain-lain adalah merupakan sebuah jaringan yang bersifat pelayanan permuridan Firman. Tujuannya jelas untuk menlahirkan kader-kader pemberita firman dan akan berkembang seperti seel ataupun jaringan yang meluas.

Multi level Marketing atau Network Marketing mempunyai pola atau karakter yang sama , yaitu pelipat gandaan atau yang lebih dikenal dengan istilah Power of Duplications.
Dan dari nama atau istilahnya Network = jaringan = jala.
Ingatkan perintah Tuhan Yesus kepada murid-muridnya untuk pindah dari penjaring ikan menjadi penjaring atau penjala manusia.
Kenapa jala?, kenapa penjala?. Ya karena jala/jaring itu tidak pandang bulu. Mau ikan besar atau ikan kecil, dari jenis tongkol atau cumi-cumi, mau yang merah maupun yang hitam semua dijaringnya.

Demikian kalau kita melihat dan memperhatikan jaring laba-laba juga punya pola yang sama. Semua serangga yang lewat apakah itu nyamuk, lalat, kupu-kupu atau capung pasti nyangkut dijaring sang laba-laba. Tapi mari kita lihat apa yang lebih dahulu dilakukan sang laba-laba? Sebelum mendapatkan mangsa yang tersangkut dijaringnya maka sang laba-laba tersebut harus membangun atau membentangkan terlebih dahulu jaringnya. Dia dengan bersusah payah memanjat dari satu pohon kepohon lain dari satu cabang kecabang lain dari satu ranting kerantang yang lain barulah jalanya selesai.

Setelah selesai membangun jalanya/jaringnya maka sang laba-laba berdiam ditengah-tengah jaringnya dan menunggu serangga yang nyangkut. Begitu ada serangga yang nyangkut lantas silaba-laba menhampiri dan memakan serangga tersebut. Serangga tersebut kita ibaratkan dengan roti yang kita bicarakan di atas.

Demikian juga dengan bisnis MLM.jika ingin memperoleh roti, maka kita harus membangun jaringan bisnis kita terlebih dahulu. Kalau perlu kita harus “MATI” dulu seperti FirmanNya. Artinya kita harus mau berkorban, berkorban habis-habisan untuk menolong orang-orang menjadi maju dan berhasil, ingat hukum tabur dan tuai, apa yang kamu tabur itulah yang kamu akan tuai. Kalau kamu menabur ilalang manalah mungkin kamu menui gandum. Ajari dan muridkan sampai menjadi murid-murid yang cakap dan kamu akan melihat hasinya.

Di MLM kita bisa  menjaring siapa saja. Mau yang kaya atau yang miskin, suku yang berbeda, bangsa yang berbeda dan juga dari Gereja yang berbeda bahkan dari agama yang berbeda juga mungkin orang yang tidak beragama. Bisakan ini menjadi ladang kesaksinmu juga?. Laki,perempuan semuanya bisa.

Dan di MLM anda juga bisa mengajari mereka untuk menjadi orang-orang yang bisa menjadi penghasil roti dan tidak itu saja mereka bisa sekalian bertindak menjadi guru-guru yang mengajari orang lain manjadi guru-guru pembuat roti.
Dan mengapa sisa duabelas keranjang dari lima roti dan dua ikan setelah dibagikan kepada lima ribu orang?

Itu adalah perlambang dari kemakmuran. Lebih dapat kita artikan tidak kekurangan. Tidak kekurangan dapat dikatakan kaya bukan?
Kalau roti berlimpah bahkan bersisa berarti tidak ada yang kelaparan. Dan tidak ada yang kelaparan berarti semuanya cukup yang berarti juga makmur.
Coba kita simak doa Bapa Kami “berikanlah kami pada hari ini makan kami yang secukupnya” Makanan berarti Roti yang berarti juga kebutuhan kita yang lainnya misalnya; rumah, sandang, mobil dll. Cukup berarti tidak kurang.

Kalau makmur atau kaya, yang sama dengan diberkati dengan berkelimpahan, bukankah begitu seharusnya anak-anak Tuhan dimuka bumi ini??

Berkelimpahan, itukan janji-Nya….???

Tuhan Yesus tidak pernah menjanjikan sengsara ataupun kemiskinan bagi umat-Nya, bagi anak-anak-Nya. Bahkan sengsara itu telah ditanggungnya dikayu salib.

Tapi, pertanyaannya, mengapa begitu banyak anak-anak Tuhan yang miskin, sengsara dan terlunta-lunta? Dengan kata lain bermasalah dengan “ROTI”.

Itulah yang menjdi beban dalam pemikiran penulis, Mengapa………..?
Ada banyak cara untuk menjawab pertanyaan itu dan salah satunya adalah dengan berbisnis di MLM seperti yang penulis lakukan.
Kenapa MLM..? ya… karena disana kita bisa terapkan pola “PERMURIDAN” dan karena dibisnis ini semua orang bisa melakukannya karena tidak diperlukan modal yang besar, yang tentunya bisa diikuti oleh orang-orang yang bermasalah dengan “R O T I” tadi.

Selamat melakukan permuridan dan menebar jaring anda.

Salam Tangguh,


Team Tangguh 3n

Tidak ada komentar:

Posting Komentar